Tertinggal Pesawat

take off

take off

asal gambar

Sejak merebaknya kejadian tidak menyenangkan dalam dunia penerbangan, satu persatu perusahaan maskapai penerbangan bebenah diri meningkatkan pelayanan mengutamakan keselamatan penumpannya. Selama ini maskapai favorit yang aku pilih untuk terbang (terutama untuk pulkam) adalah Mandala. Karena sejauh yang aku alami bersama Mandala adalah kenyamanan tidak terlambat. Apalagi pesawatnya udah ga ada yang produk lama lagi, makin nyaman deh. Suatu hari aku harus terbang ke Samarinda dari Jogja pastinya dengan maskapai Mandala RI 341. Pas hari H akan berangkat perasaan agak gelisah dan terburu-buru karena harus pulang dalam kondisi banyak pekerjaan yang harus ditinggalkan. Tapi sampai juga di Bandara Adi Sucipto (Jogja) dan berhasil check in tepat waktu. Setelah selesai urusan dengan cek ini itu dan retribusi tiket, seperti biasa aku keluar lagi untuk mengucapkan salam perpisahan dan terima kasih sama yang nganter ke bandara.

Kali ini ucapan terima kasih dan salam perpisahan sedikit agak panjang dari pada biasanya. Kita ngobrol sambil makan di KFC deket pintu masuk keberangkatan karena siang itu belum sempat makan dan perjalanan sampai di rumah akan panjang tanpa makanan dipesawat, jadi isi perut dulu. Sesekali ngelirik jam restoran trus ngebatin “ah masih lama”. Terakhir kali ngeliat jam dinding restoran kemudian aku putuskan untuk masuk ke ruang tunggu penumpang.

Sambil jalan ke ruang tunggu penumpang tangan sambil ngetik pesan singkat ke mama ngabarin aku siap berangkat. Sampe di ruang tunggu aku liat para calon penumpang udah pada ngantri, langsung ikutan ngantri dibarisan paling belakang tanpa cermat itu barisan apa. Kemudian mata ini menangkap sebuah tulisan dipaling depan antrian berbunyi : Garuda Indonesia : Jakarta. Oh oke aku salah barisan. Trus tengok kanan kiri diruangan ini cuma ada satu barisan calon penumpang. Mulai celingak celinguk nyari petugas yang bisa ditanya dan mengerti kegelisahanku😀

Aku bertanya dimana aku harus mengantri masuk pesawatku pada orang yang tepat karena ternyata beliau adalah petugas jaga boarding pass Mandala RI 341 yang harusnya aku tumpangi lima menit yang lalu. Pintu ruang tunggu ke luar sudah tertutup. Ternyata aku terlambat. Sejak tadi sudah 3 kali panggilan masuk pesawat untuk penumpang Mandala RI 341 tujuan Balikpapan.

Sembari ditanya “kenapa terlambat” dan “ada bagasi ga, mbak?” aku lihat diluar pesawatku masih parkir dan petugasnya masih masuk-masukin tas penumpang ke bagasi pesawat. Trus si petugas jaga ngomong ini itu sama petugas luar (yang didalam pesawat) ngasih tau kalo ada 1 penumpang yang belum masuk. Aku hitung mungkin sekitar 3 menit aku ditanya ini itu oleh petugas jaga tiket dan 2 menit mereka ngobrol pake handy talky serta 2 menit petugas jaga itu ngebulak balik boarding passku ngeliat ntah apa tanpa ada niatan minta aku buru-buru lari masuk pesawat biar ga ketinggalan (padahal pintu pesawatnya masih kebuka).

Dan saat itu aku masih santai ku pikir bisa masuk. Ternyata 2 menit terakhir saat petugas itu ngebulak balik tiketku adalah waktu pintu pesawat tertutup terus jalan mundur perlahan-lahan ke landasan pacu. Ah sial!. Karena udah ga mungkin masuk pesawat (dengan cara lari-lari nyetopin pesawat di landasan pacu kaya nyetop taxi) akhirnya aku dibawa ke ruang kantor Mandala untuk diurus bagaimana nasibku selanjutnya.

