Pemetaan Blockplan untuk Lokasi Penempatan Tampat Sampah

Blokplan Dusun Jetisan

Blokplan Dusun Jetisan

Melihat statistik blog beberapa bulan terakhir dibagian “paling aktif” dan “pencarian tertinggi” jatuh pada sampah, plastik, peta, program KKN, dll. Sepertinya sedang ada yang mencari referensi program KKN untuk periode kedepan. Sehubungan dengan itu, tulisan ini kuambil dari laporan kegiatan program KKN-ku. Mudah-mudahan apa yang ku informasikan disini bermanfaat.

Sekedar informasi, program utama unit bidang fisik KKN yang kujalani adalah Pengelolaan Sampah Terpadu di Hargobinangun, Pakem (2008). Beberapa kegiatan bidang yang terkait dengan peningkatan kesehatan sudah kuposting sebelumnya (tag : KKN Hargobinangun). KKN kami dibagi dalam 3 sub-unit (3 dusun), sehingga aku dan seorang temanku membagi wilayah kerja sesuai dengan sub-unit masing-masing. Program utama yang kami rencanakan adalah Pemetaan Blokplan untuk Lokasi Penempatan Tempat Sampah. Program ini bertujuan untuk memetakan posisi dan kepemilikan tiap rumah di 3 dusun (Dusun Jetisan, Dusun Sawungan, dan Dusun Purworejo) sekaligus sebagai acuan penempatan tempat sampah sebagai sarana pendukung program pengelolaan sampah terpadu. Lebih jauh lagi, peta yang dihasilkan dapat digunakan sebagai acuan bagi instansi terkait dalam menentukan kebijakan pengelolaan sampah di desa ini, khususnya 3 dusun tadi. Aku bertanggung jawab untuk menyelesaikan peta blokplan Dusun Jetisan. Continue reading

Sikat Gigi Masal

"ayo sikat gigi kaya aku"

"ayo sikat gigi kaya aku"

Merawat gigi sama saja dengan merawat harta yang anda yang paling berharga. Bagaimana tidak, gigi adalah alat vital dalam pencernaan makanan tahap awal di mulut. Bayangkan jika gigi anda bermasalah. Makanan enak pun terasa kurang nikmat. Gigi, khususnya bagian depan, adalah aset penting untuk membuat senyum jadi lebih indah. Makanya gigi kita harus dirawat dengan baik dan benar sejak usia dini.

Flashback kegiatan KKN agustus-september 2008, salah satu program peningkatan kesehatan masyarakat dari fakultas farmasi adalah sikat gigi yang dilakukan secara masal. Targetnya anak SD kelas 1-3.

Mula-mula, Tim sikat gigi KKN melakukan sosialisasi. Karna sasaran utamanya adalah anak usia 6-8 tahun, maka penyampaian informasi dilakukan dengan cara-cara yang sederhana agar bocah-bocah ini menyerap pesan yang disampaikan. Misalnya, anak diperlihatkan gambar kartun yang bercerita tentang gigi. Lainnya, anak-anak diberikan nyanyian yang isinya mengingatkan anak agar sikat gigi 2 kali sehari, setelah makan pagi dan sebelum tidur malam. Kemudian, anak-anak berlatih menyikat gigi yang benar dikelas dipandu oleh mbak dan mas KKN. Continue reading

Menyelesaikan Sampah ala Dusun Sukunan

Suka atau tidak suka kita selalu berhubungan dengan sampah. Kecil sekalipun. Ketika sudah “diamankan” di tempat pembuangan akhir tetap saja timbul masalah : Sampah itu mau diapakan? Nah, kalau diperhatikan, alur penanganan sampah saat ini baru sebatas : kumpul – angkut- buang. Kalau dibiarkan menumpuk pasti menimbulkan bau dan mengganggu pandangan mata, kalau dibakar lebih mengganggu lgi juga bahaya bagi yang menghirup asapnya. Sampah yang menumpuk bertahun-tahun akan menyebabkan air yang berporkolasi ke dalam tanah tercemar.

Belajar dari Dusun Sukunan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman, DIY yang sudah berhasil mengelola sampahnya dengan baik hingga “hasil”nya pun turut dirasakan masarakatnya. Dan dijadikan dusun percontohan pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat.

Apa sih yang melatarbelakangi Dusun Sukunan susah-susah mengelola sampahnya?

