Filed under: Cerbung, Indonesia Negeriku, Jl. Kulintang 30, Liburan Sekolah | Tags: Kraton, Liburan, perjalanan, Solo
Minggu Pagi : Keliling Kraton Solo

kebo bule
Masih jam 8.30 ketika kami masuk area Kraton. Loket masuk kraton baru buka jam 10, jadi kami hanya berkeliling dari alun-alun selatan ke utara. Di alun-alun selatan ada kandang kebo bule. Ini kebo bukan turis yang lagi main-main ke Solo, tapi memang ‘warga asli’ Solo. Seperti Gajah putih di Thailand, kerbau ini juga jenis hewan minim pigmen. Jadi warna kulitnya putih. Sepertinya sih salah satu hewan yang diskralkan di tempat ini. hm..
Perjalanan kami lanjutkan keluar area kraton untuk mencari warung makan. Karna minim local knowledge Kota Solo jelas kami tak punya banyak pilihan tempat makan yang enak apa dan dimana. Apa boleh buat, perut sudah meronta warung makan sop pinggir jalan pun jadi sasaran.
Sehabis makan kami menuju Kraton Solo (lagi) berharap loket sudah buka. Ternyata belum juga, sebentar lagi katanya. Waktu senggang ini kami manfaatkan untuk berfoto. Rara, Sofi, dan Fahmi udah duluan berfoto di sini karna mereka udah duluan ke sini pas mama dipijit tadi pagi (cerita sebelumnya).
Aku baru pertama kali ke Kraton Solo. Suasananya ga jauh beda dengan Kraton Jogja hanya saja di sini gak seramai di Jogja.
Gak lama kemudian pemandu atau sebutannya abdi dalem Kraton menghampiri kami yang sedang berfoto, menawarkan diri memandu perjalanan kami ke dalam Kraton. Oh rupanya, loket sudah buka. Di depan pintu masuk kami digabung dengan rombongan lain. (more…)
Filed under: Cerbung, Indonesia Negeriku, Jl. Kulintang 30, Liburan Sekolah | Tags: keluarga, Liburan, pengobatan alternatif, perjalanan
Libur telah usai disebagian sekolah di Jawa. Tapi tidak untuk sekolah adik-adikku di Samarinda sana. Mereka baru mulai libur minggu ini. Mereka sudah jauh-jauh hari memutuskan untuk berlibur ke Jogja sekalian nglongok kakaknya katanya. Aku sih seneng-seneng aja, karena acaranya pasti bakalan jalan-jalan
I love it!
Sabtu sore, sampailah mama dan kedua adikku, rara dan sofia di Jojga.
Sabtu Sore : Berburu Buku

sebagian hasil buruan
Tiba di Bandara, kubawa mereka menuju rumah singgah. Pikirku mereka pasti capek, butuh istirahat sebentar, meluruskan badan setelah berjam-jam duduk diperjalanan. Ternyata si bungsu sofia minta langsung jalan-jalan. Ya sudah deh, akhirnya kami rapat dulu mau kemana sore itu, trus memutuskan akan ke toko buku saja.
Sejak rencana berlibur di Jogja, si rara yang kutubuku membuat daftar panjang buku yang mau dia beli di sini. Engga salah sih, karna Jogja emang tempatnya buku murah.
Mama gak membatasi jumlah buku yang dibeli. Kami diminta mengira-ngira sendiri total harga buku yang akan dibeli dengan butget yang sudah disepakati sebelumnya. Anak-anak pun liar kesana kemari berburu buku. Perburuan kami di toko buku diakhiri oleh azan magrib. Tidak kurang dari 8 buku diborong. Dari buku anak sampai buku memasak. Hm..lumayan untuk bekal perjalanan panjang liburan mereka
Usai magrib kami rapat lagi. Merencakanan perjalanan esok hari. Selain berlibur ada acara lain yang diagendakan. Mama mau berobat stroke dan sisa sakit jantungnya ke Solo. Akhirnya kami putuskan pergi ke Solo pada hari berikutnya. (more…)

hadiah untuk papa
Selamat ulang tahun Papa
semoga tahun ke-49 ini Papa semakin bijaksana
Peluk dan cium Ica buat Papa
Filed under: Jl. Kulintang 30, Renungan | Tags: doa, Hari Ibu, mama, ulang tahun
Selamat hari ibu kuucapkan untuk ibu-ku yang selalu sayang padaku.
Juga Selamat Ulang Tahun untuknya yang selama kukenal beliau selalu cinta pada anak-anaknya.
Teriring doa tak putus-putus untuk ibu-ku yang selalu kucintai.
