Gejok Lesung dan Pesan Wisata Jogja

benteng Vredeburg

benteng Vredeburg

Seperti biasa, sabtu malam, waktu(ku)nya keluar untuk sekedar melepas penat. Sejak sore sudah tancap gas, menghindari macetnya malam minggu di kota. Walaupun berawan, tapi sore ini indah setelah berhari-hari Jogja dirundung hujan. Kali ini tujuannya Malioboro. Malioboro selalu jadi tempat favorit(ku) untuk jalan-jalan(kaki). Ada sesuatu di Malioboro yang menyenangkan untuk dinikmati, dan belum kutemukan tempat lain yang rohnya sama dengan malioboro. Aku suka suasananya. Ya, tentu saja ini menurutku🙂

Setelah menitipkan kendaraan ditempat yang mudah diingat, karna sepanjang bahu jalan Malioboro digunakan untuk tempat menitipkan kendaraan roda 2, jadi sangat mungkin terjadi kealpaan dimana parkir motor tadi ya..? Kemudian seperti biasa, aku dan fahmi mulai berjalan ke arah selatan. Belum lama melangkah sudah terdengar suara azan magrib, jadi kami putuskan untuk menuju Mushola terdekat, Benteng Vredeburg diujung Jalan Malioboro. Setelah sholat, keluar dari benteng, kalian tau apa yang kami temukan ??

tim Lanang Nitibudoyo

tim Lanang Nitibudoyo

Pagelaran Musik!

Musik tradisional Jawa, he he.. Bahasa lokalnya : nembang.
Yeah ternyata aku beruntung, malam ini beberapa pertunjukan gratis yang digelar. Di Malioboro ada seni jalanan Gejok Lesung dan di Alun-alun Selatan ada pertunjukkan seni tari (lupa namanya). Gejok lesung ini dibawakan oleh seniman-seniman dari Nitibudoyo Kecamatan Wirobrajan, Yogyakarta. Dari spanduk yang terpasang di belakang panggung tertulis, acara ini diadakan dalam rangka Peningkatan Kapasitas Kelompok Kreasi Kecamatan Wirobrajan Kota Yogyakarta.
Gejok lesung sendiri merupakan kesenian tradisional yang dimainkan sejumlah orang dengan alat musik berupa lesung (alat penumbuk padi) dan alu. Gejok lesung kali ini dimainkan oleh ibu-ibu, sementara bapak-bapaknya memainkan alat musik tradisional seperti angklung, gendang, bass tradisional dan lain-lain yang kebanyakan aku ga tau apa namanya. Penampilan pertama diawali oleh tembangan dari bapak-bapak yang judulnya (kira-kira) Ulu Lanang/Balang. Setelah itu, gantian para ibu yang nembang. Paduan ketukan lesung dan alu ibu-ibu membentuk sebuah irama yang apik. Salah satu judul tembang dari banyak yang dinyanyikan adalah Gembiroloko.
Inti lagunya yaitu mengajak orang-orang untuk berkunjung ke Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta yang tidak kalah menarik dengan kebun binatang dikota lain. Juga disebutkan beberapa hewan yang ada disana (dengan bahawa jawa tentunya); gajah, munyuk (monyet), unto (unta), singo (singa), manuk (burung) juga ada😀 Yang menarik, penonton juga disuguhi tarian dari dua orang bertopeng jawa saling bertunjuk-tunjukkan ketika sinden menyebutkan jenis binatang. Membuat penonton tertawa.
Nah, sayangnya kami ga bawa kamera yang oke, karena tidak tau akan ada acara di Malioboro, jadi aku hanya mengandalkan kualitas terbaik si manis nokia 6120c-ku untuk mengambil gambar dan merekam penampilan mereka😦🙂

