Syarat dan Ketentuan Berlaku

jejaring titik kontrol

jejaring titik kontrol

Datang ke Surabaya 2 hari yang lalu tidak hanya untuk liburan semata, tapi juga untuk menunaikan misi penting untuk mendapatkan data titik kontrol orde 3 dari BPN untuk paling tidak ada 3 kabupaten yang tercakup yaitu Malang, sebagian Mojokerto, dan sebagian Kediri. Rabu pagi dianter orang lokal (baca:supir) bernama Pak Bambang *bertanya-tanya apakah kebanyakan supir namanya Bambang ??* meluncur ke kantor BPN Propinsi Jatim guna mendapatkan Titik Kontrol Orde 3 yang telah dijanjikan mereka beberapa bulan lalu. Surat kuasa sudah ditangan, surat persetujuan pemberian data titik kontrol orde 3 dari BPN dinas juga sudah dibawa serta, ditambah dengan liputan lokasi yang ingin dimintai titiknya. Optimis urusan akan beres hari itu juga.

Kantornya cukup jauh dari kota, sekitar 20 menit perjalanan menuju Surabaya Selatan, Kelurahan Gayungan. Sesampai di kantor disambut oleh keheningan. Kantornya gede, tapi sepi… gak ada resepsionis atau penerima tamu atau satpam lah paling tidak. Sempet celingak-celinguk nyari orang yang bisa ditanya. Ah..tetep gak ada orang. Akhirnya menemukan sebuah ruangan yang diatasnya tertulis Bidang Survey dan Pemetaan Topografi. Dengan pede-nya masuk ruangan tersebut, semua mata tertuju padaku *GR mode ON* langsung ambil langkah seribu menuju orang terdekat untuk mengemukakan maksud kedatangan. Si ibu mengarahkanku ke orang yang tepat. Bertemu dengan Pak Taufik yang tugasnya khusus mengurus data pemetaan.

Surat-surat yang dibawa aku serahkan pada beliau untuk ditindaklanjuti. Kemudian katanya beliau harus lapor pada atasannya dulu untuk mengeluarkan data. Setelah menunggu beberapa menit, Pak Tufik keluar dari ruangan atasannya terus mengabarkan padaku bahwa surat persetujuan yang aku bawa itu baru pada tingkat daerah. Surat itu tidak cukup untuk dinas mengeluarkan titik kontrol orde 3 yang adalah data negara. Jadi harus ‘minta ijin’ dulu sama yang punya. Paling tidak butuh waktu 3-7 hari untuk mendapatkan surat ijin mengeluarkan data dari BPN pusat (Jakarta). Beliau mengharapkan aku datang seminggu lagi ke kantornya untuk mendapatkan data yang kumaksud. Padahal waktuku di Surabaya gak selama itu.

Sorenya aku dihubungi oleh Pak Taufik, beliau memberi informasi bahwa ada beberapa syarat untuk mendapatkan titik kontrol orde 3. Aku diminta datang ke kantor BPN lagi untuk membaca syarat dan ketentuan memperoleh data. Salah satu ketentuan memperoleh data yaitu data tersebut tidak gratis. 1 titik dihargai 30 ribu rupiah. Padahal dalam liputan lokasi penelitian paling tidak ada sekitar 200 titik.

Rp 30.000 x 200 = Rp 6.000.000 (doh)

Menanti uang turun dari langit…

Sebelumnya aku sudah tau ada biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan titik tersebut. Aku paham, paham sekali karena jelas mereka melakukan pengukuran susah payah untuk mendapatkan data tersebut. Tapi kupikir itu berlaku untuk format digital. Sementara untuk format manual/analognya tidak akan semahal itu.

Dalam buku analog data titik kontrol, 1 titik terdiri dari 4 lembar keterangan. Lembar pertama adalah informasi dasar : Nomor titik dan skets lokasi. Lembar kedua berisi foto lokasi titik dan sekitarnya. Lembar ketiga berisi informasi utama posisi dalam koordinat x, y, z, proyeksi, sudut pengukuran dan lain-lain. Dan Lembar keempat berisi informasi pendukung lainnya (lupa persisnya). Padahal yang kubutuhkan hanya koordinat x, y, dan z (tinggi). Paling gak bisa di kopikan lembar yang berisi informasi koordinatnya saja. Tapi gak boleh😦

Akhirnya dengan alasan akan konsultasi dulu dengan dosen mengenai hal ini, aku tolak secara halus permintaan Pak Taufik untuk datang kembali ke kantornya esok hari. *lagian ngapain juga datang trus cuma disuruh baca syarat memperoleh data tanpa mendapatkan data*

Perlu diketahui ini adalah kedatangan ke-2 ke BPN Propinsi Jatim dan tanpa hasil. Bulan April 2008 Fahmi datang membawa surat permohonan ijin perolehan data yang sama dengan ku. Fahmi pulang dengan tangan hampa dengan alasan butuh ijin dari ‘yang punya data’. Berbulan-bulan kemudian (Agustus 2008) sampai kami lupa pernah kesana, datanglah sepucuk surat dari BPN Propinsi Jatim ke kampus memberi kabar bahwa “Pada dasarnya kami mengijinkan untuk memberikan data Titik kontrol orde 3“, kujawab : sip kalau begitu, kita tinggal datang terus bayar biaya ganti *yang tidak semahal itu* trus pulang membawa data untuk diolah menjadi laporan penelitian. Kedatanganku kemarin adalah dalam rangka memenuhi janji didalam surat tersebut. Ternyata kenyataannya tidak sesuai dengan harapan.

Kalau memang butuh ijin dari Pusat kenapa ga tulis sekalian di surat ?? Trus juga bilang apa saja yang perlu kami siapkan untuk memperoleh data tersebut…barulah ngirim pemberitahuan sama kami. Gak kasian apa anak orang jauh-jauh datang dari Jogja ke Surabaya trus gak dapet apa-apa malah disuruh balik seminggu lagi. Emang pake duit Bapak apa ????!!!!!! Makasih deh, mending pake alternatif lain metode penelitian kalo kaya gitu caranya.

Banyak kasus temen-temenku yang dipersulit memperoleh data untu skripsi atau penelitian mereka. Kadang-kadang surat sudah lengkap dibawa, tapi data tetap saja gak mau dikeluarkan. Ada apa sebenarnya?? Kalaupun ada biaya sebenarnya juga gak masalah dikeluarkan, asal sesuai dan pantas (lebih-lebih buat kantong mahasiswa, hehehe..). Sayangnya, seringkali aturan suka dimodifikasi sedemikian rupa untuk meraup keuntungan bagi pihak-pihak tertentu. Ah..tak takut dosa, mereka..

Pesan Moral : Kalo mau buat penelitian mesti cari sponsor biar gak bangkrut. He he he..

This entry was posted in Remote Sensing & GIS and tagged , , , by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

5 thoughts on “Syarat dan Ketentuan Berlaku

  1. Yang sabar ya lis..
    Kadang sesuatu tidak seperti yang kita inginkan.

    Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.(Q.S Albaqarah:253)

    Semakin kamu sabar..semakin kamu menjadi bijak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s