Yaitu pengakuan dan keluhan warganya terhadap tumpukan sampah yang mereka hasilkan sendiri dirasa sangat mengganggu. Biasanya sampah rumah tangga mereka bawa ke sawah atau dipekarangan belakang rumah mereka untuk di kubur. Tapi ketika sudah tidak ada lagi lahan kosong untuk dibuat jugangan sampah, maka sampah-sampah tersebut akan dibakar, yang mengakibatkan keluhan gangguan kesehatan. Sehingga kemudian oleh beberapa warga yang peduli akan lingkungan dan masyarakat kampung munculah pikiran untuk mengelola sampah mereka. Tapi bagaimana caranya?

Akhirnya melalui proses belajar panjang dari berbagai sumber baik buku maupun mengamati langsung di tempat pembuangan akhir munculah rumus pengelolaan sampah berbasis gerakan 3R dusun sukunan, yaitu : Reduce, Reuse, dan Reclycle. Continue reading

Akhir 2 Bulan

Akhirnya habis sudah kontrak kami di dusun ini sebagai mbak mbak dan mas mas KKN. Berbagai penyuluhan, pelatihan, pembinaan, sosialisasi, serta kegiatan lapangan telah kami tunaikan sebagai bagian dari realisasi program – program yang telah kami uraikan hari dahulu. Beberapa program pribadi yang dulu pernah direncanakan harus batal karena tidak mencukupinya waktu, biaya, serta kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Untuk mengganti jam yang hilang karena program batal, maka aku melakukan improvisasi dengan membuat “produk” baru yang hasilnya kupersembahkan kepada dusun ini untuk melengkapi arsip spasial mereka. Semoga bermanfaat dihari depan.

Mimpi buruk KKN yang menghantuiku sebelum ini tidak lebih dari sekedar bunga tidur. Tidak ada pertikaian yang berarti selama ini, yang ada malah saling berbagi. Kadang bosan sesaat, tapi keramaian segera hadir untuk membuat senang kembali. Ibarat masak didapur, kuliah kerja ini juga kami bumbui dengan gotong royong, toleransi, serta saling pengertian sebagai penguat rasa diantara kami, baik teman – teman kampus maupun teman baru ‘pribumi’ kami. Bahkan dihari-hari terakhir suasana emosional akan berpisah semakin terasa diantara kami. Hari – hari disini penuh warni warna.

Tidak banyak yang aku  lakukan untuk membunuh waktu. Hanya berusaha menunaikan kewajiban serta senyum kanan kiri untuk mendekatkan diri pada warga. Akhirnya dengan mengucap hamdalah : “alhamdulilahrirobilalamin” aku tutup cerita enampuluh hari di kampung ini berharap setitik ilmu yang kami bagi akan berbuah manis dan membawa bekal baru untuk kami.

Foto-foto selama KKN bisa diliat disini

17an ditembok

Hai hai halo, posting pertama dibulan agustus ini akan aku buka dengan kalimat “Merdeka!!” hahaha.. Khusus untukku sendiri kuucapkan selamat karena berasil merdeka dari hepatitis A yang merenggut kebebasanku berminggu-minggu ini. Ah.., Tuhan masih sayang padaku 🙂

Anyway, sembuh dari sakit mengharuskanku kembali ke desa lagi melanjutkan KKN. Masuk kejalan desa pertama kali langsung berasa tujuhbelasan banget…:D Dekorasi jalan yang sederhana namun meriah ini mampu membangkitkan gairah kemerdekaan masyarakatnya juga membuatku semakin bertekad : “aku harus benar-benar sembuh”.

Pasca sakit aku belum boleh melakukan kegiatan yang melelahkan jadilah kerjaanku hanya makan, tidur, kalo ada kegiatan diluar paling cuma motret-motret doang seperti sore kemaren. Semangat kemerdekaan warga mulai disalurkan untuk kegiatan kerja bakti mempersiapkan lomba-lomba khas 17an. Sore kemaren ceritanya di Dusun Sawungan ada kegiatan mural, itu loh menggambar di tembok, tapi kali ini khusus untuk anak-anak kecil. Tembok yang dikorbankan untuk dilukis bocah-bocah ini ya tembok luar rumah warga yang ‘ga kepake’ kirakira sepanjang 15 meter dibagi-bagi untuk 7 ‘kertas’ gambar.

