anakkutu


Harimau Berworkshop
November 26, 2009, 5:15 am
Filed under: Field Spectrometry, Spatial Corner | Tags: , , , ,

Saat mendengar kata harimau yang terbayang pasti si kucing besar yang buas itu. Harimau yang disini adalah salah satu program yang sedang berjalan di PTISDA BPPT. Harimau singkatan dari Hydrometeorological ARay for ISP Monsoon AUtomonitoring.

Setelah setahun ini bergerilya di sawah mencari organisme pengganggu tumbuhan,  kini saatnya publikasi hasil yang diperoleh dalam kegiatan Harimau. Tanggal 5 November 2009, PTISDA BPPT bekerja sama dengan BPP-OPT mengadakan Workshop Aplikasi Radar Cuaca untuk Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Rangkaian acara selama workshop adalah laporan-laporan kegiatan selama penelitian, aplikasi yang diterapkan untuk peramalan OPT, serta launching produk dari analisis peramalan OPT.

Produk yang di luncurkan berupa website peta sebaran OPT seluruh Indonesia. Yang dikerjakan tim BPPT dan data supportnya adalah tim dari BBP-OPT Jatisari, Karawang.

akses terbuka bisa dilihat disini:

http://neonet.bppt.go.id/opt/

halaman muka web OPT

Identifikasi OPT dengan Data Penginderan Jauh

Saya sendiri membawakan panel berjudul Pengamatan Sebaran OPT – BLB dengan Identifikasi Spektral Daun Terdampak Menggunakan Data Hiperspektral [unduh materi]. Yang isinya kurang lebih menjelaskan bahwa OPT (kasus : BLB) dapat diidentifikasi menggunakan data penginderaan jauh dengan efektif, cepat, dan efisien. (more…)



Indah dan Cemas di Pantai Pulo Merah
September 1, 2009, 6:02 am
Filed under: Indonesia Negeriku, Spatial Corner | Tags: , , , , ,
panoramic pantai PUlo Merah

Pulo Merah Beach in panoramic frame

Survey ke Banyuwangi awal agustus lalu membawa saya (bersama tim, tentu saja) sampai di Pantai Pulo Merah. Salah satu tempat wisata yang letaknya di Desa Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Pantai pasir putih yang menurut saya biasa saja, menjadi lebih cantik dengan adanya bukit kecil dibibir pantai. Khas. Saat air surut pengunjung bisa berjalan kaki ke bukit ini. Jangan lupa waktu kalau tidak mau terpaksa menginap semalaman di bukit itu.

Bukit yang menurut saya tidak kecil, kurang lebih 50 meter, ini kemungkinan adalah sisa proses denudasional dari tebing yang jauh disana (Gn.Tumpang Pitu) sehingga tampak terisolasi dari kawanannya. Saat kemarau, pohon-pohon di bukit itu meranggas, membuat karang di bukit terlihat jelas. Warnanya kemerahan. Konon, hal inilah yang membuat warga di sekitar pantai itu menyebut bukit tersebut Pulo Merah. (more…)



Get Your Direction
August 19, 2009, 7:22 am
Filed under: Spatial Corner | Tags: , , ,

 

Hari ini dapat kejutan dari google maps. Awalnya seperti biasa, hanya ingin mengintip subuah lokasi di Jakarta ternyata yang kudapatkan tidak hanya lokasi tujuanku tapi sedikit dieksplore ternyata google maps dengan apik menyajikan jalan mana yang harus ditempuh dari asal ke tujuan yang ditentukan. Ditambah dengan informasi nama jalan, jarak dan waktu tempuh. Sebagai catatan, rute yang disarankan disini menggunakan mobil, sehingga jalur yang dilewati adalah jalan raya, bukan jalan lingkungan/kampung.

Fasilitas ini sangat membantu orang-orang sepertiku yang senang jalan tapi tak tahu jalan. Karena untuk Kota Jakarta sendiri informasi jalan yang ditampilkan sudah cukup detil, sampai tingkat jalan lingkungan atau jalan kampung. Aku tidak tahu pasti kota mana saja yang informasinya selengkap Jakarta, belum sempat mengeksplor.

bppt-bakmijawa 

Gambar ini adalah halaman google maps saat menampilkan rute jalan. Contonya rute dari kantor (BPPT – Jl.Thamrin) ke tempat kumpul anak-anak Rogads di Bakmi Jawa Kalibata.

Garis biru adalah rute yang disarankan. Garis Orange adalah Jalan Protokol, Garis kuning adalah jalan lokal/jalan raya. Kalau diperbesar lagi nanti muncul garis putih, yaitu jalan lingkungan.

interface GM

Di-sidebar tertulis : Jalan MH Thamrin to Jalan Kalibata 13.3 km, 17 mins. Kemudian dibawah keterangan jarak dan waktu tempuh ada informasi detil driving direction, dimana harus belok, dimana haru berputar arah, dsb. Dijamin ga bakalan nyasar kalo ngikutin rute ini.

