<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>anakkutu</title>
	<atom:link href="http://lisaontheblog.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lisaontheblog.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Nov 2009 05:15:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='lisaontheblog.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/549e688564dc55cdcf81b207eac29e96?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>anakkutu</title>
		<link>http://lisaontheblog.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Harimau Berworkshop</title>
		<link>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/11/26/harimau-berworkshop/</link>
		<comments>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/11/26/harimau-berworkshop/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 05:15:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anakkutu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Field Spectrometry]]></category>
		<category><![CDATA[Spatial Corner]]></category>
		<category><![CDATA[BPPT]]></category>
		<category><![CDATA[Hyperspectral]]></category>
		<category><![CDATA[OPT]]></category>
		<category><![CDATA[Penginderaan Jauh]]></category>
		<category><![CDATA[workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lisaontheblog.wordpress.com/?p=948</guid>
		<description><![CDATA[Saat mendengar kata harimau yang terbayang pasti si kucing besar yang buas itu. Harimau yang disini adalah salah satu program yang sedang berjalan di PTISDA BPPT. Harimau singkatan dari Hydrometeorological ARay for ISP Monsoon AUtomonitoring.
Setelah setahun ini bergerilya di sawah mencari organisme pengganggu tumbuhan,  kini saatnya publikasi hasil yang diperoleh dalam kegiatan Harimau. Tanggal 5 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=948&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saat mendengar kata harimau yang terbayang pasti si kucing besar yang buas itu. Harimau yang disini adalah salah satu program yang sedang berjalan di PTISDA BPPT. Harimau singkatan dari <span style="color:#0000ff;">H</span>ydrometeorological <span style="color:#0000ff;">AR</span>ay for <span style="color:#0000ff;">I</span>SP <span style="color:#0000ff;">M</span>onsoon <span style="color:#0000ff;">AU</span>tomonitoring.</p>
<p>Setelah setahun ini bergerilya di sawah mencari organisme pengganggu tumbuhan,  kini saatnya publikasi hasil yang diperoleh dalam kegiatan Harimau. Tanggal 5 November 2009, PTISDA BPPT bekerja sama dengan BPP-OPT mengadakan Workshop Aplikasi Radar Cuaca untuk Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).</p>
<p>Rangkaian acara selama workshop adalah laporan-laporan kegiatan selama penelitian, aplikasi yang diterapkan untuk peramalan OPT, serta launching produk dari analisis peramalan OPT.</p>
<p>Produk yang di luncurkan berupa website peta sebaran OPT seluruh Indonesia. Yang dikerjakan tim BPPT dan data supportnya adalah tim dari BBP-OPT Jatisari, Karawang.</p>
<p>akses terbuka bisa dilihat disini:</p>
<p style="text-align:center;"><a title="opt" href="http://neonet.bppt.go.id/opt/" target="_blank">http://neonet.bppt.go.id/opt/</a></p>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_962" class="wp-caption aligncenter" style="width: 369px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/opt_web.jpg"><img class="size-full wp-image-962" title="opt_web" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/opt_web.jpg?w=359&#038;h=221" alt="" width="359" height="221" /></a><p class="wp-caption-text">halaman muka web OPT</p></div>
<p><strong>Identifikasi OPT dengan Data Penginderan Jauh</strong></p>
<p>Saya sendiri membawakan panel berjudul Pengamatan Sebaran OPT – BLB dengan Identifikasi Spektral Daun Terdampak Menggunakan Data Hiperspektral [<a title="makalah_OPT_lisa" href="http://www.box.net/shared/bago7ivozb/1/34095380/352319670" target="_blank">unduh materi</a>]. Yang isinya kurang lebih menjelaskan bahwa OPT (kasus : BLB) dapat diidentifikasi menggunakan data penginderaan jauh dengan efektif, cepat, dan efisien.<span id="more-948"></span></p>
<div id="attachment_963" class="wp-caption aligncenter" style="width: 368px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/2009-11-05_ws-radar-opt.jpg"><img class="size-full wp-image-963" title="2009-11-05_WS Radar OPT" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/2009-11-05_ws-radar-opt.jpg?w=358&#038;h=238" alt="" width="358" height="238" /></a><p class="wp-caption-text">foto selama harimau ber-workshop</p></div>
<p>Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi OPT dari data penginderaan jauh mengkombinasikan keja lapang dan kerja laboratorium setelahnya. Kerja lapang dilakukan untuk mengumpulkan spectral library daun padi yang terdampak OPT, sementara kerja di laboratorium melakukan olah data yang telah didapat di lapang sampai mengolah data satelit.</p>
<p>[<a title="tag:field spectrometri" href="http://lisaontheblog.wordpress.com/category/cerbung/field-spectrometry/" target="_blank">cerita saat pengukuran di lapang</a>]</p>
<p>Dengan mempunyai spectral library OPT kita bisa menggunakannya dengan citra penginderaan jauh apa saja, multispektral maupun hyperspektral, tentunya dengan memperhatikan syarat metode yang digunakan.</p>
<p>Pada panel ini saya menjelaskan spectral library daun padi terdampak OPT dijadikan sampel untuk klasifikasi sub-piksel menggunakan citra hiperspektral (HyMap). Hasilnya adalah tiap piksel citra HyMap (daerah penelitian) dapat menunjukkan persen daun padi yang terserang OPT dalam luasan sub-piksel citra. Hal ini bermanfaat dilakukan sebab dengan meramal luas serangan OPT ditingkat sub-piksel citra, maka luas daerah yang terserang OPT secara keseluruhan dapat ditentukan tanpa terjun langsung ke lapang.</p>
<p>Pun harus terjun langsung ke lapang, setidaknya sampel diambil berdasarkan hasil studi dengan citra HyMap, sehingga sampel yang didatangi tidak lagi acak-acakan, tapi sudah hasil sortir. Menghemat pekerjaan lapang.</p>
<p>Menariknya dalam studi ramal-meramal OPT adalah mengharapkan hasil ramalan OPT salah. <em>Mengapa demikian ?</em> Para petani menginginkan sawahnya bebas OPT, bukan ?</p>
<p>Setelah acara ini berlangsung, teriring doa bersama semoga hasil penelitian yang dilakukan selama ini dapat bermanfaat untuk umat. Tidak sekedar menjadi hiasan meja saja, tapi bisa diimplementasikan oleh pihak-pihak yang berurusan dengan pertanian dan OPT khususnya.</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Field Spectrometry, Spatial Corner Tagged: BPPT, Hyperspectral, OPT, Penginderaan Jauh, workshop <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lisaontheblog.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lisaontheblog.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lisaontheblog.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lisaontheblog.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lisaontheblog.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lisaontheblog.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lisaontheblog.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lisaontheblog.wordpress.com/948/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lisaontheblog.wordpress.com/948/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lisaontheblog.wordpress.com/948/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=948&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/11/26/harimau-berworkshop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/236ced4dd1059bf6eacef0862ca3ed13?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">anakkutu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/opt_web.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">opt_web</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/2009-11-05_ws-radar-opt.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2009-11-05_WS Radar OPT</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kampung Laut Orang Bajo</title>
		<link>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/11/09/kampung-laut-orang-bajo/</link>
		<comments>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/11/09/kampung-laut-orang-bajo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 05:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anakkutu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Negeriku]]></category>
		<category><![CDATA[Wakatobi]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Bajo]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[wakatobi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lisaontheblog.wordpress.com/?p=939</guid>
