Kicauan #wakatobi Part 2

Hari ini saya berkicau lagi tentang perjalanan ke Wakatobi. Melanjutkan cerita kemarin, sekarang settingnya di Pulau Kaledupa. Cerita ini belum pernah published sebelumnya.

Ada 108 tweets dan sungguh melelahkan karena diposting dg internet kacau balau. Tapi alhamdulillah, kicauan sukses diselesaikan🙂

Untukmu yang tidak punya waktu ngetweet atau tidak punya akun twitter, aku udah siapkan transkripnya di sini. Atau yang main twitter juga boleh ngikutin cerita ini bisa twitter.com/anakkutu #wakatobi

*orang gila macam apa yg bikin cerita di twitter (nepok jidad)😀

PART 2 #wakatobi

  1. Sore itu setelah snorkeling kami diantar kembali ke P.Hoga #wakatobi
  2. Setelah selesai beberes barang, teman2 lain sudah siap naik ke speedboat utk kembali ke Wanci #wakatobi
  3. Kami berpisah disini, tujuan aku&yaya skrg ke Kaledupa melanjutkan survey #wakatobi
  4. But we have no idea et all about how to get Kaledupa from Hoga hehe… #wakatobi
  5. Tdk mgk ada kapal umum reguler yg sengaja mampir ke Hoga dan tdk mgk jg kami nginap disini #wakatobi
  6. Tak ada sinyal juga utk menelpon #wakatobi
  7. Di #wakatobi paling bagus sinyal indosat, itu juga hanya sebatas kota Wanci dan pusat kota di Kaledupa (Ambeua)
  8. Selangkah lepas dari kota, bye bye sinyal. Apalagi telkomsel, menderita! Yg lain? Don’t even thkn bout that (lol) #wakatobi
  9. Kembali ke cerita : kata penjaga pulau, tunggu sj biasanya ada nelayan yg lewat di pantai Hoga #wakatobi
  10. Tapi itu jg gak pasti ada *glek nelenludah #wakatobi
  11. Aku&yaya sdh pasrah kl hrs bermalam disini, kita bikin bivak saja, cottage2 itu kan mahal #wakatobi
  12. Tak lama kemudian perahu nelayan melintasi perairan Hoga, kmi melambai2kan tangan berharap si nelayan melihat kami #wakatobi
  13. Si nelayan merapat, selanjutnya percakapan antara yaya dan nelayan. 20rb sj utk ganti bensin gt katanya. Ok berangkat pak… #wakatobi
  14. Saat si nelayan brtanya kemana pelabuhan tujuan, kami pun saling bertatapan hahaha nama pelabuhannya. Kami bukan pengingat yg baik😀 #wakatobi
  15. Mulailah tebak2 antara nelayan dan kami, dia menyebutkan hampir semua nama dermaga yg ada di Kaledupa brhrap ada nama yg dikenal #wakatobi
  16. “Ambeua?” Nah itu dia! “Ambeua!!”😀
  17. Pak nelayan sambil main tebak2 dg kami sambil nguras air yg masuk ke kapal http://yfrog.com/6ewwmj
  18. Pelabuhan/dermaga Ambeua terletak di Kota Ambeua Besar yg sekaligus menjadi ibukota Kec.Kaledupa #wakatobi
  19. Hanya butuh waktu 20 menit utk menyebrang dari P.Hoga ke P.Kaledupa dg mesin bertenaga kecil (maaf gak ngerti macem2 mesin) #wakatobi
  20. Sampai di dermaga, sudah ada Polisi Hutan (Polhut) Taman Nasional Kepulauan #wakatobi (TNKW) menunggu kdtgan kami
  21. Mereka cemas krn kami tak kunjung datang hingga sore. Dan ternyata nelayan td disuruh Bpk2 Polhut itu utk mencari kami😀 #wakatobi
  22. Kdtgan kami hari itu mmg sdh kami informasikan ke Balai TNKW, utk ijin penelitian #wakatobi
  23. Dan juga utk minta ditemani survey keliling Kaledupa hehe…#wakatobi
  24. Tak berlama2 di pelabuhan krn hari mulai gelap, kami langsung digiring menuju Homestay khusus tetamu Balai TNKW #wakatobi
  25. Kalau tamu2 “komersil” homestay ini dikenai biaya 100rb/malam, tp ada pengecualian utk tamu “peneliti” #wakatobi
  26. Rata2 rumah di kota ini berbetuk rumah kayu panggung setinggi ±2m. Ukurannya variatif dari kecil sampai yg besar utk balai warga #wakatobi
