Cepet Sembuh, Nak

Tenang disaat anak sakit bukan perkara yg mudah untuk dilakukan. Apalagi ini anak pertama. Saya terdoktrin oleh buku buku perkembangan anak, pengetahuan tentang merawat bayi, dan sejenis itu untuk bersikap tenang dikala terjadi sesuatu pada bayi saya. Kali ini tingkat ketenangan saya diuji, bayi saya 4 bulan, sakit untuk pertama kalinya. Tidak terlalu berat untuk permulaan, “hanya” batuk pilek๐Ÿ™‚

Tubuh kecilnya diserang ntah apa hingga menyebabkan dia batuk berdahak. Nafasnya berat, tiap kali batuk, terdengar seperti dia berusaha sekuat tenaga mengeluarkan dahaknya, terkadang sampai stress dia teriak. Saat teriak, dia dengar suaranya sendiri dan tampang curious nya muncul, dia penasaran dg suaranya yg parau, kemudian dia teriak lagi. Dilakukannya berulang ulang hehehe. Timbul rasa geli ditengah rasa kasihan krn batuknya. Dasar anak kecil.

Hari hari pertama dia batuk masih saya biarkan. Menurut buku2 yg saya baca, batuk adalah reaksi alami utk mengeluarkan benda asing yg masuk dalam saluran pernafasan, ini juga dilakukan bayi. Sejauh ini hanya saya pantau suhu tubuh dan batuknya, sambil di terapi uap untuk bantu melegakan nafas. Sayang sekali cuaca mendung belakangan sehingga kita ga bisa sunbathing.

Jalan empat hari batuknya makin berat, diperparah dengan ingusan, muntah kemudian badannya panas. Oke, stay cool and calm. Saya sempat dipuji suami, tiap kali si bayi muntah dengan tenang saya telungkupkan badannya. Hehehe ini sih udah hapal, krn disemua buku perawatan bayi bilang kalau anaknya muntah/gumoh segera dimiringkan atau di telungkupkan supaya tidak tersedak.

Sementara yg dilakukan untuk menurunkan panas adalah dg berpelukan, membuat tubuh bayi saya nyaman dalam dekapan dada, seperti kanguru menggendong anaknya. Ini salah satu teknik skin to skin contact untuk menyelaraskan suhu tubuh bayi dg ibunya, diharapkan efek berpelukan ini suhu tubuh bayi menjadi normal kembali. Sambil berpelukan, kompres kepala, dan baskom air panas utk penguapan ruangan diganti terus. Dan tarraaa..panasnya turun. Obat penurun panasnya disimpen lagi, ga jadi dikasihkan. See, gak perlu panik kan?๐Ÿ™‚

Hari berikutnya saya putuskan untuk membawanya ke dokter saat muntahnya lebih dua kali dan sudah dua malam dia tdk bisa tidur nyenyak karena batuknya menjadi jadi. As you know, pulang dari dokter kami dibekali puyer untuk si bayi, beraroma strawberry dan bungkusnya bergambar menyenangkan. Hehe..sama sekali tidak menyenangkan. Pesan dokter harap dihabiskan krn mengandung antibiotik didalamnya.

Ah…saya tau tidak semua penyakit diobati dg antibiotik, saya juga tau antibiotik bukan obat yg tepat untuk batuk pilek, tapi kali ini saya turut kata dokter. Kebetulan dokter anak ini pro ASI dan sangat komunikatif. Ini yang bikin saya tega mencekoki si bayi dg puyer rasa strawberry itu.

Tenang yang lain lagi adalah saat menyuap puyer ke bayi dan tidak lama kemudian dia muntahkan isi perutnya. Penolakan yg sangat jelas. Lidahnya selama ini hanya kenal rasa manis manis jambu dari air susu ibunya, kali ini diberikan rasa lain yg sangat aneh dan absurd menurut dia. Saya baca raut wajahnya yg kebingungan. Lagi lagi muncul rasa geli ditengah kasihan. Dasar anak kecil hehehe..

Mengalah dg resep dokter setelah berupaya melakukan home treatment bukanlah suatu kekalahan. Melainkan sebuah tindakan waspada yg bijaksana. Bukan kah semua orang tua tidak ingin sesuatu yg buruk menimpa anaknya? Yup, silakan manggut manggut.

Hari ini kondisi si bayi jauh lebih baik setelah dua hari minum puyer rasa straberrynya. Dia tetap berusaha keras mengeluarkan dahak dg batuk sesekali, bersin sekali, dan ingusan beberapa kali. It’s okay. Ini proses. Kita tidak sedang main sulap bim salabim jadi apa prok prok prok kemudian batuknya hilang trus keluar kelinci lucu hehehe. Kita sedang berikhtiar untuk kebaikan kita bersama (oke mulai lebai!).

Cepat pulih, nak. Siap siap ber-Kelana lagi๐Ÿ™‚

This entry was posted in Diary, Family and tagged , , , , by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

2 thoughts on “Cepet Sembuh, Nak

  1. nice info.. thank’s ya..๐Ÿ˜€
    kebetulan istriku br hamil 7 bln,dan ak sdh baca semua blog km. dan itu sangat menambah wawasan ku.. mohon doanya ya supaya istriku dpt melahirkan dg normal,selamat,dan sehat.,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s