Karena sudah check in maka dianggap penumpang ini (baca : aku) sudah oke berangkat. Jadi tiket tidak bisa diganti penuh atau separo atau diuangkan. Hangus.

Cek penerbangan selanjutnya ternyata ga ada. Mandala terbang 2 kali ke Balikpapan, pagi sore. Maskapai lain (Batavia Air) yang tujuannya sama sudah terbang 1 jam sebelum Mandala. Jadi paling cepat baru bisa berangkat besok pagi.

Hati berusaha ditenangkan agar bisa berpikir jernih lagi. Setelah tenang otak langsung menyusun kata-kata alasan batal berangkat untuk mengabari orang rumah.

Kalimat yang pertama keluar saat ngabarin mama :

“mah, ica ga jadi berangkat sore ini”

“kenapa???”

“ketinggalan pesawat..”

“…..” spechless

Akhirnya saran mama agar aku tetap berangkat besoknya tapi jangan cerita alasan ga berangkat hari ini sama papa *jadi sampai tulisan ini diposting si papa ga tau kalau anaknnya ini pernah ketinggalan pesawat karena kebodohannya sendiri, mungkin abis ini papa jadi tau😀. Maap ya pa mama yang nyuruh, hehe..🙂 *

Ya begitulah Mandala, ketika pelayanan sudah sesuai dengan keinginan kita tepat waktu malah penumpangnya yang bodoh. Saking tepat waktunya mereka menggiring penumpang masuk pesawat 15-20 menit sebelum jam take off yang tertera ditiket. Sekalinya telat berangkat, penumpangnya mencak-mencak. Jadi, siapa yang bodoh ?😛

Pelajaran moral yang aku dapat dari kisah kali ini adalah : jangan keluar lagi setelah check in. dan itu aku lakukan setelah kejadian ini * takut tetinggalan lagi😀 *

This entry was posted in Family and tagged , , , , , by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

12 thoughts on “Tertinggal Pesawat

  1. wa… jadi inget kisah Om saya yang juga hampir ditinggal pesawat, penerbangan pagi jam 6 kl gak salah.

    Pas tiba, ternyata check in sudah ditutup, en pintu pesawat juga sudah ditutup.

    Tapi, om saya itu pinter ngerayu petugas check-in. Pledoi-nya kala itu, dia lngsg brgkt dari Kebumen (sktr 2jam dr jogja via darat) en juga dia ama keluarganya (dengan satu bayi). Barangkali petugasnya merasa kasihan, palagi ditambah ada bayi. Dan mungkin dalem hati petugas, “Wah, ana wong ndeso kiy, wong kebumen, baru numpak kapal mabur… ”:mrgreen:

    finally, luluh juga tuh petugas. Dan, pintu pesawat dibuka kembali bahkan barang masih bisa masuk bagasinya. So sweet banget tuh petugasnya… hehehe
    Terbanglah mereka menuju kota anging mamiri.

    jd wong NDESO berguna jg ternyata… hahaha…

  2. @ yodama : waktu itu aku ga pake ngerayu2 sih, gatau ya waktu itu aku pasrah aja gitu, ga ada dorongan untuk memaksa si mas-mas nya memasukkanku😀 ya gitu deh

    @dcamz : ya lemes, apalagi kalo lagi puasa😀

    @paman : waktu itu kejadian bulan februari paman, jadi blom puasa, jadi bisa makan siang-siang🙂

    @insansains : ya ya kuberi kau maaf

    @yakhanu : ya ga piye2, ga jadi berangkat😀

  3. sy jg pernah ditinggal pesawat di Lewoleba.., gara2 jam terbangnya ganti ndak woro-woro. ditiket tertulis jam 10pagi eh maburnya jam 7 pagi.Wah jd terpaksa naik kapal motor selama 4 jam keluar pulau, mengejar penerbangan di pulau lain (flores)..

    nah kalo kaya gitu yang “bodoh” siapa dong om? hihi..

  4. kalo saya… belum pernah ketinggalan pesawat.tapi pas dinas bareng senior, saya ditinggal sendirian! beliauw-nya langsung ngibrit kayaq orang kebelet, meninggalkan saya yang bengong lantaran ndak tauk jalan keluarnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s