Pemetaan Blockplan untuk Lokasi Penempatan Tampat Sampah

Blokplan Dusun Jetisan

Blokplan Dusun Jetisan

Melihat statistik blog beberapa bulan terakhir dibagian “paling aktif” dan “pencarian tertinggi” jatuh pada sampah, plastik, peta, program KKN, dll. Sepertinya sedang ada yang mencari referensi program KKN untuk periode kedepan. Sehubungan dengan itu, tulisan ini kuambil dari laporan kegiatan program KKN-ku. Mudah-mudahan apa yang ku informasikan disini bermanfaat.

Sekedar informasi, program utama unit bidang fisik KKN yang kujalani adalah Pengelolaan Sampah Terpadu di Hargobinangun, Pakem (2008). Beberapa kegiatan bidang yang terkait dengan peningkatan kesehatan sudah kuposting sebelumnya (tag : KKN Hargobinangun). KKN kami dibagi dalam 3 sub-unit (3 dusun), sehingga aku dan seorang temanku membagi wilayah kerja sesuai dengan sub-unit masing-masing. Program utama yang kami rencanakan adalah Pemetaan Blokplan untuk Lokasi Penempatan Tempat Sampah. Program ini bertujuan untuk memetakan posisi dan kepemilikan tiap rumah di 3 dusun (Dusun Jetisan, Dusun Sawungan, dan Dusun Purworejo) sekaligus sebagai acuan penempatan tempat sampah sebagai sarana pendukung program pengelolaan sampah terpadu. Lebih jauh lagi, peta yang dihasilkan dapat digunakan sebagai acuan bagi instansi terkait dalam menentukan kebijakan pengelolaan sampah di desa ini, khususnya 3 dusun tadi. Aku bertanggung jawab untuk menyelesaikan peta blokplan Dusun Jetisan.

Pelaksanaan pemetaan blockplan Dusun Jetisan menggunakan metode community mapping, yaitu mahasiswa sebagai kartografer meminta masyarakat sekitar untuk memetakan daerahnya sendiri dengan panduan yang ada. Kartografer hanya mengubah data/peta yang didapat dari masyarakat, kemudian didigitasi menjadi data digital dan mengoreksi posisi tiap rumah maupun jalan dengan menggunakan acuan dari citra satelit. Dengan metode ini diharapkan masyarakat nantinya dapat melakukan pemetaan wilayahnya sendiri.

Penentuan titik-titik lokasi tempat sampah dilakukan dengan beberapa alternatif batasan, dapat berupa tiap RT ataupun tiap dasawisma. Tiap batasan ini mempunyai konsekuensi pengolahan sampah sendiri-sendiri. Penentuan lokasi tempat sampah dipilih menggunakan batasan RT dengan alasan batasannya lebih luas, sehingga penentuan lokasi tempat sampah bisa lebih obyektif dengan memilih daerah-daerah yang memiliki densitas tinggi sehingga diharapkan lokasi tempat sampah lebih mudah diakses dan terjangkau dengan pemukiman padat. Berhubung program pengelolaan sampah terpadu tidak sampai pada pengadaan tempat sampah, sehingga peta nantinya akan berfungsi sebagai acuan penentuan lokasi titik tempat sampah.

This entry was posted in KKN Hargobingun, Ruang Belajar and tagged , , , , by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

6 thoughts on “Pemetaan Blockplan untuk Lokasi Penempatan Tampat Sampah

  1. ini contoh langkah yang tepat, agar dlm nyusun RTRW tidak kelupaan/EGP….alokasi lahan untuk TPAS&TPA. Kerjaan spt ini sejalan dengan amanah UU26/2007 ttg penataan ruang dan UU18/2008 ttg pengelolaan sampah. Jika data spatial & numeriknya diolah dengan GIS, sangat bantu percepatan terwujudnya RTRW Kab/Kota yg juga peduli masalah sampah.
    Selamat bekerja dan jangan bosan2, masih ada lebih dari 70.000 desa di Indonesia yg harus ditata.
    Wass, Henky Sutanto-BPPT

    Thanks Pak Henky semoga apa yang kita cita-citakan bersama dapat tercapai demi Indonesia makmur sentosa😀

  2. mau tanya, sebenarnya idealnya penentuan batasan penempatan tempat sampah antara satu dan lainnya itu bagaimana?
    terima kasih =)

    • kalo dulu pernah diskusi dengan beberapa orang lokal dan perangkat desa (mereka lebih ngerti drpd kita) mereka menggunakan pembagian menurut dasawarga, tiap 10 rumah sekali.

  3. saya juga tertarik dengan topik penelitian persampahan, dan saya ingin mencoba memetakannya menggunakan GIS
    tapi kendalanya bagaimana menentukan lokasi potensial penempatan tps yang akan dibuat
    apa mbak punya referensi, atau boleh ga saya melihat bagaimana hasil proyek mbak

    • kebetulan inibukan proyek, tapi ini kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang saya ikuti. Metodenya “gampang”, untuk menentukan penempatan TKP sementara kami melakukan survey cepat yang sebelumnya telah ditentukan blok-blok pemukimannya. Tiap blok berisi 10 rumah, Jadi TKP sementara ada 1 tiap blok (10 rumah). Dan penempatan TKP di sesuaikan jg dengan ketersediaan lahan.
      Begitu ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s