		<description><![CDATA[Menurutku, Kota Wanci tidak jauh berbeda dengan kota kabupaten lain yang baru mekar. Kota lama yang sudah terbangun dirapikan sarana dan prasarananya, sementara itu pemerintah mempersiapkan lahan untuk perluasan kota. Infrastruktur, terutama jalan, sedang dalam proses perbaikan dan pengerasan. Bahkan jalan porosnya pun masih diaspal kasar, jadi sepanjang perjalanan mengelilingi Wangi-Wangi tubuh kami jogad joged [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=939&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_945" class="wp-caption aligncenter" style="width: 351px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/2009-10-10_wktb4.jpg"><img class="size-full wp-image-945" title="2009-10-10_WKTB4" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/2009-10-10_wktb4.jpg?w=341&#038;h=227" alt="2009-10-10_WKTB4" width="341" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">wanci in frame</p></div>
<p>Menurutku, Kota Wanci tidak jauh berbeda dengan kota kabupaten lain yang baru mekar. Kota lama yang sudah terbangun dirapikan sarana dan prasarananya, sementara itu pemerintah mempersiapkan lahan untuk perluasan kota. Infrastruktur, terutama jalan, sedang dalam proses perbaikan dan pengerasan. Bahkan jalan porosnya pun masih diaspal kasar, jadi sepanjang perjalanan mengelilingi Wangi-Wangi tubuh kami jogad joged di mobil.</p>
<p>Akses menuju Wakatobi terasa lebih mudah karena Bandara Matahora (bukan manohara) sedang dalam proses pembangunan. Meskipun belum sempurna, landasan pacu bandara sudah bulak balik dipakai Susi Air terbang dari Wanci-Kendari, Kendari-Wanci. Setidaknya saat terakhir aku kesana kondisinya seperti itu (8okt2009). Sementara pelayaran dari Kendari-Wanci dan Bau-bau-Wanci terbuka sangat.<span id="more-939"></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong>-Desa Mola Selatan, Wang-Wangi-</strong></p>
<p>Saat tiba waktunya mengunjungi kampung Orang Bajo, saya dibuat ternganga-nganga oleh apa yang ada didepan saya. Mereka (Orang Bajo) membangun peradaban bukan lagi di tepi pantai, tapi sudah sampai ke tengah laut. Saluran-saluran air yang adalah laut airnya sangat jernih sehingg saya bisa melihat dengan jelas penyu hijau berenang diantara sampah.</p>
<div id="attachment_941" class="wp-caption aligncenter" style="width: 368px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0175.jpg"><img class="size-full wp-image-941" title="DSC_0175" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0175.jpg?w=358&#038;h=237" alt="DSC_0175" width="358" height="237" /></a><p class="wp-caption-text">penyu hijau diantara sampah</p></div>
<p>Di sini, di Wakatobi, orang bajo membahasakan diri mereka orang laut dengan arti yang sebenarnya karena memang mereka hidupnya dilaut, tidak punya tanah didarat. Dulunya mereka nomaden, hanya tinggal diperahu mereka, tapi lama kelamaan mereka membuat rumah diatas karang.</p>
<p>Menurut Pak Desa Mola, Orang Bajo itu tidak bisa lepas hidupnya dari laut. Beliau cerita, pernah tinggal di kota selama berbulan-bulan. Saat beliau sakit, yang dicari bukan dokter melaikan laut. Ketemu laut seperti ketemu pacar, katanya. Penyakit dibadannya langsung hilang, sehat lagi dia. Ada keterikatan batin yang kuat antara Orang Bajo dan laut. Bagaimana tidak, kalau kita yang orang darat, kebiasaan menanam ari-ari bayi ditanah, sementara Orang Bajo membuang ari-ari mereka di laut. Sehingga ada kecenderungan timbul perasaan kuatir/takut/perasaan negatif lain apabila kita (orang darat) berada bukan dihabitat kita. Begitupula dengan Orang Bajo.</p>
<div id="attachment_942" class="wp-caption aligncenter" style="width: 363px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0205.jpg"><img class="size-full wp-image-942" title="DSC_0205" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0205.jpg?w=353&#038;h=237" alt="DSC_0205" width="353" height="237" /></a><p class="wp-caption-text">nelayan orang bajo</p></div>
<p>Orang bajo mengandalkan sumberdaya laut untuk hidup mereka. Kabanyakan dari mereka adalah nelayan laut dangkal, penambang pasir, penambang karang, dan bertani rumput laut. Dengan demikian, jika ada kehidupan yang berlangsung diatas laut, maka sudah sewajarnya akan timbul masalah. Sehingga sudah seharusnya  pemerintah daerah membuat aturan pengelolaan sumber daya laut yang terpadu. Dan sungguh bijaksana apabila kebijakan yang dikeluarkan pemeritah untuk mereka disertai dengan solusi atas kebijakan tersebut. Untuk kebaikan bersama. Terumbu karang sehat, ikan banyak, rakyat sejahtera.</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang aku tanyakan pertama kali saat berkeliling di kampung laut adalah, dimana mereka membuang sampah. Dan benar saja jawabannya klasik, di laut. Ini persoalan besar, kawan. Mungkin pada saat angin timur yang ramah datang, laut wakatobi tenang, sampah dibawa arus ke tempat lain yang jauh dari daratan Wakatobi, tetapi saat musim berganti menjadi angin barat, petaka yang datang. Sampah itu akan terbawa kembali ke daratan mengotori darat dan laut Wakatobi yang indah luar biasa.</p>
<p>Sementara selama setahun penuh lalu Pak Hugua (Bupati Wakatobi) koar-koar promosi wakatobi kepenjuru dunia bahwa Wakatobi itu lautnya bersih, terumbu karangnya bagus, dan sebagainya, padahal masalah yang ada didalamnya belum tuntas diselesaikan, maka akan habislah keindahan itu. Apa tidak malu kalau nanti orang datang menagih janji keindahan yang dipromosikan ternyata tidak benar adanya. Harusnya ada orang/lembaga yang peduli menangani pengelolaan sampah di kampung laut. Ini baru satu kampung laut yang begini, belum lagi ada puluhan kampung laut lain yang tersebar di seluruh perairan Wakatobi.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>-Desa Sampela, Kaledupa-</strong></p>
<p>Kemudian aku datang ke Desa Sampela di Kecamatan (Pulau) Kaledupa. Untuk menuju kampung ini, tentunya harus menyabrang dari Wanci ke Kaledupa dengan kapal cepat baru menyewa kapal nelayan di pelabuhan Ambeua menuju Kampung Sampela.</p>
<div id="attachment_943" class="wp-caption aligncenter" style="width: 351px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0314.jpg"><img class="size-full wp-image-943" title="DSC_0314" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0314.jpg?w=341&#038;h=228" alt="DSC_0314" width="341" height="228" /></a><p class="wp-caption-text">Desa Sampela</p></div>
<p>Dikampung ini aku perhatikan sudah lebih teratur penataannya, meskipun tetap saja ditengah laut. Jembatan yang pancangnya beton dibangun berfungsi sebagai jalan poros kampung. Saat aku tiba, anak-anak bajo menyambut kami di dermaga mereka. Beberapa wajah sudah dikenal Yaya dengan baik, karena sebelumnya disudah sekali kesini. Dengan mudahnya kami menemukan rumah Pak Desa Sampela, kemudian wawancara dimulai.</p>
<p>Rata-rata kehidupan Orang Bajo dikampung laut sama saja. Melaut. Meskipun dari hasil melaut saja sudah mencukupi kebutuhan hidup mereka, bahkan ada yang bisa naik haji dari hasil lautnya, tetapi (ternyata) sifat mereka sangat konsumtif dan tidak perhitungan. Apa yang ada sekarang, ya dihabiskan sekarang juga. Masalah besok tidak ada, ya cari lagi.</p>
<p>Yah, inilah Indonesiaku dengan segala ragam budayanya. Jadi teringat kata dosen dulu, “<em>hasil laut Indonesia kalau dikumpulkan bisa buat bayar utang Negara</em>”. Nah loh, siapa bilang orang Indonesia miskin ?</p>
<p>Foto-foto kampung laut orang Bajo bisa dilihat <a title="album Kampung orang bajo" href="http://picasaweb.google.com/anakkutu/KampungOrangBajo" target="_blank">disini</a> [picasa web album]</p>
<p>[bersambung cerita di wakatobi lainnya]</p>
<p>Cerita sebelumnya : <a title="wakatobi bagian 1" href="http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/10/30/bau-bau-ke-wanci/" target="_blank">Perjalanan Bau-Bau ke Wanci</a> [Wakatobi bagian 1], <a title="wakatobi bagian 2" href="http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/11/08/senyam-senyum-sana-sini/" target="_blank">Senyam Senyum Sana Sini</a> [Wakatobi bagian 2]</p>
<p><!--Session data--></p>
