Menyelamatkan Diri [Cerita di Indramayu part 3#]

storm

storm

Persis di depan rumah makan yang kami datangi ada kegiatan syuting ntah untuk film atau apa. Sesekali terdengar teriakan “camera roll, action!!”. Saat angin mulai kencang aku malah sibuk melihat kegiatan syuting di depan sana. Mereka pun menyadari angin semakin kencang sehingga mulai sibuk menyelamatkan properti mereka yang besar-besar dan mahal seperti, berbiji-biji lampu sorot, reflector, mic, kamera, belum lagi menyelamatkan artisnya.

Mbak Fauziah dan Bu Lilik memilih menyelamatkan diri masuk kedalam bangunan yang lebih kokoh. Sementara aku dihadapi dilema, antara ikan atau kabur, ah sial betul kenapa tadi makan begitu lambat, sekarang ada badai begini perut masih minta diisi. Mau lari tapi mata kemasukan pasir sampai perih sekali kalo dibuka.

Akhirnya sambil berusaha mengambil gelas minumanku dan kamera, kuputuskan untuk masuk ke bangunan tembok sementara para lelaki masih di luar. Ga kepikir sedikitpun untuk merekam kejadian di TKP. Terakhir kulihat Pak Hartanto kembali duduk menghadapi makanannya dan Pak Bambang masih seru dengan 3 udang terakhirnya, ntah dengan Pak Nurdin. Ah kalo dilanjut makan juga ga bakal nikmat lagi karena paling nasi sudah bercampur pasir, batinku.

Sampai di bangunan rumah makan yang terbuat dari tembok mataku penuh dengan pasir. Rasanya berat betul dibukanya. Kucuci mataku dengan air di wastafel, tambah perih tapi lebih baik.

Setelah semuanya berkumpul kami cepat-cepat masuk mobil siap kabur sejauh-jauhnya dari pantai. Angin teramat kencang sampai-sampai menahan laju mobil. Untunglah semuanya selamat. Kami berhasil menjauh dari pantai.

Sekali lagi, ramalan cuaca dari weather.com benar.

Setelah seru-seruan dengan angin, kami pulang dan menabung energi untuk mengukur dihari terakhir, besok.

Apa kabar di laut sana ya ?

to be continued for the last story… <Hari Terakhir>

NB: sambungan dari bagian 1 : Sidik Padi ber-OPT, dan bagian 2 : Cerita di Indramayu

One thought on “Menyelamatkan Diri [Cerita di Indramayu part 3#]

  1. Pingback: Hari Terakhir –nyemplung- di Sawah [part #4 -end] « anakkutu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s