  27. Foto suasana Kota Ambeua dg Jln Poros satu2nya yg ada #wakatobi http://yfrog.com/j7p5suj
  28. Kolong rumahnya rawa2, malah rumah yg dekat pantai kolongnya masih berupa akar bakau besar2 #wakatobi
  29. Homestay yg kutinggali py teras cantik utk duduk2 minum teh. Cat biru-nya bikin adem #wakatobi
  30. Homestay ini hy pny 1 bilik ukuran 4×6 dan km.mandi kecil 2×3 dilengkapi dg tandon air (yg kosong) #wakatobi
  31. Kaledupa adl pulau yg paling kaya air diantara kepulauan #wakatobi lainnya, itu jg tdk semua wilayah pulau ini
  32. Spt disini misalnya. Air tdk sanggup dipompa ke atas rumah #wakatobi
  33. Kl mau mandi hrs angkut air dr keran bawah. Krn mesin pompa sederhana blm sanggup menaikkan air setinggi rmh panggung #wakatobi
  34. Jadilah air betul2 kami hemat hy utk keperluan yg sgt penting #wakatobi
  35. Sementara itu, basecamp bpk2 Polhut yg jarang pulang adl rumah beton, bagus, dan nyaman seperti rumah kita2 #wakatobi
  36. Shg terjadilah ketimpangan sosial antara kami dan bpk2 polhut perihal air #wakatobi
  37. Kami wanita yg lemah tak berdaya hrs menimba air tiap kali kebelet pipis, sementara di basecamp mrk air melimpah ruah #wakatobi
  38. Untunglah bpk2 Polhut TNKW baik hati bersedia kami jajah salah satu km.mandi di basecamnya😀 #wakatobi
  39. Maka dg demikian urusan air sudah beres, survey bisa dilanjutkan #wakatobi
  40. Malam ini kami hy berbincang2 dg bpk2 Polhut perihal tujuan dan target survey #wakatobi
  41. Kami kembali ke homestay yg hy berjarak 100 meter dari basecamp TNKW utk istirahat #wakatobi
  42. Tak ada firasat buruk ttg tempat ini. Saat akan mulai tidur, lampu yg tdnya benderang tiba2 mati “jleb!” #wakatobi
  43. Untung selalu sedia senter kecil jadi kami tidak panik (hy heran saja krn rumah sebelah terang benderang) #wakatobi
  44. Perlu diketahui, listrik di Kaledupa hy dinyalakan PLN jam 6 sore sampai jam 7 pagi esoknya #wakatobi
  45. Setelah jam 7 pagi sampai jam 6 sore, jgn harap bisa ngecas HP, nonton gossip, atau masak nasi dg rice cooker #wakatobi
  46. Akhirnya malam itu kami kumpulkan keberanian utk tidur tanpa penerangan sama sekali. Tp cahaya diluar masih terlihat samar2 #wakatobi
  47. Malam pertama sukses. Gelap2an dan nyamuknya dahsyat. Pagi buta kami sdh siap memulai survey #wakatobi
  48. Sarapan seadanya (masakan bpk2 polhut) setelah itu tak lebih dari jam 8 kami sudah di jalan #wakatobi
  49. Dg 2 motor trailer, masing2 dari kami didampingi seorang Polhut #wakatobi
  50. Aku didampingi, sebut saja Pak Sule. Bertampang garang, tangan kirinya tak lepas dari rokok kretek #wakatobi
  51. Ngebatin : kl Polhutnya sesangar ini mah siapa jg takut mau bikin salah #wakatobi
  52. Target pertama adl Pantai Peropa. Terletak jauh di ujung barat laut Pulau Kaledupa #wakatobi
  53. Kabarnya Pantai Peropa mengalami abrasi hebat shg menyebabkan kebun dan pekarangan warga hilang #wakatobi
  54. Motor ku yg dijoki scr professional olh Pak Sule memimpin didepan #wakatobi
  55. Dr awal Pak Sule mencoba jalur2 tak umum. Kebun diterobos,kolong rmh panggung, bhkan kandang sapi jg dihajar #wakatobi
  56. Saat kurasa sdh jauh bermotor dan tak kunjung sampai, kutoleh ke blkg. Hah yaya mana??!! #wakatobi
  57. Kucoba memberi tau Pak Sule kl mereka tertinggal jauh dibelakang kita, tak digubris #wakatobi
