ini saya dan keluarga saya (mamah cepet sembuh ya)

saya buka blog ini untuk pertama kalinya dengan membaca bismillahirrohmanirrohiim..

semoga yang saya tulis disini ada manfaatnya untuk orang lain (hehe.. ngomong ape sih lo ca?!)

Sebagai pembuka, saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu.

Ini saya, Lisa Nisfi Afifah, biasa dipanggil Lisa atau Ica (orang2dekat.red). Saya juga seperti kebanyakan orang, dilahirkan lewat rahim ibu (Juriah.red) hasil perbuatannya dengan bapak saya (Salman.red)

Kakak saya satu, laki-laki ganteng sekali dan sudah menikah (maaf, anda kurang beruntung) serta sudah mempunyai seorang Rizki, Jr. yang sering bikin kangen. Adik saya dua, perempuan. Sampai tulisan ini dibuat, yang pertama kelas 1 SMA dan yang kedua kelas 3 SD.

Kalau kata stiker- stiker di bajaj atau angkot “jaga jarak” maka mungkin itu juga berlaku di keluarga kami. Terbukti dengan jarak umur antar sodara yang lumayan jauh (rata-rata 6 tahun).

Dengan jarak umur anak yang begitu jauh mestiya harapan kedua orang tua saya adalah hidup rukun damai sejartera. Namun kenyatannya, hidup rukun dan damai belum bisa terpenuhi, hehe..

Tiap waktu ada saja ulah yang dibuat anak-anak orangtua saya. Lebih tepatnya mungkin tiap periode waktu.

Peride pertama yaitu awal tahun 90an, dimana kakak dan saya masih sama-sama SD. Pertengkaran-pertengkaan kerap terjadi, diramaikan dengan bantal dan guling yang beterbangan😀 (cerita kanak-kanak)

Periode kedua yaitu akhir tahun 90, dimana saya baru menginjak SMP dan adik yang pertama baru masuk SD. Pertengkaran juga kerap terjadi, kali in lebih heboh dari pada sekedar bantal dan guling. Yang menjadi senjata saat itu adalah remote TV, penggaris, kotak pensil, dan benda-benda keras lain yang “membahayakan” (kl kena kelapa cukup membuat benjol.red). Pertengkaran pada periode ini dipicu oleh ketidaksiapan saya menjadi seorang kakak untuk adik saya. *kesian si rara, hehe..*

Periode ketiga adalah awal tahun 2003-sekarang. Periode in adalah jamannya Rara dan Sofia, hehe.. Sampe sekarang mereka masih saja sering bertengkar. Biasa, masalah ego anak kecil dan anak baru gede.

Baru ketika ada kejadian ‘mamah sakit!’, kami saling berdamai. Saling menanyakan kabar mamah. Karena posisi saya sekarang di Jogja dan keluarga saya di Samarinda. Kakak saya sudah di rumahnya sendiri, tentunya.

Hm.. jadi, inilah hikmah dibalik musibah. Ternyata enak juga ya akur, hehe..

jadi pesan moral buat ibu-ibu yang anaknya suka berantem di rumah : pura-pura sakit aja biar pada akur, hehe..

This entry was posted in Family by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

5 thoughts on “ini saya dan keluarga saya (mamah cepet sembuh ya)

  1. Hai, Lisa *sama ama nama sahabat saya*
    Salam kenal yach.
    saya Ina.

    Wah…senangnya ada teman baru lagi,di dunia kenistaan blog ini.

    Happy blogging yach.

  2. Hallo…

    salam kenal…

    hihi…sepertinya kita sebaya ya? atau mba lisa lebi tua dikit daripada saya…😀

    berantem itu wajar kok…sampe kakak saya berkeluargapun, saya sama dia masih suka berantem ndak jelas…
    entah sayanya yang bandel atau kakak saya yang ndak tau diri…😀

    tapi itulah… serunya punya sodara😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s