428 Anak Tangga Grojokan Sewu

grojokan sewu

grojokan sewu

Matahari mulai tinggi, harusnya hari semakin panas. Tapi tidak di Kota Solo saat itu, awan tebal menggantung, tinggal tunggu waktu tumpahnya. Padahal tadi pagi cerah sekali. Sampai-sampai keliling Kraton Solo yang tidak seberapa luasnya sampai bercucur keringat.

Setelah makan siang di mal, sempat bingung mau jalan kemana lagi. Trus adikku Sofia bilang “kak, aku maunya tu ke tempat air terjun yang banyak tangganya itu loh“. Ow mungkin dia pernah liat acara jalan-jalan ke air terjun di TV kali. Hm maklum lah di samarinda kan ga ada air terjun tinggi… Setelah diskusi dengan mama dan yang lain, akhirnya kami putuskan untuk pergi ke Tawang Mangu karna ada wisata air terjun disana. Lokasinya juga ga terlalu jauh dari Solo, sekitar 30 km.

Baru keluar Kota Surakarta nuju arah Kabupaten Karang Anyar, hujan mulai turun rintik-rintik memberi kesan romantis. Udaranya sejuk membuat nyaman menutup mata sejenak diperjalanan. Hampir semua penumpang di dalam mobil tidur kecuali aku. Semakin lama jalan semakin menanjak dan pemandangan berganti dari perkotaan jadi pedesaan, sawah. Sawah dengan sistem teras menghiasi lereng barat Gunung Lawu sepanjang menuju Tawang Mangu. Suasana basah bikin adem mata. Asik banget.

penghuni taman

Gak lama orang-orang pada bangun karna ngerasa mobil berhenti agak lama, macet di terminal dan pasar. Ternyata kita sudah sampai di Tawang Mangu, berarti sudah dekat dengan lokasi wisata. Tambah semangat deh nyetirnya.

Bener aja, gak nyampe 5 km sudah ada tempat parkir wisata air terjun. Yiihaa! Belok kiri, mobil masuk di jalan yang lebih sempit nuju lokasi parkir terdekat dengan objek wisata. Sampai deh. Kami datang disambut dengan hujan. Makin dingin jadinya.

Buka pintu mobil, kami langsung disodori ojek-ojek payung dan ojek kuda. Sebenernya pengen naik kuda ke puncak bukit air terjun, tapi hujan sih, jadinya kami jalan kaki saja masuk lokasi wisata.

Setelah bayar tiket masuk sejumlah 6 orang, kami berimpitan dibawah payung nenuruni tangga. Satu-satu, jarak tiap anak tangga ga sama. Ada yang lebar ada yang sempit, dan berkelak kelok. Karna ga pake pemanasan dulu, lama-lama turun tangga kaki jadi gemeteran.

Hujan mulai mereda. Semakin lama suara air semakin dekat. Dengan kaki yang mulai bergetar kalau diangkat, kami bergegas menuruni beberapa anak tangga lagi ingin segera menyaksikan seperti apa rupanya si air terjun.

Sampai di tangga terakhir pada hitungan ke 428 kami mengucap alhamdulillah. Akhirnya sampai juga. Kaki sudah ga karuan rasa getarnya dan badan gigil kedinginan karena baju kena tetesan air hujan satu dua. Istirahat sejenak sambil menikmati pemandangan air terjun setinggi 65 meter didepan sana. Disekitar air terjun diliputi kabut tipis dan cipratan airnya. Bagus banget. Tapi harus hati-hati nih dengan kamera, jangan sampai basah kena cipratan air.

girls pose

Di musim penghujan begini, pengunjung dilarang turun mendekat dengan air terjun karna sering terjadi banjir. Jelas sekali ketauan banjir di atas lawu. Karna air terjunnya tidak jernih seperti biasa, tapi warnanya coklat, material teraduk-aduk disana. Bayangkan kalau hutan di hulu gundul, jangan-jangan yang jatuh di grojokan sewu bukan lagi air, tapi sudah berbentuk lumpur. Serem ya.

Disudut taman grojokan sewu ada papan yang bertulis himbauan. Himbauan agar kita menjaga anugerah alam yang diberikan Alloh. Himbauan untuk memelihara kelestarian alam adalah lebih baik, dari pada memperbaiki setelah terjadi kerusakan. Karna tanggung jawab memelihara alam bukan hanya tugas pemerintah, tapi kita sebagai masyarakat harusnya turut serta dalam menjaga dan memeliharanya untuk generasi setelah kita🙂

Kembali ke cerita kita-kita. Sangat-sangat kurang afdol jikalau sudah susah payah menuruni tangga yang beratus-ratus itu tapi tidak berpose dideket air terjun, jah..

Taman Grojokan sewu cukup ramai. Banyak anak-anak yang main air di kolam khusus untuk berenang yang sudah disediakan (bukan sungai). Disisi kolam ada perosotan selebar kolam, anak-anak bergandengan tangan untuk merosot barengan. Hehe..seru ngeliatnya. Taman semakin ramai sebab dihuni sejumlah monyet yang lincah kesana kemari. Hati-hati dengan makanan kamu, karna si monyet suka iseng ngambil makanan pengunjung.

Akhirnya kami hanya melihat-lihat, berfoto, sholat, trus memutuskan untuk kembali. Perjalan pulang masih panjang. Beratus-ratus tangga naik menanti di depan kami.

wew

*ksian si mama, baru dipijit jadi pegel2 lagi karna naik turun tangga sebanyak itu di grajokan sewu. maap mah..🙂 *

This entry was posted in Indonesia Negeriku, Liburan Sekolah and tagged , , , by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

9 thoughts on “428 Anak Tangga Grojokan Sewu

  1. ooo ada lagi mbak yang lebih melelahkan, tangga di gunung lempuyang hampir 1000 tangga beh! setiap sembahyang kesana, duit ludes di jalan dah

    hehe..iya jelas bukan grojokan sewu yang paling banya tangganya. Waktu jalan-jalan ke Gn.Galunggung tangganya lebih ‘sip’ lagi. gak sempet ngitung, tapi yang jelas kaki kemeng gak jelas😀

    weleh duitnya u apa bli ? beli amunisi kah ?
    salam kena ya bli🙂

  2. Wah, anak tangganya sebanyak itu ya? Turunnya masih gampang, lha naiknya lagi gimana? Waduh, baru ngebayangin aja kaki saya sudah gempor …😀

    naiknya pelan-pelan *sangat pelan* lama-lama *sangat lama* sampai juga :p

  3. saya beberapa kali ke grojogan sewu. tapi tak sempat menghitung anak tangganya. saya mengapresiasi jerih payah anda, ha-ha-ha.

    sebenernya yang ngitung adik saya, hehe..
    nanti saya sampaikan apresiasinya mas😀

  4. askum.
    gmana kabr tmn2 muhamadiyah 1
    ni jeck smk muh 1 gondangrjo ankatn 2007
    lama bngt gak kesitu gmana skrng ya…
    slm tuk temen2 ts karanganyar….

    • salam kenal mas jeck. nanti salamnya saya sampaikan, tp gimana mungkin kl saya tdk kenal orang2nya hehe.. saya bukan alumni yang dimaksud mas. saya ke grojogan untuk rekreasi aja🙂
      anyway thanks udah mampir yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s