Posted in Indonesia Negeriku, Wakatobi Tagged: Orang Bajo, perjalanan, sampah, Travelling, wakatobi, wisata <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lisaontheblog.wordpress.com/939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lisaontheblog.wordpress.com/939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lisaontheblog.wordpress.com/939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lisaontheblog.wordpress.com/939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lisaontheblog.wordpress.com/939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lisaontheblog.wordpress.com/939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lisaontheblog.wordpress.com/939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lisaontheblog.wordpress.com/939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lisaontheblog.wordpress.com/939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lisaontheblog.wordpress.com/939/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=939&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/11/09/kampung-laut-orang-bajo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/236ced4dd1059bf6eacef0862ca3ed13?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">anakkutu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/2009-10-10_wktb4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2009-10-10_WKTB4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0175.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0175</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0205.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0205</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0314.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DSC_0314</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senyam Senyum Sana Sini</title>
		<link>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/11/08/senyam-senyum-sana-sini/</link>
		<comments>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/11/08/senyam-senyum-sana-sini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 16:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anakkutu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Negeriku]]></category>
		<category><![CDATA[Wakatobi]]></category>
		<category><![CDATA[ceritaku]]></category>
		<category><![CDATA[Sunset]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[wakatobi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lisaontheblog.wordpress.com/?p=927</guid>
		<description><![CDATA[Tidur nyenyakku digugah petugas tiket. Ternyata sudah pukul 5.30 jumat pagi. Saat petugas memeriksa tiket, kulihat daratan sudah dekat, ah tidak lama lagi kapal akan merapat di Pelabuhan Wanci. Segera kubangunkan yaya dari tidurnya. &#8220;Ya, Ya, bangun, udah deket!!&#8221;, kataku. Kami berdua lompat dari ranjang untuk melihat matahari terbit yang kesiangan hehe.. ternyata sunrise-nya jam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=927&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_931" class="wp-caption alignleft" style="width: 223px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/2009-10-10_wktb2.jpg"><img class="size-full wp-image-931" title="wanci" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/2009-10-10_wktb2.jpg?w=213&#038;h=318" alt="Wanci dari Kapal" width="213" height="318" /></a><p class="wp-caption-text">Wanci dari Kapal</p></div>
<p>Tidur nyenyakku digugah petugas tiket. Ternyata sudah pukul 5.30 jumat pagi. Saat petugas memeriksa tiket, kulihat daratan sudah dekat, ah tidak lama lagi kapal akan merapat di Pelabuhan Wanci. Segera kubangunkan yaya dari tidurnya. &#8220;Ya, Ya, bangun, udah deket!!&#8221;, kataku. Kami berdua lompat dari ranjang untuk melihat matahari terbit yang kesiangan hehe.. ternyata sunrise-nya jam 5 tadi, terlambat deh.</p>
<p>Mumpung sudah terang dan masih diatas kapal, maka ini saatnya mengeluarkan si nikko (kameraku dinamai nikko) untuk memuaskan dahaganya memotoh. Hoho..  tidak lama kemudian si nikko sudah terisi aneka pose kami di haluan kapal dan berbagai sudut pelabuhan Wanci.</p>
<p>Kapal sandar. Kami kembali ke kamar, beberes barang dan sedikit memoles wajah biar lebih segar saat bertemu orang darat. Mudah-mudahan ada yang jemput. Kalau tidak juga tidak apa, banyak tukang ojeg disana.</p>
<p>Kabarnya, tarif ojeg di Wanci jauh dekatnya 3ribu hehe.. Jadi, kalau anda berencana backpaker ke Wanci, jangan kuatir soal kendaraan, karena tukang ojeg siap mengantar anda <span style="text-decoration:line-through;">kemana saja </span>dengan harga bersahabat. Hanya saja, saranku, waspadalah mengenali tukang ojeg yang waras dan mabok. Ada selentingan berita miring tentang orang-orang wanci. Tidak perlu dibahas sebabnya. Memilih yang waras penting untuk keselamatanmu, bukan ? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> <span id="more-927"></span></p>
<p>Selama di <a title="Wanci_map" href="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;hl=en&amp;msa=0&amp;ll=-5.318312,123.581772&amp;spn=0.156565,0.308647&amp;t=h&amp;z=12&amp;msid=117137559130438316616.000477deac4c4c9351fb0" target="_blank">Wanci</a> aku tinggal di rumah sodaranya Yaya. Rumahnya nyaman sekali. Dekat dengan pelabuhan. Belakang rumahnya langsung menghadap laut dan kau tau apa, sunset! Maka dengan demikian cita-cita masa kanak-kanak ku terwujud : ingin punya rumah dipinggir pantai dengan fasilitas sunset didepan/belakang rumah. Yeah, meskipun secara teknis ini bukan rumahku, paling tidak selama aku disana mereka selalu bilang, “anggap saja rumah sendiri”. <em>See?!</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_932" class="wp-caption alignright" style="width: 215px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0764.jpg"><img class="size-full wp-image-932" title="sunset01" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0764.jpg?w=205&#038;h=308" alt="sunset01" width="205" height="308" /></a><p class="wp-caption-text">senja dibelakang rumah</p></div>
<p>Saat kami datang, teh panas dan pisang goreng yang juga masih panas sudah sedia dimeja untuk sarapan. Menu inilah yang menjadi utama untuk sarapan selama kami di Wanci. Belakangan aku baru tau kalau harga pisang di wakatobi dihitung per buahnya 2000 rupiah (bukan se-sisir loh, tapi per-pisang). Jadi tidak enak hati dengan pemilik rumah, karena aku sangat suka pisang goreng, sekali makan bisa sampe 4 buah (pengakuan dosa).</p>
<p>Kami baru keliling Pulau Wangi-Wangi dihari-hari terakhir. Seringkali agenda yang telah kami susun terpaksa berubah, mengingat orang-orang yang harus ditemui mobilitas antar pulaunya tinggi sekali. Sebentar ada di Wanci, sebentar lagi sudah di Buton, atau bahkan di Runduma (glek!). Tapi, kita tidak tau apa yang terjadi dikemudian hari. Sepertinya bintang-bintang keberuntungan kami bekerja dengan baik <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bermodal senyum dan sapa setiap bertemu orang baru, kami sering dimudahkan saat ‘bekerja’. Sengaja kuberi tanda petik, karena makna bekerja untuk kami tidak hanya di dalam ruangan, melakukan wawancara tunjuk tunjuk peta dan sebagainya, tapi juga termasuk rekreasinya hehe.. Terbukti loh, meskipun jadwal kami berantakan tapi target narasumber sekaligus mengunjungi lokasi penting semua tercapai. Semua berkat kegigihan kami senyam senyum sana sini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[bersambung dulu ah, kepanjangan. setelah ini aku akan cerita tentang kampung bajo yang kukunjungi]</p>
<p>Cerita sebelumnya : <a title="wakatobi bagian 1" href="http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/10/30/bau-bau-ke-wanci/" target="_blank">Perjalanan Bau-Bau ke Wanci</a> [Wakatobi bagian 1]</p>
<p>Bersambung ke <a title="wakatobi bagian 3" href="http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/11/09/kampung-laut-orang-bajo/" target="_blank">Kampung Laut orang Bajo</a> [Wakatobi Bagian 3]</p>
Posted in ceritaku, Indonesia Negeriku, Wakatobi Tagged: Sunset, Traveling, wakatobi, Wanci <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lisaontheblog.wordpress.com/927/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lisaontheblog.wordpress.com/927/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lisaontheblog.wordpress.com/927/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lisaontheblog.wordpress.com/927/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lisaontheblog.wordpress.com/927/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lisaontheblog.wordpress.com/927/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lisaontheblog.wordpress.com/927/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lisaontheblog.wordpress.com/927/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lisaontheblog.wordpress.com/927/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lisaontheblog.wordpress.com/927/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=927&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/11/08/senyam-senyum-sana-sini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/236ced4dd1059bf6eacef0862ca3ed13?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">anakkutu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/2009-10-10_wktb2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wanci</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/11/dsc_0764.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sunset01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Bau-Bau Ke Wanci</title>
		<link>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/10/30/bau-bau-ke-wanci/</link>
