Impian terwujud, tapi..

Click!

Click!

Beberapa hari lalu, fahmi nawarin VCD film Click pinjeman dari temannya. Langsung kubawa pulang, kutaro dimeja belajar. Sempet beberapa hari menginap di kamar, karena Mode mengerjakan skripsi sedang ON. Ada waktu-waktu tertentu saat pikiran jenuh, muncul bisikan – bisikan halus ditelinga ‘nonton film aja, Ca..’ eh betul juga. Sudah ada filmnya gratis ko malah ga ditonton.

Kubulak balik kotak VCDnya, baca credits-nya, sinopsis, nama-nama artis. Maka kegiatan nonton film ini pun terasa panjang. Maklum lah..jarang-jarang dapet VCD original beserta tempatnya. Biasanya selalu nyewa di rental dan pasti sudah dalam kemasan praktis yang sudah dicap nama toko rental.

Click! Bioskop mulai.

2 jam berikutnya …

Abis nonton, aku bengong. Ni film dalem amat. Walaupun dikemas dalam bentuk drama-komedi tapi maknanya dalem banget. Film Click ternyata menceritakan Mr.Newman yang super sibuk bekerja sampai-sampai hampir tak ada waktu untuk keluarga. Saking sibuknya, selagi kumpul acara keluarga Mr.Newman sibuk aja dengan handphone-nya.

Cerita berawal ketika Mr. Newman, saking jarang di rumah, ia kerepotan dengan remote-remote yang ada dirumahnya. Dia sering salah, mau nonton TV yang dipencet ternyata remote untuk buka pagar. Mau pijat dikursi pijat, yang diambil malah remote control mainan ankanya. Akhirnya pergilah dia ke toko serba ada mencari universal remote. Maksudnya satu, agar dia bisa mengendalikan segalanya dengan lebih mudah.

Ternyata, apa yang ia dapatkan ? Betapa terkejutnya ia ketika tau ternyata dia mendapatkan remote yang bisa mengandalikan Segalanya. Segalanya dengan huruf  “S”  besar, Universal dengan huruf  “U”  besar. Bukan hanya benda-benda elektronik yang bisa dikendalikannya, tapi juga hidupnya dapat dikendalikan oleh remote itu.

Ketika dia tidak menginnginkan gong-gongan anjing piaraannya di tinggal pencet tombol mute volume. Saat tidak ingin bertengkar dengan istrinya, dia tinggal pencel tombol Skip untuk membercepat waktu. Jika dia tidak ingin sakit, maka remote itu memberinya hari-hari sehat saja. Bahkan bila dia menginginkan promosi jabatan tanpa harus merasakan capeknya berusaha, tinggal pencet 1 tombol Skip yang akan berhenti tepat pada masa impiannya jadi kenyataan.

Setiap yang dia lakukan dengan hidupnya di remote itu, maka secara otomatis remote mengingat hal-hal apa saja yang di-Skip. Jadi, hidupnya berjalan hampir sempurna tanpa keributan, pertengkaran, rasa sakit, dan impian-impiannya terwujud.

Tapi, satu hal yang tidak bisa dilakukan remote itu. Bahwa : Ia tidak bisa mengembalikan waktu.

Tiap kali melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak dia sukai yang tersimpan di memori remote, maka secara otomatis remote itu akan Skip aktivitas-aktivitas tersebut, dan hidupnya akan berjalan normal kembali pada saat aktivitas baru akan dilakukannya. Selama melewati aktivitas yang tidak diinginkannya, dia tetap berada di tempat yang ia lalui namun dalam kondisi auto pilot. Raga-nya hadir, tapi jiwa-nya sedang ditempat yang lain. Seperti mayat hidup.

Sampai akhirnya banyak waktu dan kejadian yang ia lewati begitu saja demi mengejar impiannya. Anjingnya mati, anak-anaknya sudah dewasa, bercerai dengan istrinya, bahkan saat ayahnya meninggal, ia sedang berada dalam kondisi auto pilot.

Mengerikan. Apalah artinya mendapatkan apa yang kita inginkan tetapi kehilangan lebih banyak hal yang ternyata kita ingin sadar melihatnya terjadi, bukan melewatkannya.

Sering kan ngerasa ih ko waktu cepet berlalu ya.. adik sudah besar, si ini sudah lulus kuliah, si anu sudah menikah, si itu kerja di sana, si ini sudah jadi anu. Lho, kemana kita diwaktu-waktu lalu ya? Jangan-jangan sekarang pun kita sedang berada pada auto pilot sibuk sendiri mengejar mimpi, padahal banyak yang harusnya bisa dijadikan kembang mimpi agar mimpi semakin indah saat waktunya bangun.

Bahwasanya kesulitan itu adalah bagian dari hidup yang kita jalani itu adalah benar. Dan bahwasanya dibalik kelulitan pasti ada kemudahan itupun benar adanya. Maka, nikmatilah hidup selagi jiwa masih dikandung badan.

wew.. sadar woy sadar!

This entry was posted in Film, Renungan and tagged , , , , , by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

6 thoughts on “Impian terwujud, tapi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s