NB : tulisan ini coba diposting langsung dari Windows Live Writer. Info lengkapnya dari weblognya fahmi.

Get your direction, now!

:-D



“oleh-oleh” dari Banyuwangi
August 12, 2009, 2:25 am
Filed under: Spatial Corner

Kisah survey di banyuwangi belum sempat diterjemahkan dalam bahasa tulis. Semoga bisa bersahabat dengan waktu untuk cerita perjalanannya. Silakan dinikmati oleh-olehnya

a picture mean a 1000 words

:-)



Hari Terakhir –nyemplung- di Sawah [part #4 -end]
June 9, 2009, 3:09 am
Filed under: Field Spectrometry, Spatial Corner | Tags: , , , , , , ,
@ desa Srengseng, IDM

@ desa Srengseng, IDM

Jumat pagi yang mendung. Apa boleh buat, tunggu saja sampai jam 10 nanti. Jika tidak ada matahari maka tidak bisa mengukur. Memang, kegiatan yang satu ini sangat tergantung sekali dengan matahari. Atau, bisa jadi pengukuran dilakukan saat tidak ada matahari dengan syarat kondisi per-awan-an stabil, mendung sepanjang hari. Karena secara matematis nilai pantulan spectral objek dilapangan dihitung dengan mempertimbangkan batas atas dan batas bawah atau istilah kerennya white reference and dark reference.

White reference dan dark reference adalah ‘pengendali’ loncatan atau turunan drastis nilai spectral.

Saat itu kami memilih sabar menunggu terik dari pada mengambil resiko mengukur tapi tiba-tiba cuaca berubah ditengah-tengah pengukuran.

Ditengah penantian akan munculnya matahari kami memutuskan untuk mencari lokasi terbaik untuk mengukur. Pada bulan ini (saat itu awal Mei) sebagian besar sawah di Indramayu telah memasuki masa panen. Padahal padi yang masih harus diburu adalah padi fase vegetatif 2 (umur >40 hari).

tim-ses nyemplung sawah

tim-ses nyemplung sawah

Disini tim didukung oleh mantri tani untuk menemukan sawah yang masih vegetative 2 . Butuh waktu yang agak lama untuk mendapatkan site yang cocok. Ada tempat yang padi-nya bagus tapi aksesnya ga bagus, ada lagi yang tempatnya bagus tapi padi-nya bukan ciherang, Sekalinya dapet tempat yang cocok ternyata sudah masuk waktu sholat jumat. Kalau sudah begini tim mesti fleksibel. Sementara lelaki sholat jumat, yang perempuan di’buang’ disawah untuk memulai pengukuran duluan karena waktu yang tersisa hanya tinggal sebentar.

Setelah jumatan dan tim lengkap lagi, kami mulai jalan dipematang sawah untuk mencapai target. Padi fase vegetatif yang diinginkan berada ditengah-tengah sawah.

Ditengah-tengah perjalanan, pematang yang awalnya kering mulai becek. Makin dekat ke target makin basah pematang itu. Rasanya ga afdol kalo selama beberapa hari ini main ke sawah tapi ga nyebur lumpur apalagi untuk anggota tim yang baru ikutan ngukur spectral, hoho selamat! Kalau kondisinya seperti ini maka yang terbaik adalah melapas alas kaki, alias nyeker. Kecuali Bu Lilik, yang sudah dari awal pengukuran memakai bot tinggi karena bertugas nyemplung sawah untuk mencari daun sakit (karena beliau ahlinya), yang lainnya terpaksa harus gantung sepatu. Diujung pematang becek tempat target pengukuran, baru kami tau ternyata ada “jalan tol” yang lebar dan kering menuju target ini, ugh! :-D

Sampai dilokasi target waktu sudah semakin sempit, sudah 13.30. Akhirnya kami mengukur dengan tolerasi waktu sampai pukul 15 untuk memaksimalkan jumlah sampel.

Sampai hari ini, jumlah sampel walaupun tidak sama untuk tiap kelas, tapi dirasa sudah cukup (karena memang terbatasnya lagi waktu lapangan). Bagaimana dengan hasil ? (more…)



Dies Natalis FGE ke-46
May 9, 2009, 12:29 pm
Filed under: Flickr, Spatial Corner | Tags: , , , ,

Dosen dan karyawan fakultas geografi (FGE) UGM hari jumat lalu rehat setengah hari dari kerjanya. Ada apa ?

senam kesegaran lapangan basket FGE

senam kesegaran jasmani di lapangan basket FGE

(more…)



Cerita di Indramayu
kultum field spectrometry

kultum field spectrometry

Hari berikutnya kami sudah siap ‘perang’ di Indramayu. Cuaca cerah dengan kabut tipis dilangit, cukup pas (dan panas) untuk mengukur. Sesuai dengan ramalan cuaca weather.com.