		<comments>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/10/30/bau-bau-ke-wanci/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 06:25:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anakkutu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerbung]]></category>
		<category><![CDATA[Wakatobi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[wakatobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lisaontheblog.wordpress.com/?p=910</guid>
		<description><![CDATA[Pelabuhan ini seperti pasar malam, ramai orang. Sepanjang  10 meter orang berjualan didepan kapal UKI Raya III yang akan berangkat malam itu dari Bau-Bau ke Wanci. Obor-obor kecil dari mereka menerangi langkah kami menuju kapal. Jarak sandar kapal &#8220;cukup&#8221; jauh sehingga membuatku hati-hati melangkah lewat papan panjang ke badan kapal, kuatir terpeleset karena sendal karet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=910&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_914" class="wp-caption alignleft" style="width: 298px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0778-1.jpg"><img class="size-full wp-image-914" title="pelabuhan#2" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0778-1.jpg?w=288&#038;h=189" alt="pelabuhan#2" width="288" height="189" /></a><p class="wp-caption-text">suasana pelabuhan</p></div>
<p>Pelabuhan ini seperti pasar malam, ramai orang. Sepanjang  10 meter orang berjualan didepan kapal UKI Raya III yang akan berangkat malam itu dari Bau-Bau ke Wanci. Obor-obor kecil dari mereka menerangi langkah kami menuju kapal. Jarak sandar kapal &#8220;cukup&#8221; jauh sehingga membuatku hati-hati melangkah lewat papan panjang ke badan kapal, kuatir terpeleset karena sendal karet yang kugunakan gak yakin anti selip.</p>
<p>Kapal kayu ini cukup besar. Mungkin muat sekitar 100 penumpang, ditambah dengan motor yang satu-dua dibawa penumpang. Kata temanperjalanku, dia lebih nyaman naik kapal kayu seperti ini dibanding naik speedboat yang terbuat dari fiber. Alasan keamanan, katanya. Speedboat lebih mudah pecah dan karam kena hantaman ombak (ombak-ombak tertentu pastinya) dibanding kapal kayu. Juga dalam hal rancangan badan kapal, jika terjadi sesuatu (semoga tidak) penumpang lebih cepat menyelematkan diri dari kapal ketimbang dari speedboat. Ah, semoga kami selamat sampai tujuan.</p>
<p>Kapal kayu ini disiapkan untuk perjalanan jauh. Dilengkapi dengan kamar tidur yang didalamnya ada 2 pasang ranjang tingkat dengan alas kasur busa tipis, bantal, dan guling. Sementara di luar kamar berjajar ranjang tingkat dengan alas matras tanpa bantal guling. Harga tiket untuk penumpang berkamar 133 ribu rupiah ditambah pajak masuk penumpang di pelabuhan 2 ribu/orang. Pas 135 ribu. Sedangkan yang tidak dikamar harganya 80 ribu.<span id="more-910"></span></p>
<p>Aku kuatir ranjang atas pesanan kami diambil orang lain karena datang nyaris terlambat. Saat kami datang, sudah ada tas-tas yang mengisi rajang bawah. Mungkin merasa terjajah atau apa, kami disambut sinis oleh 2 ibu pemilik tas yang datang duluan ke kamar (yang sama dengan) kami. Bukan salah kalau datang-datang kami ambil ranjang atasnya karena sejak siang 2 ranjang atas di kamar itu sudah kupesan, jadi kalau ibu-ibu itu tidak bisa tidur karena kuatir kejatuhan badanku, itu resikonya, bukan urusanku. Siapa suruh marah-marah pada orang tidak bersalah <em>*halah</em>.</p>
<div id="attachment_923" class="wp-caption aligncenter" style="width: 337px"><a href="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;hl=en&amp;msa=0&amp;msid=117137559130438316616.00047733ec2ffd92fdae5&amp;ll=-5.514841,122.958984&amp;spn=1.164608,1.766052&amp;t=h&amp;z=9"><img class="size-full wp-image-923" title="map_bau2_wanci" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/10/map_bau2_wanci.jpg?w=327&#038;h=214" alt="map_bau2_wanci" width="327" height="214" /></a><p class="wp-caption-text">Rute Perjalanan Bau-Bau ke Wanci</p></div>
<p>Setelah kejadian tarik-tarikan urat dengan ibu-ibu bawel itu kami ambil posisi di kasur masing-masing, membuat nyaman diri untuk tidur sepanjang perjalanan malam ini. Perjalanan Bau-Bau ke Wanci akan memakan waktu 8-9 jam. Kapal UKI RAYA yang kami tumpangi berangkat pukul 9 malam, jadi kira-kira dengan kondisi ombak tenang seperti sekarang insyaalloh kapal akan merapat di pelabuhan wanci pukul 6 pagi.</p>
<p>Sebenarnya akses ke wakatobi bisa juga lewat udara dengan maskapai Susi Air yang sekali terbang mengangkut 12 penumpang. Harga tiketnya berkisar 300ribuan/orang. Harga bisa berubah sewaktu-waktu, itu pun belum tentu kebagian terbang karena jatah kursi habis. Pilihan berlayar adalah yang paling bijaksana untuk perjalan kami karena budget yang terbatas.</p>
<p>Ah.. letihnya hari ini. Seharian tadi kami menghabiskan pagi di Pantai Nirwana-nya Bau-Bau yang indah, berenang-renang ditengah padang agar-agar dan menikmati sarapan nasi kuning dihamparan pasir putih pantai, nirwana. Tidak lupa pose untuk oleh-oleh dari Pantai Nirwana. Kemudian lanjut wawancara di Kantor Taman Nasional Wakatobi. Dan malam ini kembali melanjutkan perjalanan.</p>
<p>Jadi, malam ini harus cukup tidur karena besok pagi-pagi sudah mulai kerja lagi. Tidak ada waktu untuk bermalas-malasan, kawan. Target harus selesai sebelum musim barat. Musim barat bukanlah waktu yang tepat untuk berwisata ke wakatobi, karena laut berombak lebih tinggi dan angin berhembus lebih kencang. Sedikit mengkuatirkan.</p>
<div id="attachment_915" class="wp-caption aligncenter" style="width: 331px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0086-copy-1.jpg"><img class="size-full wp-image-915" title="pnirwana" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0086-copy-1.jpg?w=321&#038;h=205" alt="pnirwana" width="321" height="205" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Nirwana, Bau-Bau</p></div>
<p>Sampai jumpa lagi Bau-Bau. Selamat malam, selamat tidur..</p>
<p>[bersambung <a title="wakatobi part 2" href="http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/11/08/senyam-senyum-sana-sini/" target="_blank">Senyam Senyu Sana Sini</a>]</p>
Posted in Cerbung, Wakatobi Tagged: cerita, Foto, Pantai, Travel, wakatobi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lisaontheblog.wordpress.com/910/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lisaontheblog.wordpress.com/910/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lisaontheblog.wordpress.com/910/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lisaontheblog.wordpress.com/910/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lisaontheblog.wordpress.com/910/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lisaontheblog.wordpress.com/910/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lisaontheblog.wordpress.com/910/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lisaontheblog.wordpress.com/910/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lisaontheblog.wordpress.com/910/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lisaontheblog.wordpress.com/910/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=910&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/10/30/bau-bau-ke-wanci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/236ced4dd1059bf6eacef0862ca3ed13?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">anakkutu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0778-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pelabuhan#2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/10/map_bau2_wanci.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">map_bau2_wanci</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/10/dsc_0086-copy-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pnirwana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>wakatobi photo-slide</title>
		<link>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/10/19/wakatobi-photo-slide/</link>
		<comments>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/10/19/wakatobi-photo-slide/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 01:56:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anakkutu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Flickr]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Bajo]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[human]]></category>
		<category><![CDATA[nature]]></category>
		<category><![CDATA[wakatobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lisaontheblog.wordpress.com/?p=903</guid>
		<description><![CDATA[Bulan ini aku kembali berplesir. Kali ini tujuannya adalah jantung segitiga karang dunia, Wakatobi. Sementara laporan pandangan mata dulu yah..ceritanya belakangan  
Foto juga bisa dinikmati di album wakatobi fb dan jepretan terbaiknya (based on me hehe) ada di flickr.
Wakatobi, oh my Godness!
