Belajar Prioritas

Ini hari-hari dimana Kelana (6th) sedang ingin bermain di luar sesuka hati, tapi ingin mengerjakan ini itu juga di rumah, dan kegiatan rutin lainnya bersama umi abah. Dengan rencana kegiatan Kelana yang segambreng (dia yang bikin sendiri kegiatannya) dia harus belajar menata waktu “luang” sepulang sekolah yang dia punya.
Yang udah-udah kejadiannya abis magrib pulang dari mushola Kelana ngambek karena ga sempat ini ga sempat itu, padahal sumber masalahnya karena Kelana belum ngerti cara bagi waktu. Gw ga mau prime time kegiatan abis magrib kita didului dengan ambek dan hati ga ikhlas Kelana. Maka minggu lalu gw obrolin soal waktu ini sambil main.

20180321_135915

Mungkin ada yang udah pernah liat video seorang dosen datang ke kelas membawa toples penuh berisi macam-macam benda lalu berusaha memasukkan semua benda itu kedalam toples hingga penuh namun toples bisa ditutup. Games ini yang gw dan Kelana mainkan. Karena ini kegiatan spontan, benda-bendanya yang ada di dapur aja. Bokahan bawang putih, jahe, bawang merah, dan beras.

Instruksinya: tolong masukkan benda-benda ini ke dalam toples lalu tutup toplesnya yang rapat ya.

Kelana pikir ini mudah maka saat percobaan pertama dia sudah betul memasukkan bongkahan bawang putih dan jahe duluan, namun karena tidak sabar dan disiplin semua dimasukkan sampai tumpah dan tidak cukup ditutup. Percobaan kedua dibalik, Kelana memasukkan semua beras sampai sepertiga toples penuh.  Kemudian satu-satu benda lainnya dimasukkan, tetap tidak cukup dalam toples. Lalu sadarlah Kelana bahwa games ini cukup tricky untuk dia. Lalu dia coba lagi, kali ini dia coba urutan baru: bawang merah duluan, disusul yang lain. Belum berhasil juga. Matanya menatap bertanya-tanya, gimana nih Mi. Sedikit clue, lalu dikerjakan lagi dan berhasil. Lalu diulang lagi bermainnya, namun kali ini sambil diskusi kok kalau begini cukup kalau begitu tidak cukup.

Intinya adalah menyusun prioritas. Karena dalam hidup kita harus memilih yang mana yang dikerjakan duluan sesuai urgensi, besar manfaat, kualitasnya dan lain-lain sesuai dengan kondisi masing-masing. Melatih skill menyusun prioritas.

Tak apa menunda kesenangan-kesenangan kecil demi mengerjakan hal lain yang kebahagian dan kebermafaatannya lebih besar. Kenapa menunda, bukan tidak dikerjakan sama sekali? Untuk menjaga semangat dan hati yang gembira saat mengerjakan hal hal besar.

Mudah-mudahan nyampe ya pesannya. Supaya kejadian ngambek karena ga sempat ini itu bisa diminimalisir dan hilang seiring Kelana latihan mengelola waktu.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu maka blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang kehidupan sehari-hari. Enjoy!

One thought on “Belajar Prioritas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s