Curhat Colongan : Skripsi

Seminggu pasca ujian usulan penelitian bulan lalu gejala euforia melanda, yang ternyata kusadar aku menikmatinya terlalu lama. 2 minggu😀 Setelahnya kurasa blank, tidak tau bagian mana yang harus kulakukan terlebih dahulu. Kemudian memutuskan untuk konsultasi dengan dosen pembimbing di kampus karna pembimbing yang satunya sedang di benua lain.

Setelah konsultasi yang kurasa tidak merasa berkurang beban, justru bertambah. Solusi yang diberi pembimbing yaitu mencoba dengan citra MODIS dengan pertimbangan resolusi spasial lebih kecil sebanding dan disesuaikan dengan luas petak-petak sawah (yang dipermasalahkan saat ujian UP).

liputan MODIS Terra, kotak merah kecil itu lokasi penelitian

liputan MODIS Terra, kotak merah kecil itu lokasi penelitian

Besoknya langsung lari ke warnet paling cepat untuk segera mendapatkan citra MODIS terra. Ternyata butuh waktu kurang lebih 24 jam, kadang lebih dari itu untuk mengunggu citra yang kita order disiapkan oleh ‘mereka’. Download citra memakan waktu berjam-jam karna dalam ukuran file yang lumayan besar belum lagi ditambah dengan kesalahan teknis saat order. Yang sering terjadi adalah daerah penelitian tertutup awan. Liputan 1 scene Modis yang 2000-an kilometer itu bisa mencakup hampir seluruh daratan Jawa beserta lautnya utara selatan. Ditambah dengan awan yang sebarannya kemana-mana. Lokasi penelitian aku kecil, kecil sekali jika dibanding dengan liputan MODIS yang sebegitu luasnya. Jadi seringnya estimasi tutupan awan di lokasi yang kecil itu meleset, ada saja awan yang melintas diatasnya. Sebel!

Berkutat dengan perolehan data lebih dari seminggu lumayan bikin stress yang amat sangat. Karena disambil belajar LSU lagi juga gak masuk-masuk, juga ga ada temen diskusi yang bisa didatengin😦

Selesai dapat citra MODIS yang dirasa sip, dilanjutkan pada tahap pengolahan meliputi koreksi atmosferik dan geometrik. Ini juga butuh waktu beberapa hari untuk mencari referensi, tanya sana sini bagaimana caranya. Akhirnya dibantu oleh Mas Aji dan Mbak Heni aku berhasil mendapatkan langkah teknis, tanpa ba bi bu langsung lari ketahap selanjutnya. Makanan Inti : LSU dengan lauk endmember secukupnya😀

Meskipun sudah baca teori juga ada panduan teknis mapping dengan LSU di software bukan berati jalan didepan mulus-mulus saja. Ibarat jalan tol, tetap ada retribusi yang harus dibayarkan demi kenyamanan. Ngerjain skripsi juga begitu. Ada waktu, tenaga, pikiran, juga terkadang uang dicurahkan untuk mengerjakan tahap-demi-tahap LSU.

Sementara memutuskan untuk mapping LSU dengan citra MODIS dan Landsat TM sekalian. Hasil keduanya akan aku bawa kehadapan PRJ untuk didiskusikan kembali, yang mana yang sebaiknya dipakai untuk skripsiku. Semoga tetap pada skenario awal, pakai Landsat saja…😀

Ini juga butuh berhari-hari untuk proses sampai (paling tidak) LSU menghasilkan peta baru, meskipun belum sesuai harapan. Trial n error dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Juga dibantu oleh Mbak Nurlina (yang sudah lebih dulu menderita karna LSU) berbagi pengalaman saat mengerjakan thesisnya dan ilmu padaku tentang LSU. Untunglah pembimbing yang keluyuran juga sudah pulang, jadi bisa menumpahkan keluh kesah juga hambatan yang dirasa.

Hari ini adalah 30 hari pasca ujian UP. Alhamdulillah LSU berputar menuju jalan terang🙂 Semoga bisa selesai tepat waktu. Agar pasukan Bogor bisa sekalian liburan sekolah di Jogja Januari nanti🙂

This entry was posted in Ruang Belajar and tagged , , , , , by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

11 thoughts on “Curhat Colongan : Skripsi

  1. aduh cur-col skripsi nih. hehe.
    saya juga tuh, ada 68 lembar peta RBI yang harus di edit konturnya. setelah itu dibuat DTM. dibandingkan dengan SRTM, evaluasi koreksi terain and so on, and so on.. GOSH!

    kalo udah gini, langsung pesimis ngejer februari hahaha *tapi jangan ah hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s