  
 
Posted in Flickr, Ruang Belajar Tagged: Bajo, Foto, human, nature, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=903&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bulan ini aku kembali berplesir. Kali ini tujuannya adalah jantung segitiga karang dunia, Wakatobi. Sementara laporan pandangan mata dulu yah..ceritanya belakangan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Foto juga bisa dinikmati di album <a title="waktobi @ fb" href="http://www.facebook.com/album.php?aid=6597&amp;id=1771858507" target="_blank">wakatobi</a> fb dan jepretan terbaiknya (based on me hehe) ada di <a title="wakatobi @ flickr" href="http://www.flickr.com/photos/anakkutu/" target="_blank">flickr</a>.</p>
<p>Wakatobi, oh my Godness!</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><div><embed src='http://widget-9a.slide.com/widgets/slideticker.swf' type='application/x-shockwave-flash' quality='high' scale='noscale' salign='l' wmode='transparent' flashvars='site=widget-9a.slide.com&#038;channel=3098476543664539546&#038;cy=wp&#038;il=1' width='426' height='320' name='flashticker' align='middle' /><div style='width: 426px;text-align:left;'><a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&#038;tt=0&#038;sk=0&#038;cy=wp&#038;th=0&#038;id=3098476543664539546&#038;map=1' target='_blank'><img src='http://widget-9a.slide.com/p1/3098476543664539546/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide1.gif' border='0' ismap='ismap' /></a> <a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&#038;tt=0&#038;sk=0&#038;cy=wp&#038;th=0&#038;id=3098476543664539546&#038;map=2' target='_blank'><img src='http://widget-9a.slide.com/p2/3098476543664539546/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide2.gif' border='0' ismap='ismap' /></a></div></div></p>
Posted in Flickr, Ruang Belajar Tagged: Bajo, Foto, human, nature, wakatobi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lisaontheblog.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lisaontheblog.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lisaontheblog.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lisaontheblog.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lisaontheblog.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lisaontheblog.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lisaontheblog.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lisaontheblog.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lisaontheblog.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lisaontheblog.wordpress.com/903/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=903&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/10/19/wakatobi-photo-slide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/236ced4dd1059bf6eacef0862ca3ed13?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">anakkutu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lukisan Khombouw, Oleh-Oleh dari Teman Lama</title>
		<link>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/09/11/lukisan-khombouw/</link>
		<comments>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/09/11/lukisan-khombouw/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 11:06:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anakkutu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Negeriku]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lukisan Khombouw]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Asei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lisaontheblog.wordpress.com/?p=899</guid>
		<description><![CDATA[Resiko orang tua yang kerjanya mengabdi pada negara adalah bersedia ditempatkan diseluruh wilayah republik ini, sampai membawa aku dan keluargaku ke wilayah timur indonesia, Papua. Dulu orang menyebutnya Irian, bahkan sampai sekarang di keluargaku masih fasih menyebut pulau kepala burung itu dengan sebutan Irian  
Sepanjang sekolah dasar kuhabiskan di Ibukota Papua, Jayapura. Setelah itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=899&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Resiko orang tua yang kerjanya mengabdi pada negara adalah bersedia ditempatkan diseluruh wilayah republik ini, sampai membawa aku dan keluargaku ke wilayah timur indonesia, Papua. Dulu orang menyebutnya Irian, bahkan sampai sekarang di keluargaku masih fasih menyebut pulau kepala burung itu dengan sebutan Irian <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sepanjang sekolah dasar kuhabiskan di Ibukota Papua, Jayapura. Setelah itu pindah ke Kalimantan. Sampai sekarang masih ada teman-teman sekolah dasarku yang tinggal di papua. Bertahun-tahun <em>lost contact </em>dari teman-teman sekolah dasar, tapi berkat friendster dan facebook kami saling menemukan satu sama lain. Jejaring semakin luas, semakin hari semakin bertambah temu teman SDku.</p>
<p>Sapa basa basi  sering terjadi. Hingga beberapa waktu lalu ada seorang teman yang menawarkan sebuah lukisan dari kulit kayu padaku. Oleh-oleh dari teman lama, katanya. Meskipun tak tau seperti apa bentuknya benda yang dimaksud, tapi ku iya-kan saja, tanda setuju. Eh tak tahunya paket kiriman dari papua itu bukan basa basi, dia sampai di rumah.</p>
<p>Ternyata begini bentuknya lukisan dari kulit kayu yang dimaksud. Cantik sekali.</p>
<p style="text-align:left;">
<div id="attachment_898" class="wp-caption aligncenter" style="width: 303px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/09/dsc_0412.jpg"><img class="size-full wp-image-898" title="Lukisan Khombouw" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/09/dsc_0412.jpg?w=293&#038;h=309" alt="Lukisan Khombouw" width="293" height="309" /></a><p class="wp-caption-text">Lukisan Khombouw</p></div>
<p><span id="more-899"></span>Mereka menyebutnya Lukisan Khombouw. Khombouw adalah nama sebuah pohon yang hidup di sekitar Sentani, Papua. Melukis diatas lembaran kulit kayu, merupakan bagian dari kehidupan    masyarakat yang tinggal di sebuah pulau di tengah Danau Sentani, Papua. Pulau Asei. <em>Ini karena pengetahuanku yang minim dan mungkin kurang pergaulan sampai-sampai aku tidak tau kalau pohon Khombouw hanya hidup di Papua dan langka. hoho..maafkan aku</em></p>
<p style="text-align:left;">Pohon Khombouw, sekarang sulit ditemukan. Seiring dengan kebutuhan penduduk    memanfaatkan kulit kayu pohon ini sebagai media lukis. Secara turun temurun,    penduduk Asei menggantungkan hidup dengan berjualan lukisan kulit kayu, selain    mencari ikan dan sagu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;">Tak semua jenis pohon Khombouw dapat diambil kulit kayunya. Selain yang telah cukup umur, dipilih yang memiliki sedikit dahan. Batang pohon ini kemudian ditandai bagian-bagiannya yang akan dipotong. Lembaran-lembaran kulit kayu yang sudah dipotong tak bisa langsung digunakan begitu saja.</p>
<p style="text-align:left;">Bahan dasar untuk melukis ini, lapisan luarnya yang kasar dibuang. Lalu ditumbuk dengan menggunakan plat besi untuk mendapatkan lembaran kulit kayu yang lembut dan lebar. Lebarnya bervariasi, tergantung besar kecilnya diameter batang kayu. Proses menumbuk ini memakan waktu cukup lama dan menguras tenaga. Lembaran-lembaran ini nantinya dicuci, dibuang ampasnya, selanjutnya dijemur hingga kering.</p>
<p style="text-align:left;">Lembaran-lembar yang telah kering inilah, dijadikan sebagai media untuk mengeskpresikan jiwa seni mereka. Dalam melukis masyarakat Sentani hanya menggunakan tiga jenis warna. Warna utama adalah hitam yang, dibuat dari jelaga, dicampur dengan minyak kelapa. Warna lain adalah putih, dari bahan sagu. serta warna merah, terbuat dari tanah liat.</p>
<p style="text-align:left;">Motif lukisan yang dibuat bermacam-macam, khas masyarakat Papua. Lukisan Khombouw, begitu mereka menyebutnya, peminatnya kebanyakan wisatawan mancanegara. Untuk mendapatkan lukisan ini, mereka mendatangi langsung rumah-rumah penduduk dengan berperahu ke Pulau Asei.</p>
<p>Demi melestarikan dan menjaga tradisi leluhur, beberapa tahun terakhir, Corlius, yang seorang suku asli, mendirikan sanggar lukis. Sayangnya, kemauan dan semangat generasi muda melukis, tak sejalan dengan keberadaan Pohon Khombouw yang makin langka. Beberapa kali usaha menanam pohon ini telah mereka coba, namun gagal.</p></blockquote>
<blockquote><p>Mereka tak ingin lukisan tradisional warisan leluhur, punah, hanya karena langkanya bahan dasar.</p></blockquote>
<p>Begitu kisah si Lukisan Khombouw sebelum sampai di tangan ku.</p>
<p>Sudah saatnya sentuhan teknologi untuk membudidayakan tanaman ini, mulai dipikirkan, demi kelestarian si Pohon Khombouw.</p>
<p style="padding-left:30px;">NB : thanks Pak Polisi, sudah memberikan kenang-kenangan cantik ini kepadaku. Ketahuilah, lukisan ini cukup mengobati rinduku pada tanah Papua.</p>
Posted in Indonesia Negeriku, Zona Berbahaya Tagged: Budaya, Lukisan Khombouw, Papua, Suku Asei <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lisaontheblog.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lisaontheblog.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lisaontheblog.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lisaontheblog.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lisaontheblog.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lisaontheblog.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lisaontheblog.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lisaontheblog.wordpress.com/899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lisaontheblog.wordpress.com/899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lisaontheblog.wordpress.com/899/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=899&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/09/11/lukisan-khombouw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/236ced4dd1059bf6eacef0862ca3ed13?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">anakkutu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/09/dsc_0412.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lukisan Khombouw</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indah dan Cemas di Pantai Pulo Merah</title>