Kapan kita ketemu lagi ? aku rindu
Filed under: Jl. Kulintang 30, Spatial Corner | Tags: MAPIN, Penginderaan Jauh, PIT XVII

Talkshow : Sosialisasi Kebijakan PJ di Indonesia
Telah berakhir PIT MAPIN VXII di Bandung sore kemarin. Semoga serangkaian acara yang telah berlangsung memberikan manfaat bagi peserta yang hadir maupun panitia dan narasumber
Judul talkshow tentang : Sosialisasi Kebijakan Penginderaan Jauh di Indonesia ternyata lebih tepat berjudul Penginderaan Jauh untuk Masa yang Akan Datang atau sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan Kebijakan. Karena sepanjang talkshow, yang dibicarakan adalah seputar gap antara citra dengan informasi yang dihasilkan, juga tentang menyiapkan pekerja-pekerja yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dalam pasar penginderaan jauh. (more…)
Filed under: Jl. Kulintang 30, Ruang Belajar, ceritaku | Tags: adik-adik, kata, main, Papa, Parachan, perjalanan, Sofia, tebak
Tiap sabtu malam di salah satu stasiun TV swasta (lupa) ada acara kuis Password Kata yang dipandu Om Farhan. Cara mainnya gampang-gampang-susah. Intinya seperti tebak kata tapi dengan syarat sang pemandu tidak boleh menggunakan kata berimbuhan, menyebutkan merk dagang, dan tidak boleh lebih dari dua kata. Tiap sesi tebak-tebakan diberikan 5 simpanan kata untuk ditebak teman kita dan diberi waktu 30 menit. Jadi, klu atau panduan harus jelas dan terarah agar menang dan hadiah utama bisa dibawa pulang
Nah ceritanya minggu lalu mama papa dan adik-adikku turut mengantar keberangkatanku dari rumah (Samarinda) ke Bandara Sepinggan, Balikpapan. Diparo perjalan mulai bosan dengan pemandangan yang melulu hutan iseng aku ajak si Sofia adikku yang kelas 4 SD main tebak kata seperti kuisnya Om Farhan. (more…)
Filed under: Islam, Jl. Kulintang 30, Renungan | Tags: hadist, shalat, sunnah, Syayid Sabiq, tasbih
Dosa, setiap manusia yang berjiwa pasti pernah berbuat dosa. “dosa yang paling besar adalah mencuri, sementara yang lainnya adalah variasi dari mencuri. Misalnya : kamu berbohong, maka kamu mencuri hak mendapatkan kebenaran orang lain. Kamu membunuh seseorang, maka kamu mencuri hak anak atas ayahnya atau hak istri atas suaminya. Dan sebagainya.” (The Kite Runner).
Bagaimana cara manusia untuk menebus dosa ? salah satunya adalah dengan Sholat tasbih.
Ikrimah meriwatkan dari Abbas bahwa Rasulullah saw. Bersabda kepada Abbas bin Abdul Muthalib
“wahai Abbas, wahai Pamanku, maukah engkau aku berikan, aku khususkan, dan aku ajarkan suatu perbuatan yang dapat menghapus sepuluh macam dosamu. Jika engkau mengerjakannya, Allah pasti akan mengampuni dosamu :
- dosa yang pertama,
- dosa yang terakhir,
- dosa yang lalu,
- dosa yang baru,
- dosa yang engkau lakukan dengan tidak sengaja,
- dosa yang engkau lakukan dengan sengaja,
- dosa yang kecil,
- dosa yang besar,
- dosa yang kau lakukan secara tersembunyi,
- dosa yang kau lakukan secara terang-terangan.
Itu semua sepuluh macam dosamu. Hendaknya engkau mengerjakan sholat sebanyak empat rakaat. Di dalam setiap rakaat bacalah surah Al Fatihah dan satu surah yang lain. Jika engkau telah selesai membaca Al Quran pada rakaat yang pertama, ucapkanlah sambil berdiri subhanallah wa al-hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar (Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allahdan Allah Mahabesar) sebanyak 15x. Kemudian rukuklah, dan sambil rukuk, ucapkanlah kalimat itu sebanyak 10x. Kemudian bangkitlah dari rukuk, lalu ucapkan kalimat itu sebanyak 10x (sambil berdiri). Kemudian bersujudlah, dan sambil sujud, ucapkanlah kalimat itu sebanyak 10x. Kemudian angkatlah kepalamu dari sujud, dan sambil duduk, ucapkanlah kalimat itu sebanyak 10x. Kemudian bersujudlah kembali, dan ucapkan kalimat itu sebanyak 10x (sambil sujud). Kemudian angkatlah kepalamu dari sujud, dan ucapkan kalimat itu sebanyak 10x. Jadi, (kalimat) itu diucapkan sebanyak 75x dalam setiap satu rakaat. Lakukanlah hal itu didalam 4 rakaat. Apabila engkau dapat mengerjakan shalat (tasbih) itu setiap hari, maka kerjakanlah. Jika engkau tidak mampu, maka kerjakanlah sekali dalam satu Jumat (satu pekan). Jika engkau tidak mampu, maka kerjakanlah sekali dalam setahun. Jika engkau tidak mampu mengerjakannya (sekali dalam setahun) maka kerjakanlah sekali dalam seumur hidupmu.”