  58. Kuperhatikan dari kaca spion motor Pak Sule berkomat kamit, ntah bicara dg ku ntah menyanyi #wakatobi
  59. Sempat terlintas pikiran buruk ttg Pak Sule ini, jangan2 aku dibawa kabur. Toh aku jg tdk tau bgm rupa-nya Pantai Peropa #wakatobi
  60. Lebih dari 1 jam lamanya aku dibawa berkeliling Pak Sule dg motornya, kami sampai di sebuah pantai #wakatobi
  61. Tdk ada petunjuk jalan, nama desa, orang jg gak ada yg bisa kutanya utk memastikan aku berada di tempat yg benar #wakatobi
  62. Pantainya terlihat seperti ini (Pantai Peropa) #wakatobi http://yfrog.com/bggp1iij
  63. Pak Sule org yg tidak banyak bicara. Ditanya seringnya tak dijawab. Wajahnya menakutkan kl dilihat dg jelas #wakatobi
  64. Aku mulai kuatir, krn sudah hampir 15 menit aku hanya berdua sj dg Pak Sule di Pantai ini, tak kunjung dtg si yaya #wakatobi
  65. Sejujurnya, aku mengkuatirkan diriku sendiri. Berduaan di tempat asing dg orang asing yg tak byk bicara #wakatobi
  66. Cara Pak Sule mematikan rokoknya sangat beringas membuat hati ini betul2 was was #wakatobi
  67. Meskipun berseragam Polhut, tp hati orang siapa yg tau *gigit bibir, cemas #wakatobi
  68. Pak Sule pamit katanya mau ke rmh kepala desa, dan lgs kuiyakan. Ditinggalnya aku sendirian dipantai ini #wakatobi
  69. Baru sj menenangkan hati krn ditinggal sendiri, tiba2 datang sebuah pick up hitam. 2 org duduk dimuka, 3 org di belakang #wakatobi
  70. Kami slg memperhatikan. 3 org yg duduk dibelakang seperti (maaf) kuli angkut,sementara 1org ibu2 yg duduk dimuka mgk adl boss mereka #wakatobi
  71. Kusapa terlebih dahulu, ternyata mereka adl penambang pasir. Dan benar ini adl pantai Peropa *huff..selamet..(maaf ya Pak Sule sdh berprasangka) #wakatobi
  72. 3 org yg dudulu dibak mobil tadi langsung mengambil skop dan karung pasir #wakatobi
  73. Obrolan ringan dimulai dari perkenalan dan tujuan datang kesini. Tp ibu2 itu yg lebih banyak cerita #wakatobi
  74. Menurutnya, ia adl anak Raja Buton yg dititah membuat Benteng di atas Bukit Peropa (msh sekitar pantai tp posisinya lbh tinggi) #wakatobi
  75. Si Ibu jg cerita kl dia menulis surat kpd Pak Presiden perihal kebangkitan Raja-Raja Nusantara *nepokjidad! #wakatobi
  76. Dongeng ini dipotong oleh kedatangan yaya yg heboh krn kehilanganku, syukuur… #wakatobi
  77. Ternyata yaya dan Pak Sahiyana (Polhut lain yg membawa yaya) berpikir hal yg sama dg ku ttg Pak Sule #wakatobi
  78. Tidak lama kemudian Pak Sule datang membawa kabar bhw Kepala Desa tdk ada ditempat, sebaiknya kt melanjutkan perjalanan #wakatobi
  79. Dg bahasa daerah yg tdk kumengerti Pak Sahiyana bicara dg Pak Sule. Dari nadanya ketauan kl Pka Sahiyana marah dg Pak Sule #wakatobi
  80. Belakangan baru diceritakan bhw Pak Sule ingin mengajakku melihat2 kondisi Kaledupa sgh Ia mengambil jln memutar #wakatobi
  81. Mbok ya ngobrol kl mau dibawa jalan2…jd aku kan gak secemas ini…huff..  Perjalanan dilajutkan ke Bukit Peropa #wakatobi
  82. Sampai di lokasi ke 2. Bukit Peropa. Mmg ada benteng, tp bahan bakunya tdk dr pasir pantai #wakatobi
  83. no posting
  84. Begini bentuk bentengnya. Batu penyususnnya dari gamping, tajam2 #wakatobi http://yfrog.com/5ehlyij
  85. Tdk ada yg bisa dicatat disini selain pemandangan dr atas bukit itu mmg bagus #wakatobi
  86. Begini pemandangannya #wakatobi
  87. Survey dilanjutkan ke Desa Sombano #wakatobi