Ulu Lanang/Balang

Gembiroloko


Diakhir tembang Gembiroloko ada pesan yang disampaikan sinden yaitu :
anda tidak akan rugi jika datang ke Jogja. Disegala arah utara, timur, selatan, barat terdapat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Tidak hanya tempatnya yang menarik, tapi makanan di Jogja juga khas : manis-manis🙂 *siapkan sikat gigi selalu*
Memang, di segala penjuru Jogja ada tempat wisata. Baik yang dikelola pemerintah kota maupun yang belum dikelola. Di utara ada Hutan dan Taman Gunung Merapi-Merbabu. Di selatan, terkenal dengan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Di sebelah Timur (Gunungkidul) terkenal akan pantai pasir putih yang apik, Pantai Baron, Kukup, Krakal, dan hampir sepanjang garis pantai Gunungkidul menarik untuk dikunjungi. Di sebelah Barat, Kulon Progo khas dengan pantai-pasir ‘hitamnya’. Yang terkenal yaitu Pantai Glagah. Beberapa pantai belum umum untuk wisata, namun pemandangannya tidak kalah dengan yang lainnya. Sementara di kota Jogja sendiri sudah terkenal dengan Malioboro dan Kraton Jogja.
Saran saya jika anda ingin berwisata alam di Jogja datanglah pada bulan-bulan panas. Yaitu antara Bulan Juni-Agustus. Pada bulan ini memang matahari akan terik sekali pada siang hari, tapi udaranya nyaman, adem. Tidak panas malah cenderung dingin. Enak toh..liburan tidak akan terganggu oleh hujan🙂
Selain itu, (ini yang penting) pada bulan-bulan ini (sepengamatanku) banyak acara digelar di Jogja. Dan tidak kalah penting yang satu ini, anda bisa menikmati matahari tenggelam yang indah luar biasa di Pantai selatan. Karna pada bulan-bulan tersebut matahari tenggelam akan terlihat Besar….dan jelas sekali 🙂
tapi jangan terpengaruh, kalau ingin datang ke Jogja kapanpun, silakan. Karena itu tidak akan merubah kesan anda tentang Jogja kan ?🙂
Jika tertarik berlibur ke Jogja, sebaiknya klik ini dulu untuk informasi lebih lanjut.

8 thoughts on “Gejok Lesung dan Pesan Wisata Jogja

  1. Hiiksss..hiksss..jadi kangen berat dengan suasana Malioboro…kangen dengan hiruk pikuk pedagang kaki lima…kangen dengan serundukan delman…kangen dengan becak’s touring…kangen dengan …ahhh seabrek memori keluar begitu saja, melintas jelas di batas pelupuk mata…Sungguh Jogja yang menyejukkan hati..
    salam kenal ya

    salam kenal juga🙂 terima kasih ya sudah mampir ..
    emang jogja itu kota yang ngangenin🙂 makanya dateng lagi sini ke jogja😀 he he

  2. Malioboro memang memiliki sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh tempat lain. Selain letaknya di pusat kota, dekat dengan Keraton dan tempat-tempat bersejarah yang penting di Yogya, pusat belanja segala macam di ruas jalan yang sangat panjang, suasana di Malioboro benar-benar Yogya banget. Apalagi di sekitar benteng Vredeburg dan di depan Gedung Agung sekarang disediakan banyak bangku yang bisa dipakai untuk duduk-duduk santai.
    Ini mungkin yang membuat siapa pun yang pernah tinggal di Yogya akan selalu terkenang pada kota ini …

  3. Kembali teringat kenangan di Jogja … saat saat Terindah didalam perjalanan Hidupku….
    Nice Post… semangat terus ya…..ditunggu tulisan berikutnya.

    terima kasih Michael🙂
    Tidak hanya dalam hidupmu, Michael. di sebagian hidup orang2 yang tinggal disini apalagi🙂
    Datang ke jogja itu selalu berkesan bagi semua orang, kurasa🙂

  4. nice info…

    haha…foto nya cuma itu yah?
    yang dari pandeyan ada engga yah??

    iya Far😦 ga kepikir bawa kamera
    Aku ga ke Pandeyan, terlalu lama di benteng, asik sama lesung dan alu he he..

  5. Aku yakin kamu nggak bakalan lupa, dimana kamu parkirkan sepeda-motormu. Tapi salamku ama Dosenmu Djarot udah disampein bluuum ? Lupa ya ????

    yang terakhir ini syukurnya engga lupa, om😀 udah di tandain jalannya pake kacang hehe..
    kiiiyyyyyaaa…salam u Pak Jarot belum disampaikan, karena kalo ngampus ga pernah ketemu😦 paling ketemu motor besarnya di parkiran😀
    maapkeun…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s