Dari banyak jalur yang meriwayatkan hadist ini, Jalur yang paling baik adalah hadist riwayat Ikrimah ini. Hadist ini dinilai sahih oleh banya ulama, diantaranya al-Hafizh Abu Bakar al-Ajiri, syekh kami Abu Muhammad Abdurrahim al Mishri dan syekh kami al-Hafizh Abul Hasan al-Maqdisi. Ibnu Mubarak berkata, “Shalat tasbih sangat dianjurkan dan disunnahkan untuk dikerjakan disetiap waktu.
(sumber : Fiqih Sunnah 1, Muhammad Syayid Sabiq)
NB : Setelah shalat tasbih berjamaah (sekeluarga) adikku sofia bilang, : “aku cape, Kak”
Hehe..
Filed under: Jl. Kulintang 30, Ruang Belajar, ceritaku | Tags: acer, genuine, misspink, Royale, Windows, XP
Ceritanya isi hardisk si misspink ku yang hanya 80Gb itu menyisakan tinggal beberapa kilobyte saja. Padahal data proses-proses skripsi belom selesai. Pulkam ini udah niat tukeran sama laptopnya parachan acer tipe 2920 yang HDnya 160Gb. Yang kebayang : pikiran setan bahwa gw bisa sampe mabok nyimpen foto-foto gw disitu
.
Pertama yang kulakukan adalah menyelamatkan data-datanya si paracan di acer yang isinya gak nyampe 10 GB ke HD eksternal, trus format ulang dengan Windows Royale (SP3 nya Win XP). Kenapa pakai Win Royale? karena lebih ringan (sumber: mbak-mbak penjaga rental VCD) dan theme bawaannya lebih banyak dan menarik. Agak bosen sih sama theme nya XP yang cuma biru-silver-hijau.
Setelah data telah disimpan ditempat yang aman, kemudian adalah format si acer trus dipartisi sesuai kebutuhan. Hati riang karna proses instalasi Win Royale berhasil. Trus dilanjutkan dengan nginstall driver - nya si acer tinggal mencet next next doang. Selesai, tinggal nambah software-software lain besoknya. Setelah proses instalasi OS selesai, pake kabel LAN aku pindahin data-data dari misspink ke acer. Dah, data aman.
Besoknya setelah si acer udah siap dipakai kebetulan ada data yang harus diambil dari flashdisk ternyata tidak bisa terhubung dengan si acer. Trus coba-coba kameranya ternyata ga bisa juga. Mulai menganalisis kesalahan. Mungkin ada proses installasi driver yang ga berjalan dengan baik di Win Royale.
Kesimpulan ini diambil setelah coba instal ulang driver, : ga ngaru. Trus instal windows lagi dengan master Windows Royale yang sama. Selagi nginstal ulang driver aku merhatiin dengan cermat apa saja peringatan yang muncul. Ga ada peringatan apapun. Tapi setelah instal driver trus reboot, HD si acer malah ga kebaca. Panik karna file-file penting udah dipindah kesana, takut ilang.
Kebetulan ga bawa master Win XP yang biasa dipake saking kepedeaan dengan Win Royale. Gak seperti di Jogja yang banyak tempat penyewaan VCD, di samarinda ga ada. Jadi repot (ngerasa bersalah) sendiri mesti beli master bajakan. Akhirnya dapet master Win XP dari temen plus dikasih serial number genuine maker, hehee..
Kalo ada yang tertarik dan ga ngerasa bersalah membuat XP bajakan jadi genuine, hubungi aku nanti aku kasih tautnya ;p
Setelah selesai nginstall dengan Win XP + driver acer, alhamdulillah segalanya berjalan baik. Ternyata.. Jadi..jangan gunakan Win Royale untuk acer ya
Filed under: Jl. Kulintang 30, ceritaku | Tags: Balikpapan, bandara, Mandala, pesawat, tertinggal, Yogyakarta
Sejak merebaknya kejadian tidak menyenangkan dalam dunia penerbangan, satu persatu perusahaan maskapai penerbangan bebenah diri meningkatkan pelayanan mengutamakan keselamatan penumpannya. Selama ini maskapai favorit yang aku pilih untuk terbang (terutama untuk pulkam) adalah Mandala. Karena sejauh yang aku alami bersama Mandala adalah kenyamanan tidak terlambat. Apalagi pesawatnya udah ga ada yang produk lama lagi, makin nyaman deh. Suatu hari aku harus terbang ke Samarinda dari Jogja pastinya dengan maskapai Mandala RI 341. Pas hari H akan berangkat perasaan agak gelisah dan terburu-buru karena harus pulang dalam kondisi banyak pekerjaan yang harus ditinggalkan. Tapi sampai juga di Bandara Adi Sucipto (Jogja) dan berhasil check in tepat waktu. Setelah selesai urusan dengan cek ini itu dan retribusi tiket, seperti biasa aku keluar lagi untuk mengucapkan salam perpisahan dan terima kasih sama yang nganter ke bandara. (more…)
Ibuku orang yang bertampang judes namun pembawaannya ceria. Kadang terlihat cool kalo moodnya ga bagus, dieeeem…aja. Juga kalo baru kenal dengan orang baru, mama bukan tipe orang yang suka dan bisa berbasa-basi, harap maklum. Kalo ga suka dia akan diam dan bicara kal osuka. Simple person.
