Sabtu sore di JBR

Apaan tuh JBR ?

Pertanyaan itu spontan terlontar ketika seorang teman mengajakku momotoh di JBR, malioboro. Ternyata JBR adalah Jogja Bike Rendevouz, festival motor-motor besar yang diadakan tiap tahun. Tahun ini jogja kebagian jadi tuan rumah. Wajarlah ga ngerti, orang bukan pecinta motor besar ko. Akhirnya berangkat kesana berbekal kemera dengan motor kecil ‘supra fit’ dan seorang teman.

Keramaian sudah terasa saat berenti di perlimaan gardu listrik. Terus jalan merambat bersama dengan motor-motor kecil dan beberapa motor besar juga mobil dan bis-bis pariwisata, akhirnya masuk ke jalan malioboro. Biasalah akhir minggu, jogja selalu ramai dengan turis. Langsung parkir didepan Hotel Inna Garuda supaya bisa liat-liat lebih banyak. Ternyata acara sudah mulai dari pagi, diawali dengan konvoi motor besar trus parkir di malioboro.

Sepanjang trotoar barat jalan dipenuhi tenda-tenda jajanan “harley stuff“. Para pemilik kendaraan besar peserta acara ini sengaja parkir motor besarnya pinggir jalan untuk diliat-liat, dipoto, dan dipegang-pegang. Dagangan yang dijual (ya iyalah masa gratis) mulai dari kaos rang dewasa, anak kecil, jaket, sepatu-sepatu tinggi ‘khas’ biker, onderdil motor, pernak-pernik seperti dompet, gantungan kunci, stiker., acesoris motor dan banyak lagi.

Terus jalan kearah selatan yang dagang dan pertunjukan jalannya semakin bervariasi. Yang saya ga ngerti tu tiba-tiba ada “srimulat-srimulat-an” salah satu sudut jalan. Juga karena ga gitu paham bahasa jawa jadi cuma bengong doang nontonnya (sama beberapa kali ngambil gambar). Baru mulai mingkem setelah mereka mempertunjukkan tarian (gatau namanya apa). Ada pemain (merangkap juga sebagai penari) dengan kuda lumping diselangkangannya joged-joged. Bukan kesan indah yang aku dapatkan tapi malah “maksudnya apa sih ni orang” rada ga jelas. Trus langsung kutinggal.

Didepan Mal Maliboro sudah siap panggung (mungkin buat pertunjukan dimalam harinya) dijaga motor-motor besar milik pak polisi. Aku malah tertarik dengan motor polisinya. Ternyata harley juga. Pantesan kalo ngejar orang dijalan dapet terus! Lha penjahatnya pake bebek polisinya pake harley.. ga imbang. Jeglek. :))

Peserta di acara ini ga cuma tampil pamer motor mereka, tapi juga motornya diikutkan kontes “kecantikan” motor. Pemenangnya sudah terpilih.

Disingasana udah ada 2 buahmotor besar berwarna merah. Cantik, Bak puteri raja, bermandikan cahaya (lampu sorot kuning) jadi terkesan mewah dan “tak tersentuh”. Mengalahkan kontestan lain yang juga cantik dan sangar-sangar. Piala disamping motor seakan-akan berbicara “akulah yang tercantik!”. Aku kurang paham apa saja yang dinilai dalam kontes ini, tapi kl dari tampilan motor yang menang sih gak cuma fisik nya yang dinilai tapi inner nya juga, hehe… ah gatau lah.

Beitulah cerita sabtu sore di JBR. Hikmah yang bisa dipetik :

1. Jangan ke malioboro sabtu sore : macet.

2. Motor juga punya inner beauty (???)

Sampai jumapa di Bike Randevouz taon depan!!

This entry was posted in Indonesia Negeriku by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

5 thoughts on “Sabtu sore di JBR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s