		<link>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/09/01/pulo_merah/</link>
		<comments>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/09/01/pulo_merah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 06:02:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anakkutu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Negeriku]]></category>
		<category><![CDATA[Spatial Corner]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[nature]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pulo Merah]]></category>
		<category><![CDATA[survey]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lisaontheblog.wordpress.com/?p=889</guid>
		<description><![CDATA[Survey ke Banyuwangi awal agustus lalu membawa saya (bersama tim, tentu saja) sampai di Pantai Pulo Merah. Salah satu tempat wisata yang letaknya di Desa Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Pantai pasir putih yang menurut saya biasa saja, menjadi lebih cantik dengan adanya bukit kecil dibibir pantai. Khas. Saat air surut pengunjung bisa berjalan kaki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=889&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_888" class="wp-caption aligncenter" style="width: 395px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/09/pulo_merah_.jpg"><img class="size-full wp-image-888" title="Pulo_merah_" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/09/pulo_merah_.jpg?w=385&#038;h=67" alt="panoramic pantai PUlo Merah" width="385" height="67" /></a><p class="wp-caption-text">Pulo Merah Beach in panoramic frame</p></div>
<p><span id="article_body">Survey ke Banyuwangi awal agustus lalu membawa saya (bersama tim, tentu saja) sampai di Pantai Pulo Merah. Salah satu tempat wisata yang letaknya di Desa Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Pantai pasir putih yang menurut saya biasa saja, menjadi lebih cantik dengan adanya bukit kecil dibibir pantai. Khas. </span><span id="article_body"><span id="article_body">Saat air surut pengunjung bisa berjalan kaki ke bukit ini. Jangan lupa waktu kalau tidak mau terpaksa menginap semalaman di bukit itu. </span></span></p>
<p><span id="article_body">Bukit yang menurut saya tidak kecil, kurang lebih 50 meter, ini kemungkinan adalah <span id="article_body">sisa proses denudasional dari tebing yang jauh disana </span></span><span id="article_body"><span id="article_body">(Gn.Tumpang Pitu) </span></span><span id="article_body"><span id="article_body">sehingga tampak terisolasi dari kawanannya. </span></span>Saat kemarau, pohon-pohon di bukit itu meranggas, membuat karang di bukit terlihat jelas. Warnanya kemerahan. Konon, hal inilah yang membuat warga di sekitar pantai itu menyebut bukit tersebut Pulo Merah.<span id="more-889"></span></p>
<p style="text-align:left;">
<div id="attachment_892" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/09/lokasi_pulomerah.jpg"><img class="size-full wp-image-892" title="lokasi_pulomerah" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/09/lokasi_pulomerah.jpg?w=360&#038;h=160" alt="Pulo Merah dari satelit" width="360" height="160" /></a><p class="wp-caption-text">Pulo Merah dari satelit</p></div>
<p>Di sepanjang sisi yang mengadap laut pohon-pohon mangrove berjejer rapi. Selain berfungsi sebagai penahan ombak, mangrove juga berfungsi sebagai &#8220;payung&#8221; bagi pengunjung dari teriknya matahari membuat mereka betah berlama-lama di sana. Meskipun mangrove menahan laju ombak tapi tetap saja tidak dapat menahan tenaga besar tsunami. Tahun 1994 sekitar desa pernah hancur karena tsunami, termasuk Pura Segara Tawang Alun disebelah timur pantai.</p>
<p>Pura Segara Tawang Alun menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Setiap tahun selalu ada agenda rutin yang diadakan di sana, biasanya antara Maret sampai April. Agenda ini diselenggarakan orang-orang Bali yang biasa bersembahyang di Pura Segara Tawang Alun. Acara yang ditujukan sebagai ungkapan rasa syukur. Cuci laut/Mekiyis. Tidak tau persis bagaimana suasana saat perayaan, menurut informasi, acara itu menarik banyak wisatawan lokal karena saat acara ada pergelaran wayang.</p>
<div id="attachment_894" class="wp-caption aligncenter" style="width: 351px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/09/dsc_0346.jpg"><img class="size-full wp-image-894" title="pura_segara" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/09/dsc_0346.jpg?w=341&#038;h=235" alt="Pura Segara Tawang Alun" width="341" height="235" /></a><p class="wp-caption-text">Pura Segara Tawang Alun</p></div>
<p>Dibalik keindahan Pantai Pulo Merah tersembunyi harta karun yang membuat warganya cemas. Sebagian kawasan pantai Pulau Merah berada di kaki Gunung Tumpang Pitu, yang merupakan kawasan hutan lindung. Ancaman bagi kelestarian dan keelokan pantai itu datang saat perusahaan pertambangan, PT Indo Multi Niaga, mengajukan izin untuk mengeksploitasi kandungan emas. Warga sekitar Pulau Merah dan Pancer berulang kali melakukan unjuk rasa menolak rencana pertambangan itu. Tidak hanya keindahan pantai yang memudar, yang memburamkan masa depan kawasan wisata itu, nelayan Pancer juga resah lantaran limbah yang terbuang ke laut meracuni ikan. Bila tidak ada upaya penyelamatan, pantai Pulau Merah hanya tinggal nama (koran tempo/ika ningtyas 14 nov 08).</p>
<p>Sampai detik saya berada di pantai tidak terlihat tanda-tanda kegiatan penambangan di sana. Paling tidak, kalau iya penambangan akan berjalan dan pantai tinggal nama, saya pernah mencatat keindahannya di blog ini dan anda pernah membacanya. Semoga itu tidak terjadi.</p>
<p>Inilah Indonesia dengan segala keindahan dan <em>kehebohannya</em></p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Indonesia Negeriku, Spatial Corner Tagged: Banyuwangi, nature, Pantai, Pulo Merah, survey, tsunami <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lisaontheblog.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lisaontheblog.wordpress.com/889/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lisaontheblog.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lisaontheblog.wordpress.com/889/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lisaontheblog.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lisaontheblog.wordpress.com/889/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lisaontheblog.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lisaontheblog.wordpress.com/889/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lisaontheblog.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lisaontheblog.wordpress.com/889/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=889&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/09/01/pulo_merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/236ced4dd1059bf6eacef0862ca3ed13?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">anakkutu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/09/pulo_merah_.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pulo_merah_</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/09/lokasi_pulomerah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lokasi_pulomerah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/09/dsc_0346.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pura_segara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Get Your Direction</title>
		<link>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/08/19/get-your-direction/</link>
		<comments>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/08/19/get-your-direction/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 07:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anakkutu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spatial Corner]]></category>
		<category><![CDATA[direction]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[map]]></category>
		<category><![CDATA[Peta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/08/19/get-your-direction/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
Hari ini dapat kejutan dari google maps. Awalnya seperti biasa, hanya ingin mengintip subuah lokasi di Jakarta ternyata yang kudapatkan tidak hanya lokasi tujuanku tapi sedikit dieksplore ternyata google maps dengan apik menyajikan jalan mana yang harus ditempuh dari asal ke tujuan yang ditentukan. Ditambah dengan informasi nama jalan, jarak dan waktu tempuh. Sebagai catatan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=866&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#160;</p>
<p>Hari ini dapat kejutan dari <a href="http://maps.google.com" target="_blank">google maps</a>. Awalnya seperti biasa, hanya ingin mengintip subuah lokasi di Jakarta ternyata yang kudapatkan tidak hanya lokasi tujuanku tapi sedikit dieksplore ternyata google maps dengan apik menyajikan jalan mana yang harus ditempuh dari asal ke tujuan yang ditentukan. Ditambah dengan informasi nama jalan, jarak dan waktu tempuh. Sebagai catatan, rute yang disarankan disini menggunakan mobil, sehingga jalur yang dilewati adalah jalan raya, bukan jalan lingkungan/kampung.</p>
