Perjalanan Bau-Bau Ke Wanci

pelabuhan#2

suasana pelabuhan

Pelabuhan ini seperti pasar malam, ramai orang. Sepanjang  10 meter orang berjualan didepan kapal UKI Raya III yang akan berangkat malam itu dari Bau-Bau ke Wanci. Obor-obor kecil dari mereka menerangi langkah kami menuju kapal. Jarak sandar kapal “cukup” jauh sehingga membuatku hati-hati melangkah lewat papan panjang ke badan kapal, kuatir terpeleset karena sendal karet yang kugunakan gak yakin anti selip.

Kapal kayu ini cukup besar. Mungkin muat sekitar 100 penumpang, ditambah dengan motor yang satu-dua dibawa penumpang. Kata temanperjalanku, dia lebih nyaman naik kapal kayu seperti ini dibanding naik speedboat yang terbuat dari fiber. Alasan keamanan, katanya. Speedboat lebih mudah pecah dan karam kena hantaman ombak (ombak-ombak tertentu pastinya) dibanding kapal kayu. Juga dalam hal rancangan badan kapal, jika terjadi sesuatu (semoga tidak) penumpang lebih cepat menyelematkan diri dari kapal ketimbang dari speedboat. Ah, semoga kami selamat sampai tujuan.

Kapal kayu ini disiapkan untuk perjalanan jauh. Dilengkapi dengan kamar tidur yang didalamnya ada 2 pasang ranjang tingkat dengan alas kasur busa tipis, bantal, dan guling. Sementara di luar kamar berjajar ranjang tingkat dengan alas matras tanpa bantal guling. Harga tiket untuk penumpang berkamar 133 ribu rupiah ditambah pajak masuk penumpang di pelabuhan 2 ribu/orang. Pas 135 ribu. Sedangkan yang tidak dikamar harganya 80 ribu.

Aku kuatir ranjang atas pesanan kami diambil orang lain karena datang nyaris terlambat. Saat kami datang, sudah ada tas-tas yang mengisi rajang bawah. Mungkin merasa terjajah atau apa, kami disambut sinis oleh 2 ibu pemilik tas yang datang duluan ke kamar (yang sama dengan) kami. Bukan salah kalau datang-datang kami ambil ranjang atasnya karena sejak siang 2 ranjang atas di kamar itu sudah kupesan, jadi kalau ibu-ibu itu tidak bisa tidur karena kuatir kejatuhan badanku, itu resikonya, bukan urusanku. Siapa suruh marah-marah pada orang tidak bersalah *halah.

map_bau2_wanci

Rute Perjalanan Bau-Bau ke Wanci

Setelah kejadian tarik-tarikan urat dengan ibu-ibu bawel itu kami ambil posisi di kasur masing-masing, membuat nyaman diri untuk tidur sepanjang perjalanan malam ini. Perjalanan Bau-Bau ke Wanci akan memakan waktu 8-9 jam. Kapal UKI RAYA yang kami tumpangi berangkat pukul 9 malam, jadi kira-kira dengan kondisi ombak tenang seperti sekarang insyaalloh kapal akan merapat di pelabuhan wanci pukul 6 pagi.

Sebenarnya akses ke wakatobi bisa juga lewat udara dengan maskapai Susi Air yang sekali terbang mengangkut 12 penumpang. Harga tiketnya berkisar 300ribuan/orang. Harga bisa berubah sewaktu-waktu, itu pun belum tentu kebagian terbang karena jatah kursi habis. Pilihan berlayar adalah yang paling bijaksana untuk perjalan kami karena budget yang terbatas.

Ah.. letihnya hari ini. Seharian tadi kami menghabiskan pagi di Pantai Nirwana-nya Bau-Bau yang indah, berenang-renang ditengah padang agar-agar dan menikmati sarapan nasi kuning dihamparan pasir putih pantai, nirwana. Tidak lupa pose untuk oleh-oleh dari Pantai Nirwana. Kemudian lanjut wawancara di Kantor Taman Nasional Wakatobi. Dan malam ini kembali melanjutkan perjalanan.

Jadi, malam ini harus cukup tidur karena besok pagi-pagi sudah mulai kerja lagi. Tidak ada waktu untuk bermalas-malasan, kawan. Target harus selesai sebelum musim barat. Musim barat bukanlah waktu yang tepat untuk berwisata ke wakatobi, karena laut berombak lebih tinggi dan angin berhembus lebih kencang. Sedikit mengkuatirkan.

pnirwana

Pantai Nirwana, Bau-Bau

Sampai jumpa lagi Bau-Bau. Selamat malam, selamat tidur..

[bersambung Senyam Senyu Sana Sini]

This entry was posted in Cerbung, Wakatobi and tagged , , , , by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

6 thoughts on “Perjalanan Bau-Bau Ke Wanci

  1. Kami sekeluarga berencana pindah ke wanci, agar mandiri jauh dr orang tua. Tp sy pribadi bnr2 br mengenal sebatas nama. Mohon info ‘anything’. Di sby sy wiraswasta (pedagang) apakah adakah potensi perdagangan disana sejauh pengamatan anda? Dan mohon rincian budget serta lama perjalanan dr surabaya jalur udara & darat-laut. Thnx v much

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s