Target pengukuran masih sama, padi varietas ciherang yang ber-OPT. Di sini kita tinggal melengkapi data yang kurang. Kenapa sih harus pindah tempat ? Menurutku ini dilakukan untuk memperkaya variasi kondisi padi ciherang di tempat yang berbeda. Mungkin aja tanah beda dan perlakuan beda menyebabkan tumbuh tanaman jadi beda nilai spectral-nya jadi beda. Meskipun kurasa perbedaannya tidak akan signifikan.

Berdasarkan laporan pengamat OPT, serangan BLB dan BRS pada padi ciherang di Indramayu relatif lebih sedikit daripada di Karawang. Kami mendapatkan lokasi yang ‘bagus’ untuk ngukur diperbatasan Kabupaten Indramayu dan Cirebon, namanya Desa Srengseng. Di lokasi ini serangan yang paling banyak adalah BRS pada padi fase pematangan (ripening).

Belum jam 10 pagi tim sudah tiba di lokasi. Untuk mengisi waktu sampai jam 10 kami melakukan kursus singkat tentang pengukuran spectral pada bapak ibu dari Dinas Pertanian dan BBPOPT yang sedari kemarin ikut tim nyempung di sawah milihin daun padi yang sakit. Saling tukar ilmu :)

Jam 10 tet tim turun ke sawah. Hari ini berarti sudah hari ke-3 kami di lapangan, tiap orang sudah ‘terbiasa’ dengan tugasnya masing. Siapa ngapain, megang apa, semua sudah ada orangnya sendiri-sendiri :) . Pengukuran sesi pertama berjalan lancar. Alat oke, cuaca bagus, tim kompak. (more…)



Sidik Padi ber-OPT [Karawang]
daun ber-OPT

daun ber-OPT

Minggu pertama jadi sarjana kuhabiskan di sawah (lagi) dalam rangka pengukuran spektral daun padi. Ini adalah kegiatan lanjutan dari kegiatan tahun lalu, Merekam Spectral Padi. Tahun lalu kegiatan di sawah fokus pada pengumpulan spectral library fase pertumbuhan padi di Indramayu dan Subang, kali ini kegiatan serupa dilakukan lagi untuk merekam spectral daun padi yang sakit di Karawang dan Indramayu.

Sakit apa sih ?

Sakit karena terserang OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). OPT yang dimaksud tentu saja OPT yang dominan ada di Karawang (dan Indramayu). OPT yang dominan ada di daerah ini antara lain, BLB (Bacterial Leaf Blight), BRS (Bacterial Red Stripe), BLAS, penggerek batang, dll tapi yang direkam nilai spektralnya fokus pada daun padi yang ber-BLB dan BRS.

Untuk apa sih repot-repot merekam pantulan spectral padi yang sakit ?

Nah ini, hasil rekam spectral ini nantinya adalah spectral library (pustaka spektral) daun padi sakit dan padi sehat.  Secara teori, nilai spectral daun tumbuhan yang sehat dan sakit akan berbeda. Spectral library yang dikumpulkan dapat diintegrasikan dengan citra satelit untuk dilakukan deteksi lokasi mana saja yang terserang OPT dan berapa persen sebarannya tanpa harus turun ke lapangan. Namun, bukan berarti citra satelit itu sakti bisa memberikan informasi apa saja, tetap saja butuh pantauan langsung di lapangan tapi apabila dilakukan untuk wilayah yang luas maka teknologi ini dapat dijadikan alternatif yang murah meriah. (more…)



Dragonfly
April 23, 2009, 4:02 am
Filed under: Flickr, Spatial Corner | Tags: , ,

dragonfly

dragonfly

“hayo siapa yang masih ngompol, sini ta’ kasih capung”

Keterangan exif
Camera model : N D40
F number : F/5.6
Exposure time : 1/80 sec.



Klasifikasi vs Sampah
March 3, 2009, 7:10 am
Filed under: Spatial Corner | Tags: , , , , ,
ah ternyata..

ah ternyata..

Akhirnya tadi berkesempatan juga nongkrong di kantin kampus lagi. Selagi mengisi isi perut sembari ngobrol dg teman-teman, mata ini menangkap keganjilan ‘perilaku’ tukang sampah.

Inget ga postingan tentang tempat sampah warna-warni di kampusku? Ini nih yang ini.. klik

Tempat sampah itu di-hadir-kan harusnya untuk memudahkan pemilahan sampah di TPS dengan tingkat akurasi yang tinggi, bukan begitu ? *ups maaf terbawa suasana skripsi*. Tapi pada prakteknya, pengumpulan  sampah-sampah itu oleh petugas, ternyata kembali dijadikan satu di gerobak sampah, itu tuh yang ada di foto. (lho?)

Aku dan teman-teman yang melihat kejadian itu jadi heran. Kalau gitu, ngapain kita repot-repot membuang sampah pada ‘tempatnya’, lha wong abis itu dicampur lagi.

Nah, kejadian ini ‘mirip’ seperti masalah yang kutemukan dalam skripsiku.

tanya kenapa ?

(more…)