Satu Tahap Lewat Sudah

gaya dulu sebelum ujian

gaya dulu sebelum ujian

Di kebanyakan perguruan tinggi, ada salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana yaitu skripsi. Kalau di kampusku, sebelum benar-benar melakukan penelitian mula-mula harus mengajukan usulan penelitian. Kemudian diujikan, namanya ujian usulan penelitian atau ujian komprehensif alias kompre. Nah akhirnya pada Rabu, 8 Oktober lalu satu tahap itu terlewat sudah.

Bertempat di Ruang Sidang 3 FGE dengan jutaan penonton aku berkesempatan melaksanakan ujian usulan penelitian yang berjudul Analisis Subpixel Citra ASTER untuk Tanaman Padi Menggunakan Metode Linear Spectral Unmixing (Daerah Studi : Kec. Anjatan, Indramayu).

Ujung-ujung jemariku bertambah dingin karena gugup. Rasa nervousenya beda seperti “konser” yang biasa dilakukan. Saking nervousenya *pengen buru-buru selesai kali ya* presentasi 30 slide kulakukan gak sampai 15 menit😀

Komen pertama dari PRJ : “anda bicara cepat sekali, temen-temennya ngerti ga?” seraya nengok kebelakang.

sial!

Pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan penguji dan pertanyaan spontan rata-rata bisa kujawab walau kadang terpatah-patah kewalahan menyusun kalimat agar maksudku sampai. Atau tersendat mengartikan rumus yang dipakai karna sembari mengingat apa yang sudah dipelajari.

Tapi pas ditanya kira-kira berapa luas petak sawah di lokasi penelitian, WEW! langsung spechless “ga kebayang”. Karna ga pernah ngitung luas petak sawah waktu lapangan kemaren, juga sulit membayangkan sawah seluas itu berapa petak dan berapa hektar *manyun deh*😦 . Pertanyaan ini ujungnya berkembang kearah resolusi spasial citra yang digunakan. Wew! Lupa. Sama sekali tak terpikir sebelumnya.

Akhirnya ujian berakhir dan harus puas membawa pulang nilai A*purapura ga ada min nya ah..* 😀

This entry was posted in Remote Sensing & GIS, Ruang Belajar and tagged , , , , by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

8 thoughts on “Satu Tahap Lewat Sudah

  1. disaksikan jutaan penonton ?
    ngalahin konser Alicia Keys donk
    btw,sy jg nervous saat memprtanggungjwbkn skripsi
    tp skrng bnyk jg tak prnh bikin skripsi dan
    kuliah gelarnya seabrek

    jutaan penonton itu bbiar lebih dramatis aja bang😀
    tapi ya kayanya emang rame ko *gak sampe jutaan lah*

  2. klo diitung sm kutu para penonton itu
    mungkin smp jutaan juga tuh…..
    -wisudanya kapan ?

    haha bisa aja abang ini
    wisudanya ya kl udah pendadaran😀
    targetnya sih februari kl kekejar doakan ya🙂

  3. Ujian usulan penelitian itu dilakukan sebelum melakukan penelitian lapangan kan? Tapi dari cerita Lisa kok sepertinya itu ujian hasil penelitian. Apakah saya salah memahami tulisan Lisa?

    Di UII prosesnya demikian : setelah proposal disetujui dosen pembimbing, mahasiswa melakukan presentasi proposal dengan dihadiri teman-teman mahasiswa. Disini bisa ada pertanyaan dan masukan. Sesudah itu baru mahasiswa melakukan penelitian. Hasil penelitian ini diuji oleh dosen pembimbing dan 2 orang dosen penguji. Jika proses penelitian sudah benar, data bisa dipercaya, dan analisis mencukupi, mahasiswa baru diijinkan maju ke ujian pendadaran, yang meliputi materi skripsi dan mata kuliah – mata kuliah yang berkaitan (komprehensif).

  4. bu tuti :
    Iya memang benar urutannya spt UII juga. Kemarin memang sy baru ujian proposal. Tp kebetulan kasus saya agak lain dari kebanyakan. Karna kepentingan peminjaman alat dg BPPT akhirnya saya malah ‘kecebur’ sawah bareng mereka. Waktu pelaksanaan ke sawah itu jg BPPT yg menentukan, bukan saya. Jadinya saat ke sawah bulan Mei (baca:postingan Merekam Spektral Padi) sy dalam kondisi blm siap ujian. Tapi dosen pembimbing mengijinkan, jadi ya berangkat lapangan sebelum ujian deh🙂
    Kl udah lapangan menurut sy malah lbh enak waktu ngerjain proposal & ujiannya Bu. Karna sdh paham kondisi medan jg bisa prediksi hambatan2 apa yg akan muncul nanti saat pengerjaan skripsi🙂
    Insyaalloh target sy Januari bisa segera pendadaran🙂

  5. Klo jamanku dulu, yang menguji bukan dosen pembimbing, tetapi panitia penguji terdiri dari guru besar dan penguji utama plus penguji anggota. Malah yang diuji adalah mahasiswa dan dosen pembimbingnya.
    Tentang kelapang dulu baru seminar, juga kualami karena terikat program kerja sama dan faktor musim.
    Klo udah lulus, kamu mau kerja dimana ????

    mau kerja dimana ya? belom tau, tapi pengennya jadi peneliti, yang sejenis itu.. tetap di bidang geografi khususnya PJ lah🙂

  6. Pingback: Curhat Colongan : Skripsi « anakkutu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s