17an ditembok

Hai hai halo, posting pertama dibulan agustus ini akan aku buka dengan kalimat “Merdeka!!” hahaha.. Khusus untukku sendiri kuucapkan selamat karena berasil merdeka dari hepatitis A yang merenggut kebebasanku berminggu-minggu ini. Ah.., Tuhan masih sayang padaku 🙂

Anyway, sembuh dari sakit mengharuskanku kembali ke desa lagi melanjutkan KKN. Masuk kejalan desa pertama kali langsung berasa tujuhbelasan banget…:D Dekorasi jalan yang sederhana namun meriah ini mampu membangkitkan gairah kemerdekaan masyarakatnya juga membuatku semakin bertekad : “aku harus benar-benar sembuh”.

Pasca sakit aku belum boleh melakukan kegiatan yang melelahkan jadilah kerjaanku hanya makan, tidur, kalo ada kegiatan diluar paling cuma motret-motret doang seperti sore kemaren. Semangat kemerdekaan warga mulai disalurkan untuk kegiatan kerja bakti mempersiapkan lomba-lomba khas 17an. Sore kemaren ceritanya di Dusun Sawungan ada kegiatan mural, itu loh menggambar di tembok, tapi kali ini khusus untuk anak-anak kecil. Tembok yang dikorbankan untuk dilukis bocah-bocah ini ya tembok luar rumah warga yang ‘ga kepake’ kirakira sepanjang 15 meter dibagi-bagi untuk 7 ‘kertas’ gambar.

Temanya jelas, 17an dong..Gambarnya bebas, apa aja yang penting ada tulisan “merdeka” ato “selamat HUT RI ke-63” ato “17-8-45” hehe.. Kaya mengambar di kertas gambar, mulanya gambar diskets dulu pake pensil. Asik banget ngeliat anak-anak yang biasanya ngericuhin (baca : bikin ribut) pondokan KKN pada anteng melukis, ah damainya indonesiaku😀

Sesudah diskets tibalah waktunya mewarnai JENG JENG!! Panitia acara yang tidak lain adalah pemuda pemudi kampung sudah menyiapkan kuas, cat minyak, dan tiner untuk mereka. Maka dengan riang gembira dan nafsu membara tembok itu diwarnai. Sedikit-demi-sedikit mulai keliatan apa sebenarnya yang mereka corat-coret dari tadi. Warna warni bertuliskan kata-kata Merdeka dan sebagainya.

Lucunya,

hampir separo dari tembok itu gambarnya mirip : dua gunung dengan matahari ditengahnya dan hamparan sawah, ga ketinggalan jalan dan satu rumah yang dipinggirnya ada orang megang bendera, hehe…. (ternyata baru segini kemampuan bangsa ini berimajinasi)

Tidak ada pemenang dalam acara ini. Diakhir acara dengan bijaksana panitia lomba memberikan ucapan terima kasih pada peserta, gambarnya bagus-bagus dan penuh semangat. Mudah-mudahan anak-anak itu ngerti arti kata semangat yang sesungguhnya ya.. Penting, untuk membangkitkan ibu pertiwi yang sedang mati suri (ikut-ikutan kalimat di tipi😀 )

This entry was posted in Indonesia Negeriku, KKN Hargobingun and tagged , , , , by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

3 thoughts on “17an ditembok

  1. Jadi inget satu kalimat di buku yang entah mana (lupa), kalo disuruh nggambar, anak Indonesia rata-rata akan menggambar dua gunung, jalan, dan sawah. Katanya, itu bukti kalo sistem pendidikan kita kurang mendorong kreativitas.

    Ah, terlepas dari itu semua, ku ingin juga teriak… Merdeka!!

    ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s