Segala kewajibannya di rumah diselesaikan dengan baik meskipun dengan kegiatan dharma wanita yang cukup padat. Mama juga pernah membantu kehidupan ekonomi keluarga dengan berwiraswasta (sekarang sudah tidak aktif lagi). Makanya papa tidak pernah komplain dengan kegiatan-kegiatan luar yang mama ikuti (arisan aja bisa 3-4 macam sebulan, jaga kantin kantor ibu-ibu dharma wanita, ngurus kegiatan dharma wanita ini itu, dan lainlain) memang sibuk ibu-ibu jaman sekarang, hehe… Dan ketika pulang ke rumah tetap ceria (ya iyalah.. abis ngegosip ketawa ketiwi sama genk nya)
Namun keceriaan mama sempat hilang sesaat karena cobaan itu datang tiba-tiba.
Foto diatas itu diambil di jogja saat mama dan grup dharma wanita-nya melakukan tur Jogja-Purwokerto-Bandung-Jakarta-Samarinda. Waktu di Jogja (tujuan pertama tur) mungkin kondisi tubuh mama sudah mulai lelah, karena mama lah bagian seksi sibuk acara tur ini (ngurus travel, tiket, daftar peserta dan segala macem). Di jogja 2 malam sempet ketemu aku, katanya ibu-ibu minta difotoin jalan2nya. Setelah itu kami berpisah, mama dan rombongan terus ke Purwokerto (Baturaden) dan aku tetap di jogja.
Dalam perjalanan ke Baturaden mama mendapat kabar duka, Kakaknya papa meninggal. Kabar ini membuat hatinya sedih, benar-benar terpukul. Pikirannya jadi sedikit kacau. Sementara rombongan terus bergerak menuju Bandung. Menurut keterangan saksi : saat tiba di hotel (bandung) tiba-tiba badan mama kejang trus pingsan. Stroke. Dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Setelah kejadian jatuh di bandung, kondisi mama drop banget. Diagnosa dokter saat itu adalah ada perembesan darah diotak (ini yang menyebabkan stroke tingkat ringan) plus tambahan satu penyakit klep jantung yang bikin dadanya sesak terus. Ga tega ngeliat mama saat itu, kalo bisa kulakukan apa saja biar sakit itu aku saja yang merasakan. Tapi saat kutengok, sisa senyum itu masih ada. Ah.. aku sayang mama..
Sempat bedtres di rumah jakarta kurang lebih sebulan, tapi papa ga bisa nemenin terus krn ijinnya habis, jadi pengobatan dilanjutkan di samarinda biar papa bisa kerja dengan tenang. Pendarahan di otak mama berangsur-angsur berkurang dan akhirnya sembuh. Tapi sesak dada karena kebocoran klep jantungnya masih ada, sehingga saran dokter harus dioperasi agar sembuh.
Akhirnya operasi itu terlaksana bulan maret lalu dengan bantuan tim dokter harapan kita, jakarta. Operasi non bedah istilahnya. Hanya memasukkan selang dari pangkal paha, kemudian selang tersebut dijalankan melului pembulu darah menuju klep jantung, trus klep ditiup, Hap!. (kata mama) seketika nafasnya jadi lebih lega…
Kondisi mama jauh lebih baik saat ini. Pantangannya pasca operasi cuma satu : tidak boleh sakit (inveksi) karna bisa menyebabkan klep menutup lagi (bocor meneh…)
Berkat doa dan ikhtiar kondisi mama saat ini kembali normal. Hanya saja mama sudah mulai memilah milah kegiatan-kegiatan luarnya, jadi sekarang waktu mama lebih banyak di rumah bermain dengan anak-anak dan cucunya.
ah.. senyum itu kembali lagi..
I Love u mah
*mmmuuaahhh!!!!*
















![A I U E [ t o p e n g ] A I U E [ t o p e n g ]](http://farm3.static.flickr.com/2430/3813491004_62fd91b5c4_t.jpg)


