2 Tahun Masih Jauh

cooler bag dan breaspump set di meja kantor

cooler bag dan breaspump set di meja kantor

Hari ini tepat jumat kedua sejak saya putuskan untuk “pensiun” memerah ASI di kantor. Agak aneh rasanya ke kantor tanpa membawa cooler bag dan breastpump set. Sebelum berangkat ke kantor saya yakinkan diri bahwa “tidak ada lagi yang tertinggal” dengan hanya mambawa satu tas kerja sajašŸ™‚

Tentu ada alasan kenapa saya yang bertekad menyusui Ā sampai 2 tahun berhenti memerah ASI di kantor saat anak saya baru berusia 14 bulan 2 minggu. Masih 10 bulan lagi sebelum akhirnya mulai menyapih, dan ntah berapa lamanya sampai dia benar-benar berhenti menyusu :’)

Alasan utamanya adalah karena Kelana sendiri.

Ntah kenapa sudah hampir sebulan ini dia tidak lagi mau menyusu ASI dari gelas/dot seperti biasa saat saya bekerja. Bahkan biasanya tidur siang kelonan dengan botol, sekarang tidak mau lagi. Meskipun demikian, dia tetap menyusu langsung dg saya bila saya ada.

Saya sudah cek tanggal kadaluarsa stok ASI beku di kulkas. Semua masih aman, semua ASI beku belum berumur 2 bulan. Saat dihangatkan rasa ASI stok juga tidak berubah. Saya betul-betul merasakan rasa susu saya sendiri untuk memastikan bahwa ASI stok yang diminum Kelana rasanya tidak berubah. Saya yakinkan diri bahwa tidak ada yang salah dengan penyimpanan stok ASI saya di kulkas. Rolling botol ASI selalu saya lakukan saat menyimpan ASI perah. Pulang kantor biasanya saya “panen” 3 botol masing-masing berisi 100 ml ASI. Setelah diberi stiker catatan tanggal ASI diperah, 1 botol saya simpan dikulkas bawah untuk diminum Kelana esok pagi, 2 botol saya naikkan ke freezer. Kemudian menurunkan 2 botol tanggal tertua dari freezer. Selalu begitu setiap hari sehingga stok ASI beku selalu baru.

Karena setiap hari saya konsisten mengisi stok ASI, bahkan sabtu minggu saya tetap memerah ASI. Saat Kelana mogok minum ASI perah maka stok ASI di freezer menumpuk. Ini yang membuat saya cukup kaget sekaligus bersyukur. Saya pernah merasakan tidak punya stok ASI sama sekali saat Kelana berusia 9 bulan dan sudah ada agenda ke luar kota. Bisa dibayangkan betapa galaunya saya saat itu. Tidak ada pilihan untuk mengganti ASI dengan susu lain, pilihannya hanya satu, berusaha meningkatkan produksi ASI. Memerah ASI dalam ketegangan sangat tidak dianjurkan, tapi saya bersikeras bahwa saya pasti bisa. Singkat cerita, saat itu dalam waktu seminggu saya berhasil meningkatkan produksi ASI sampai punya stok ASI untuk 2 hari. Daaan, hari ini saya sangat bersyukur melihat jajaran botol ASI di freezer. Banyak!šŸ™‚

Sejujurnya saya tidak terlalu kuatir kalau Kelana tidak mau lagi menyusu ASI dari botol. Saya jadi tidak sulit melepaskan ketergantungan dia dari botol karena dia sendiri yang memutuskan untuk berhenti ngedot. Tindakan bijaksana sekali dari bocah berumur 14 bulan hehehe…Ā Yang berubah hanya waktu tidur siangnya. Kalau biasanya disodoring botol jam 12 siang dia langsung ambil posisi tiduran, sekarang tidak ada kegiatan kelonan dengan botol. Cukup di puk puk yang lamaaaaa banget baru dia tiduršŸ˜€

Semua orang berproses, tidak terkecuali Kelana. Saya hanya menerka-nerka apa yang menyebabkan dia berhenti ngedot dari tingkah lakunya. Volume makanan beratnya tidak bertambah, tapi saya perhatikan dia sekarang lebih sering minta minum air putih dan ngemilnya makin yahud. Mungkin dia sedang merasakan asiknya diberi kebebasan makan makanan yang sama dengan orang dewasa yang diperbolehkan untuk dia.

Saya belum tau apakah berhenti memerah ASI di kantor sekarang akan menjadi seterusnya atau tidak. 2 tahun masih jauh. Sekarang terlalu dini mendeklarasikan berhenti mengisi stok ASI. Sementara Ā ini, saya nikmati dulu istirahat siang yang lebih panjang dan bekerja full time tanpa alarm “waktu memerah ASI” . Bila nanti Kelana kembali ingin minum ASInya dari botol, saya selalu dengan senang hati membawa cooler bag dan breastpump set lagi ke kantoršŸ™‚

Selamat 15 bulan, Kelana. Udah gede juga ya kamušŸ™‚

This entry was posted in Family, Menyusui and tagged , , , , by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

7 thoughts on “2 Tahun Masih Jauh

  1. Pingback: Next Step, Weaning With Love | anakkutu

  2. Mba lisa,,

    I feel u.. Kejadiannya sama persisssss dengan yg sy alami saaat ini. Khawatir gizinya kurang karena absen minum asi di pagi-sore hari, saya googling2 tentang mogok minum asi perah, alhamdulillah nemu blog ini.

    Anak saya sdh mogok asip sejak 2 minggu ini, ga ada asip yg berhasil diminum. Asi dalam kondisi baik, menggunakan stok lama maupun stok terbaru sdh dilakukan, namun dia tetap menolakšŸ˜¦.. Sebelumnya sempat mogok juga, namun ga lama dan minimal dalam satu hari sempat minum 1 botol.

    Boleh sharing mba,, stlh mogok nyusu asip selama sebulan, apakah kelana akhirnya mau minum asip lagi? Trus apakah kelana ditambah dengan vitamin?

  3. Waah sama persis dan usianya jg sama. Uda googling gak nemu-nemu. Cmn ini yg pas bgt ceritanya.
    Trus gimana nasip asi perah di frezer? Mau dibuang sayaaaang bgt, mau di donorin jg prosesnya sulit.
    Lantas harus gimana mbak???

    • Dibiarin sampai kadaluarsa aja sih. Soalnya waktu itu jaga2 kalau kalau anaknya mau ngedot lagi.. ternyata anaknya emang bener2 ga mau asip lagi. Yasudah dibiarkan basi sendiri trus dibuang. Good luck

  4. Ok mbak makasih,,,.
    Alhamdulillah jadi makin mantap untuk berhenti merah asi dikantor.
    Tadinya sempet takut produksi asi gak stabil, krna prinsipnya makin sering dikeluarkan jadi makin sering diproduksi.
    Ternyata mbak malah bisa tetap menyusui sampai 2tahun lebih dengan weaning with love.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s