Sidik Padi ber-OPT [Karawang]

daun ber-OPT

daun ber-OPT

Minggu pertama jadi sarjana kuhabiskan di sawah (lagi) dalam rangka pengukuran spektral daun padi. Ini adalah kegiatan lanjutan dari kegiatan tahun lalu, Merekam Spectral Padi. Tahun lalu kegiatan di sawah fokus pada pengumpulan spectral library fase pertumbuhan padi di Indramayu dan Subang, kali ini kegiatan serupa dilakukan lagi untuk merekam spectral daun padi yang sakit di Karawang dan Indramayu.

Sakit apa sih ?

Sakit karena terserang OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). OPT yang dimaksud tentu saja OPT yang dominan ada di Karawang (dan Indramayu). OPT yang dominan ada di daerah ini antara lain, BLB (Bacterial Leaf Blight), BRS (Bacterial Red Stripe), BLAS, penggerek batang, dll tapi yang direkam nilai spektralnya fokus pada daun padi yang ber-BLB dan BRS.

 

Untuk apa repot-repot merekam pantulan spectral padi yang sakit ?

Hasil rekam spectral ini nantinya adalah spectral library (pustaka spektral) daun padi sakit dan padi sehat.  Secara teori, nilai spectral daun tumbuhan yang sehat dan sakit akan berbeda. Spectral library yang dikumpulkan dapat diintegrasikan dengan citra satelit untuk dilakukan deteksi lokasi mana saja yang terserang OPT dan berapa persen sebarannya tanpa harus turun ke lapangan. Namun, bukan berarti citra satelit itu sakti bisa memberikan informasi apa saja, tetap saja butuh pantauan langsung di lapangan. Namun, bila dilakukan untuk wilayah luas maka teknologi ini dapat dijadikan alternatif yang murah meriah.

tim sukses

tim sukses

Kegiatan dimulai dengan survey lokasi yang banyak serangan BLB dan BRS. Seperti tahun lalu, pengukuran spectral dilakukan saat terik-teriknya matahari jam 10-14 siang, sehingga sebisa mungkin objek yang diukur terdapat di lokasi yang berdekatan untuk menghemat waktu. Karena kalau kita harus pindah-pindah lokasi sementara waktu sempit (4 jam) dan target pengukuran banyak, maka waktu efektif mengukurnya jadi semakin berkurang.

Pada dasarnya pengukuran spectral tidak tergantung pada aspek spasial (lokasi) namun lebih menekankan pada objek. Jadi, tempatnya boleh dimana saja yang penting objeknya sesuai dengan tujuan. Maka mulailah kami mencari lokasi yang oke untuk mengukur, dipandu oleh tuan rumah bapak dan ibu dari Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Karawang. Setelah menemukan kondisi padi dan lokasi yang cocok maka besoknya pengukuran dilakukan.

Target tembakan kali ini adalah selembar penampang daun padi (rata-rata selebar 2 cm) yang terserang OPT, bukan rumpun padi. Jadi, kita betul-betul harus memastikan bahwa area rekaman spectral hanya jatuh pada penampang daun, bukan pada objek lain. Nah, berangkat dari sini maka dirancanglah dudukan spectrometer agar posisi rekam spektral tepat pada sasaran.

Untuk membuat dudukan spectrometer perlu mempertimbangkan parameter-parameter pengukuran yang didasari oleh perhitungan matematis sederhana, Teori Pytagoras *halah*. Maka, dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, usaha, dan pemikiran keras pak hartanto dan Mas Yoke akhirnya temuan baru yang belumsempatdinamai ini dilahirkan (mungkin akan segera dipatenkan juga, hehe). Dengan demikian, peralatan perang semakin lengkap *senyum*.

Pagi-pagi dihari pertama mengukur kami langsung menuju lokasi yang telah ditentukan kemarin. Namanya Desa Cikalong Wetan, Karawang. Disini padi sudah pada tahap pembuahan akhir (generative) dan pematangan (ripening). Target hari pertama adalah masing-masing 30 sampel padi generative – ripening sehat dan sakit.

Secara umum, kondisi tanaman padi di sini cukup parah serangan OPT-nya. Satu daun padi bisa terserang dua atau beberapa penyakit sekaligus, BLB, BRS, serta bakteri dan virus lain. Serangan OPT seperti ini merugikan petani karena jumlah bulir yang berisi jadi berkurang sehingga mempengaruhi hasil panen.

Pengukuran hari pertama sangat lancar, didukung oleh SDM yang memadai, performa alat sip, dan cuara cerah tanpa awan. Meskipun tim nyaris dehidrasi karena kurang minum di tengah sawah (saking asiknya ngukur), tapi ini kami syukuri betul karena hari-hari berikutnya mulai muncul kendala yang lumayan menghambat.

“terima kasih MatahariNya”

🙂

main-main di sawah

Fase padi yang dominan di lokasi yang kedua (Desa Jayanegara, Kec.Tempuran) adalah fase pertumbuhan akhir (vegetative 2) dan generative awal. Serangan OPT mulai muncul didaun-daun bawah fase vegetative, sehingga untuk mengambil daun sakit-pun harus nyemplung sawah dulu. Nah, untuk yang satu ini sudah ada pasukannya sendiri. Bu Lilik dari BBPOPT khusus didatangkan untuk membantu kami mencari daun-daun padi yang sakit *terima kasih Bu Lilik🙂 *

Hari-hari berikutnya kendala yang dihadapi adalah seputar per-awan-an, per-alat-an, dan per-orang-an hehe.. Hari kedua, cuaca bagus untuk yang ngukur, tapi ga bagus untuk yang diukur. Pengukuran daun padi sehat dan sakit di 2 jam pertama lancar-lancar saja, (umur batre tablet PC hanya 2 jam). Tapi sesi berikutnya setelah mengganti laptop, awan-awan lebar menutupi cahaya matahari sehingga pengukuran harus dihentikan sampai matahari nongol lagi. Diakhir hari kedua kami hanya membawa pulang tidak lebih dari 20 sampel saja.

to be continued..

8 thoughts on “Sidik Padi ber-OPT [Karawang]

  1. Pingback: Mengintip daun padi « Catetan kecil httsan

  2. Pingback: Cerita di Indramayu « anakkutu

  3. Pingback: Hari Terakhir –nyemplung- di Sawah [part #4 -end] « anakkutu

  4. Pingback: Perekaman Spectral untuk OPT Padi « Karakterisasi TISDA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s