<p>Fasilitas ini sangat membantu orang-orang sepertiku yang senang jalan tapi tak tahu jalan. Karena untuk Kota Jakarta sendiri informasi jalan yang ditampilkan sudah cukup detil, sampai tingkat jalan lingkungan atau jalan kampung. Aku tidak tahu pasti kota mana saja yang informasinya selengkap Jakarta, belum sempat mengeksplor.</p>
<p><a href="http://bit.ly/markasrogads" target="_blank"><img title="bppt-bakmijawa" style="border-right:0;border-top:0;display:block;float:none;margin-left:auto;border-left:0;margin-right:auto;border-bottom:0;" height="161" alt="bppt-bakmijawa" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/07/bpptbakmijawa.jpg?w=244&#038;h=161" width="244" border="0" /></a>&#160;</p>
<p>Gambar ini adalah halaman google maps saat menampilkan rute jalan. Contonya rute dari kantor (BPPT – Jl.Thamrin) ke tempat kumpul anak-anak Rogads di Bakmi Jawa Kalibata.</p>
<p>Garis biru adalah rute yang disarankan. Garis Orange adalah Jalan Protokol, Garis kuning adalah jalan lokal/jalan raya. Kalau diperbesar lagi nanti muncul garis putih, yaitu jalan lingkungan.</p>
<p><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/07/interfacegm.jpg"><img title="interface GM" style="border-right:0;border-top:0;display:block;float:none;margin-left:auto;border-left:0;margin-right:auto;border-bottom:0;" height="154" alt="interface GM" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/07/interfacegm_thumb.jpg?w=244&#038;h=154" width="244" border="0" /></a></p>
<p>Di-sidebar tertulis : Jalan MH Thamrin to Jalan Kalibata 13.3 km, 17 mins. Kemudian dibawah keterangan jarak dan waktu tempuh ada informasi detil driving direction, dimana harus belok, dimana haru berputar arah, dsb. Dijamin ga bakalan nyasar kalo ngikutin rute ini.</p>
<blockquote><p>NB : tulisan ini coba diposting langsung dari Windows Live Writer. Info lengkapnya dari <a href="http://g173cs.wordpress.com" target="_blank">weblognya fahmi</a>. </p>
</blockquote>
<p>Get your direction, now!</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Spatial Corner Tagged: direction, google, map, Peta <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lisaontheblog.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lisaontheblog.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lisaontheblog.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lisaontheblog.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lisaontheblog.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lisaontheblog.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lisaontheblog.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lisaontheblog.wordpress.com/866/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lisaontheblog.wordpress.com/866/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lisaontheblog.wordpress.com/866/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=866&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/08/19/get-your-direction/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/236ced4dd1059bf6eacef0862ca3ed13?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">anakkutu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/07/bpptbakmijawa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bppt-bakmijawa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/07/interfacegm_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">interface GM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasih tak Sampai [Kawah Ijen]</title>
		<link>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/08/17/kawah-ijen/</link>
		<comments>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/08/17/kawah-ijen/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 03:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anakkutu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Negeriku]]></category>
		<category><![CDATA[ceritaku]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Kawah Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lisaontheblog.wordpress.com/?p=880</guid>
		<description><![CDATA[Lepas dari PT. Perkebunan Lijen kami masih harus menempuh perjalanan 17 kilometer untuk sampai di taman wisata kawah ijen. Ntah benar diukur atau tidak sepertinya kami melewati lebih dari jarak tempuh yang tertulis dengan kondisi terlempar-lempar didalam mobil. Sungguh tidak nyaman menuju lokasi wisata ijen dengan kondisi beberapa ruas jalanan di aspal dengan asal nempel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=880&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_882" class="wp-caption alignleft" style="width: 289px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/08/kawah-ijen.jpg"><img class="size-full wp-image-882" title="kawah ijen" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/08/kawah-ijen.jpg?w=279&#038;h=368" alt="perjalanan menuju kawah" width="279" height="368" /></a><p class="wp-caption-text">perjalanan menuju kawah</p></div>
<p>Lepas dari PT. Perkebunan Lijen kami masih harus menempuh perjalanan 17 kilometer untuk sampai di taman wisata kawah ijen. Ntah benar diukur atau tidak sepertinya kami melewati lebih dari jarak tempuh yang tertulis dengan kondisi terlempar-lempar didalam mobil. Sungguh tidak nyaman menuju lokasi wisata ijen dengan kondisi beberapa ruas jalanan di aspal dengan asal nempel atau dibagian lain rusak karena tergerus air. Bahkan ada satu tikungan yang menanjak dengan kondisi aspal-nya parah sekali. Pedal gas mobil harus diinjak sampai habis beberapa meter sebelum menanjak, dengan kondisi jalan yang jelek sekali mobil bisa saja kehilangan keseimbangan kemudian terpeleset. Untuk tempat (yang katanya) sebagus Kawah Ijen aksesibilitas seperti ini benar-benar tidak nyaman untuk wisatawan.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 197px"><a href="http://www.eastjava.com/map/image/kawah-ijen-map.png"><img title="peta wisata Kawah Ijen" src="http://www.eastjava.com/map/image/kawah-ijen-map.png" alt="peta wisata Kawah Ijen" width="187" height="245" /></a><p class="wp-caption-text">peta wisata Kawah Ijen</p></div>
<p>Sampai di <em>rest point</em>, teman semobil kompak menuju toilet. HIV [hasrat ingin vivis] yang sejak separo perjalanan ditahan karena tidak ada pom bensin atau mesjid dipinggir jalan selama perjalanan ke sini ditumpah ruahkan saat sampai. Paltuding marupakan “pintu selamat datang-nya” Kawah ijen. <em>Rest point</em> Paltuding berada di ketinggian 1850 mdpl (meter diatas permukaan laut). Di sini tersedia warung makan, satu pondok besar untuk wisatawan menginap, fasilitas toilet umum, dan pondok pengawas lingkungan kawah ijen.</p>
<p>Waktu menunjukkan pukul 3 sore saat teman-teman selasai dengan ‘urusan’ pribadinya. Di pinggir taman tertulis : “Kawah ijen 3 kilo” kemudian ada simbol tapak kaki yang artinya menuju ke Kawah dengan berjalan kaki. Belum terbayang sebelumnya arti 3 kilo yang sebenarnya, maka dengan semangat “coba dulu” kami mulai naik. Coba dulu kalau sampai ya syukur, tapi kalau tidak sanggup ya turun, begitu maksudnya. Jangan samakan Kawah Ijen seperti Gunung Tangkuban Perahu atau Gunung Bromo yang kawahnya bisa dinikmati sambil berkuda santai. 3 kilometer yang dimaksud adalah 3 kilometer menajak dan berliku-liku yang jika di proyeksikan dengan rata-rata kemiringan tanjakan sekitar 40 derajad maka panjang datar jalan sebenarnya bisa jadi lebih dari 5 kilometer.</p>
<p>Coba dulu…<span id="more-880"></span></p>
<div id="attachment_883" class="wp-caption alignleft" style="width: 359px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/08/dsc_0348-1.jpg"><img class="size-full wp-image-883" title="papasan" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/08/dsc_0348-1.jpg?w=349&#038;h=233" alt="berpapasan dengan penambang belerang" width="349" height="233" /></a><p class="wp-caption-text">berpapasan dengan penambang belerang</p></div>
<p>Penurunan suhu yang signifikan membuat kami nyaman selama perjalanan. <em>Semriwing</em> angin terdengar menuruni pengunungan di sekitar Ijen, sekali waktu angin itu melewati kami membuat tubuh lebih dingin karena kami berkeringat, tapi kali lainnya angin menjauhi kami. Celoteh selama perjalanan naik sedikit meringankan perjalanan yang hampir selalu menanjak. Berkali-kali kami berhenti untuk mengatur nafas. Semakin lama frekuensi berhenti semakin sering karena tanjakan menikung semakin jahanam. Umur yang konon katanya mempengaruhi tenaga, pada kondisi ini benar-benar tidak ada bedanya. Yang muda dan yang tua sama-sama capeknya. Yang membedakan hanya nafsu. Yang muda sangat berhasrat menyaksikan pemandangan Kawah Ijen tak peduli waktu, sementara yang tua meskipun ingin dan lebih terengah engah tapi lebih bijaksana memperhitungkan waktu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saat istirahat di titik-titik tertentu kami bertemu dengan gerombolan penambang belerang yang juga sedang beristirahat. Pertanyaan seberapa jauh lagi sampai di kawah pun terlontar, jawabannya “masih jauh” padahal sudah naik hampir satu jam. Sempat beberapa kali terpikir oleh teman-teman untuk turun saja, mengingat kami tidak siap peralatan untuk turun gunung saat gelap. Tapi ada seorang penambang yang menyarankan paling tidak kami harus sampai di Gedung Bunder, tidak jauh lagi, begitu katanya. Sugesti –sudah dekat- ternyata mampu memompa semangat yang tadinya mengendor. Perlahan tapi pasti akhirnya kami menemukan Gedung Bunder (yang ternyata tidak dekat sama sekali!).</p>