Temanya jelas, 17an dong.. Continue reading

Siram 1000 Pohon

Kegiatan Pemeliharaan 1000 Pohon diadakan oleh Pemkab Sleman sebagai upaya pemeliharaan lingkungan dan program khusus Prokasi (Program Kali Bersih). Nah, kebetulan area yang ditanami 1000 pohon secara administrasi masuk dalam Dusun Tanen, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Karena butuh “tenaga” banyak, maka diundanglah mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang kebetulan sedang KKN di Desa Hargobinangun untuk membatu kegiatan siram-siram pohon. Selain kami (UGM) ada mahasiswa lain dari ISI (Institut Seni Indonesia), dan mahasiswa Sanata Dharma. Kira-kira ada sekitar 100 orang mungkin juga lebih hadir ditempat dan aktif dalam kegiatan ini termasuk polisi, polisi hutan, dan Pak Kades.

“1000” pohon yang disiram hari ini sudah ditanam sejak bulan Februari 2008. Jumlahnya sih ga persis seribu, tapi karena banyak jadi gampangannya disebut seribu pohon aja, gitu. Jenis pohon yang ditanam yaitu tanaman-tanaman keras, seperti kayu putih, manggis, dan berbagai jenis tanaman berdaun jarum.

Pohon yang dirawat yaitu pohon-pohon muda kira-kira setinggi pingang orang dewasa karena pohon-pohan muda seperti itu perakarannya belum mampu mencari air untuk makanannya sehingga harus “dibantu” sama kita-kita ini untuk merawatnya. Tidak semua pohon yang ditanam pada bulan Februari masih hidup sampai bulan ini, jadi pohon-pohon yang sudah kering (mati) “direlakan” untuk tidak disiram.

Perlengkapan yang digunakan untuk menyiram pohon yaitu botol-botol minuman bekas yang masih layak pakai, bambu, dan kawat. Botol yang sudah diisi air dan dilubangi sedikit bagian tutupnya digunakan sebagai infus. Nah, praktek penyiramannya ya pakai botol-botol minuman tadi itu trus di ikatkan dibambu yang fungsinya juga untuk menyangga pohon biar tumbuhnya bagus. Begitu..

Ga nyampe sehari , air dibotol-botol itu udah habis berinfiltrasi kedalam tanah semua. Selamat makan pohon-pohon…

Karena dikerjakan banyak orang, jadi 1000 pohon pun ga terasa sudah diinfus semua. Mungkin kira-kira 15% dari 1000 pohon tidak dapat di”selamatkan” lagi. meskipun kita tidak merasakan langsung manfaatnya, tapi semoga yang kita lakukan sekarang bermanfaat untuk orang lain.


Bukan nada tapi Melodi

Namanya buah melodi. Yang terbayang dibanakku bentuknya mirip tangga-tangga nada seperti dibuku musik. Ternyata tidak 😀 , bentuknya lebih mirip timun berwarna ungu. Rasanya? kata orang (yang sudah pernah mencoba) seperti kombinasi blewah dan melon. Tapi belum pernah kucoba sendiri, takut doyan 😀

Si Melodi aku temukan di rumah Pak RT (Ds.Sawungan) waktu main-main ke rumahnya. Menurut cerita beliau, buah melodi banyak tumbuh (liar) di sepanjang jalan ke Kali Kuning. Orang-orang di desa sini sering menggunakannya untuk masak (tapi ga tau untuk jenis masakan apa) karena katanya (lagi) buah ini berkhasiat untuk penderita penyakit jantung, diabetes, dan ginjal.

Hasil googling dari sebuah web blog menyebutkan bahwa :

“Setiap 100 g pepino mengandung vitamin C 25.1 mg, protein 0.6 g, betakaroten 26.6 mg dan asam 79.3 mg. Buah ini bermanfaat untuk meningkatkan stamina, menurunkan tekanan darah dan mencegah sariawan. Serat (dietary fiber) pepino juga sangat tinggi, baik untuk membantu sistem pencernaan, mencegah sembelit dan wasir. Manfaat lain serat, adalah mengikat zat karsinogen pemicu kanker kolon pada saluran cerna. Teks : Budi Sutomo” http://budisutomo.multiply.com/journal/item/46/Pepino_Buah_Pendatang_Baru

Trus cari tau ditempat lain, ternyata sudah banyak petani didaerah ini yang membudidayakannya. Baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk dipasarkan. Juga sudah pernah ada penyuluhan pertanian tentang buah melodi. Pake masuk TV segala loh.. Wah..aku ketinggalan jaman!

Jika ada yang ingin tau lebih jauh tentang budidaya buah melodi silakan klik disini. Kebetulan lokasinya ada ditempat KKN saya (Kec.Pakem, Sleman, Ykt)