  88. Kabarnya di Ds.Sombano ada danau air asin yg terparangkap didaratan, dan populasi udang merah melimpah disana #wakatobi
  89. Alhamdulillah kali ini Pak Sule membawa motornya dg lebih pelan dan tetap dijalan yg lurus *daritadi kek pak #wakatobi
  90. Sampai dilokasi kami langsung mendatangi rumah Kepala Desa Sombano utk diwawancara #wakatobi
  91. Sepanjang pengamatanku, hampir tiap pekarangan rumah dihiasi “kebun rumput laut” yg sdg dijemur #wakatobi
  92. maka dg demikian dpt disimpulkan bhw mata pencaharian pddk disini sebagain besar bertani rumput laut (selain mnjd nelayan) #wakatobi
  93. 193. Foto Desa Sombano dg “kebun rumput lautnya” #wakatobi –> http://yfrog.com/4962jrj
  94. Selesai dr Pak Kades kmi lanjut jalan kaki menuju Danau Sombano yg katanya tambak udang merah #wakatobi
  95. Ternyata munuju ke Danau Sombano tdklah dekat, Kawan.. Motor tdk bs digunakan krn jalan pantai berpasir yg hrs dilalui #wakatobi
  96. Terpaksa kami jalan kaki menyusur pantai dibawah teriknya matahari #wakatobi *aus….
  97. Gak bisa kuhitung berapa jarak yg kami tempuh selama 20 menit itu, akhirnya hawa2 danau mulai terasa semakin dekat #wakatobi
  98. Permukaan yg dilewati mulai beralih dari pasir pantai yg halus menjadi bebatuan gamping hitam dan tajam #wakatobi
  99. Tak lebih dr 100 m dr pasir yg terakhir kami injak, muncul samar2 sebuah danau yg ditutup pepohonan rindang #wakatobi
  100. Ini lah Danau Sombano yg teduh dan tetap asin walaupun di daratan #wakatobi –> http://yfrog.com/mu5tanj
  101. Danau dg populasi udang merah terbanyak yg pernah kulihat #wakatobi –> http://yfrog.com/5c4x6xj
  102. Danau Sombano pernah ditakuti penduduk sekitar krn konon kabarnya ada buaya hitam disana #wakatobi
  103. 203.Gua-gua disekitar Danau Sombano memang agak menyeramkan dan terlihat dalam sekali #wakatobi
  104. Gua2 karst disini mirip seperti gua karst di Wonosari, DIY #wakatobi
  105. Menurut Peneliti Wallacea,Gua itulah yang makin lama, makin tergerus dari pinggir laut, &mengirimkan air laut ke bag dlm pulau #wakatobi
  106. dr berbagai sumber : keberadaan danau tersebut disebabkan oleh gerusan/lobang di dasar bumi yg menembus batuan tengah pulau #wakatobi
  107. Sepanjang pengamatanku di Danau itu yg ada hanya udang merah melulu, hampir tdk ada ikan. Katanya ini udang langka #wakatobi
  108. Sekali lagi, hari itu kuagungkan kebesaran Allah dan kukagumi keunikan Negeriku. Sekian dan terima kasih
This entry was posted in Indonesia Negeriku, Kicauan Twitter, Wakatobi and tagged , by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

5 thoughts on “Kicauan #wakatobi Part 2

  1. Pingback: adakah yang bersedia menjadi tutor (privat) pembuatan web dikota jambi? | Indonesia Search Engine

  2. Wakatobi itu indah ya? Gimana caranya ke sana? dari mana dulu?

    Btw, buat yang suka shopping tapi tidak punya waktu luang karena jarak dan waktu yang tak memungkinkan… sekarang ada solusinya loh… coba deh main ke http://www.ipopscollections.com buat hunting tas branded dan jam tangan branded dengan harga MURAH🙂

    Cheers…

    • Terima kasih tawarannya.
      Ke wakatobi yang paling mungkin dari manapun asalnya harus ke Kendari dulu. Setelah itu bisa naik pesawat Susi Air langsung ke Wanci (Ibukota Kab.Wakatobi). Atau bisa lewat jalur laut, Kapal dari Kendari ada setiap hari Kamis ke Wanci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s