<div id="attachment_885" class="wp-caption aligncenter" style="width: 375px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/08/dsc_0414.jpg"><img class="size-full wp-image-885" title="gnraung" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/08/dsc_0414.jpg?w=365&#038;h=243" alt="pemandangan dari Gedung Bunder" width="365" height="243" /></a><p class="wp-caption-text">pemandangan dari Gedung Bunder</p></div>
<p style="padding-left:60px;">Jika diperhatikan di sepanjang jalan naik, ada jalur turun penambang belerang yang dengan cerdasnya mereka buat sendiri. Jalan tanah sedikit dibasahi agar tanah menjadi kompak dan tidak licin saat mereka turun membawa beban yang sangat berat.</p>
<p>Gedung Bunder ternyata bangunan tua yang ntah tadinya apa, sekarang sudah tidak layak tinggal. Di bawah gedung bunder ada pondok yang menyediakan makan dan minum seadanya untuk para penambang belerang dan wisatawan yang beristirahat. Pondok ini biasanya digunakan penambang belerang Kawah Ijen untuk bermalam agar pagi buta besok mereka bisa langsung bekerja. Rutinitas.</p>
<p>Kami isitrahat, menghangatkan tubuh dengan secangkir teh panas dan pop mie. Obrolan ringan bergulir antara kami dan bapak-bapak penghuni pondok yang penambang belerang. Menurut mereka Kawah Ijen sudah dekat dan jalannya tidak sesulit sebelum sampai di Gedung Bunder. Mungkin trauma dengan frase –sudah dekat- teman-teman sudah sepakat untuk turun saja dan memutuskan perjalanan berhenti sampai di sini, karena matahari sudah terlalu condong.</p>
<p>Menurutku pemandangan di sini saja sudah cukup “indah”. Sejak di gerbang selamat datang kami sudah berpapasan dengan lelaki penambang belerang. Menyaksikan penambang belerang hilir mudik dengan keranjang penuh belerang. Aku jadi ingat pernah menonton tayangan televisi tentang mereka. Kawah Ijen kandungan belerangnya sangat tinggi sehingga dijadikan tempat tambang belerang skala lokal. Sebenarnya dengan sistem <em>savety</em> yang minim kegiatan tambang di Kawah ijen sangat berbahaya. Oksigen tipis dan bau belerang yang menyengat bisa membuat tubuh kehabisan oksigen. Hidung mereka hanya ditutup dengan kaos atau kain yang mereka pakai. Tapi yakinlah bahwa manusia adalah makhluk tercanggih yang diciptakan Alloh. Tubuh bisa beradaptasi dengan lingkungan, aku yakin tubuh mereka sudah biasa dengan kondisi seperti itu.</p>
<div id="attachment_884" class="wp-caption aligncenter" style="width: 381px"><a href="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/08/dsc_0402-1.jpg"><img class="size-full wp-image-884" title="timbang_belerang" src="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/08/dsc_0402-1.jpg?w=371&#038;h=248" alt="timbang belerang" width="371" height="248" /></a><p class="wp-caption-text">timbang belerang</p></div>
<p>Sebelum turun ke tempat pengepul di bawah sana, belerang yang mereka ambil di Kawah Ijen ditimbang dengan timbangan besi. Satu keranjang beratnya bisa sampai 40 kg. Satu orang membawa 2 keranjang penuh belerang yang total beratnya bisa mencapai 60-100 kg melebihi berat mereka sendiri. Adalah seorang bernama Pak Buang, saat kami bertemu (mengganggu perjalanannya) dengannya dia menunjukkan sebuah kwitasi. Belerangnya sudah ditimbang, disana tertulis bruto 71 kg (berat total), tarra 4 kg (berat keranjang), dan netto 67 kg (berat bersih). Sementara itu kami ternganga melihat tulisan dibawahnya, ongkos @ Rp 600,-; jumlah ongkos : Rp 40.600,-. Nasib.</p>
<p>Hari ini kami harus puas hanya sampai di Gedung Bunder pada ketinggian 2214 mdpl. Berhenti di patok ke-21 menuju Kawah Ijen. Kami merelakan 11 patok sisanya. Sampai berjumpa lagi Pak Buang, di Kawah Ijen, <em>insyaalloh</em>.</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 395px"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_Zg4UasxWszw/R1I8t-eDwsI/AAAAAAAAACE/v9qpPiMVbn0/s1600-R/kawah_ijen.jpg"><img title="kawah_ijen" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zg4UasxWszw/R1I8t-eDwsI/AAAAAAAAACE/v9qpPiMVbn0/s1600-R/kawah_ijen.jpg" alt="Konon Kabarnya kawah ijen berntuknya seperti ini" width="385" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Konon Kabarnya kawah ijen berntuknya seperti ini</p></div>
<p>NB : Kawah Ijen berada pada ketinggian 2386 mdpl.</p>
Posted in ceritaku, Indonesia Negeriku Tagged: alam, Banyuwangi, Kawah Ijen, wisata <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lisaontheblog.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lisaontheblog.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lisaontheblog.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lisaontheblog.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lisaontheblog.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lisaontheblog.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lisaontheblog.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lisaontheblog.wordpress.com/880/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lisaontheblog.wordpress.com/880/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lisaontheblog.wordpress.com/880/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=880&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/08/17/kawah-ijen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/236ced4dd1059bf6eacef0862ca3ed13?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">anakkutu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/08/kawah-ijen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kawah ijen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.eastjava.com/map/image/kawah-ijen-map.png" medium="image">
			<media:title type="html">peta wisata Kawah Ijen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/08/dsc_0348-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">papasan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/08/dsc_0414.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gnraung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lisaontheblog.files.wordpress.com/2009/08/dsc_0402-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">timbang_belerang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_Zg4UasxWszw/R1I8t-eDwsI/AAAAAAAAACE/v9qpPiMVbn0/s1600-R/kawah_ijen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kawah_ijen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;oleh-oleh&#8221; dari Banyuwangi</title>
		<link>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/08/12/oleh-oleh-dari-banyuwangi/</link>
		<comments>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/08/12/oleh-oleh-dari-banyuwangi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 02:25:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anakkutu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spatial Corner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/08/12/oleh-oleh-dari-banyuwangi/</guid>
		<description><![CDATA[ 

Kisah survey di banyuwangi belum sempat diterjemahkan dalam bahasa tulis. Semoga bisa bersahabat dengan waktu untuk cerita perjalanannya. Silakan dinikmati oleh-olehnya
a picture mean a 1000 words
  

Posted in Spatial Corner       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=876&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><div><embed src='http://widget-54.slide.com/widgets/slideticker.swf' type='application/x-shockwave-flash' quality='high' scale='noscale' salign='l' wmode='transparent' flashvars='site=widget-54.slide.com&#038;channel=3026418949619402836&#038;cy=wp&#038;il=1' width='426' height='320' name='flashticker' align='middle' /><div style='width: 426px;text-align:left;'><a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&#038;tt=0&#038;sk=0&#038;cy=wp&#038;th=0&#038;id=3026418949619402836&#038;map=1' target='_blank'><img src='http://widget-54.slide.com/p1/3026418949619402836/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide1.gif' border='0' ismap='ismap' /></a> <a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&#038;tt=0&#038;sk=0&#038;cy=wp&#038;th=0&#038;id=3026418949619402836&#038;map=2' target='_blank'><img src='http://widget-54.slide.com/p2/3026418949619402836/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide2.gif' border='0' ismap='ismap' /></a></div></div></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;">Kisah survey di banyuwangi belum sempat diterjemahkan dalam bahasa tulis. Semoga bisa bersahabat dengan waktu untuk cerita perjalanannya. Silakan dinikmati oleh-olehnya</p>
<p style="text-align:center;">a picture mean a 1000 words</p>
<p style="text-align:center;"> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:left;">
Posted in Spatial Corner  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lisaontheblog.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lisaontheblog.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lisaontheblog.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lisaontheblog.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lisaontheblog.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lisaontheblog.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lisaontheblog.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lisaontheblog.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lisaontheblog.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lisaontheblog.wordpress.com/876/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lisaontheblog.wordpress.com&blog=2911955&post=876&subd=lisaontheblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lisaontheblog.wordpress.com/2009/08/12/oleh-oleh-dari-banyuwangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/236ced4dd1059bf6eacef0862ca3ed13?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">anakkutu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>