Ultah Rogads kedua – Khitanan Massal

Rogads di-khitan

Rogads di-khitan

“Berbagi tak pernah rugi” tampaknya sudah menjadi slogan kawanan Rogads. Mendengar sepenggal kisah tentang berdirinya Rogads dari senior-seniornya sedari awal berdiri kegiatan komunitas ini tak hanya berselancar dengan sepeda di jalan jakarta raya tapi juga berkelana menggalang dana untuk berbagi dengan sesama.

Ditahun ke-2-nya Rogads kembali mengadakan kegiatan sosial. Alhamdulillah kali ini dengan dana “seadanya” Rogads bekerja sama dengan berbagai pihak dapat melaksanakan Khitanan Massal di Kampus Stekpi Minggu 4 Juli 2009 lalu.

Berikut penggalan “Ucapan Terima Kasih” ketupat (ketua panitia) – Tante Ijul, atas keberhasilan acara Khitanan Massal :

Alhamdulillaaahirobbil’aalamiin… khitanan massal dalam rangka bakti sosial ulang tahun RoGad telah berlangsung hari Sabtu kemarin di STEKPI dengan lancar, tepat waktu dan sesuai rencana dan harapan kita semua. Ini semua berkat dukungan kawan-kawan semua dalam segala bentuknya. Klise, tapi memang benar. Tanpa niat baik yang tulus, doa, dukungan moril dan materil, sumbangan pemikiran, uang, tenaga dan waktu, kerja keras, komitmen, dedikasi, pengorbanan, kebersamaan, tenggang rasa, kesetiakawanan, rasa saling memiliki, dan keikhlasan dari kawan-kawan semua, dan izin-Nya, tentunya khitanan massal ini tidak akan pernah terwujud…..

(selengkapnya di weblog Rogads)

Dariku sendiri, muncul perasaan terharu saat menyaksikan anak-anak yang ikhlas di”gagahi” tim dokter demi proses kedewasaan fisik mereka, juga muncul perasaan kuatir ketika si anak meronta kesakitan saat proses pemotongan dilakukan. Aih melihatnya saja membuatku ngilu. Sungguh sikap gentlement yang patut diacungi jempol. Semoga kelak anak-anak itu menjadi anak yang sholeh dan berguna untuk sesamanya.

Dokumentasi kegiatan bisa dinikmati di album Picasa Khitanan Massal dan album efbe Rogads.

Berbagi tak Pernah Rugi
:-)
About these ads
This entry was posted in Rogad and tagged , , , , , by anakkutu. Bookmark the permalink.

About anakkutu

Nama boleh keren ya Lisa, tapi kalo tau di kampung-kampung Jawa Barat sana Lisa adalah kutu/anak kutu/telur kutu ya itu lah, kutu. Maka saya pun di panggil anakkutu :) Menulis disela kesibukan seorang ibu dan pekerja kontrak di sebuah instansi pemerintah yang bertemakan "Pembangunan Nasional" dan saya mengurusi hal hal seputar "Kartografi, GIS, penginderaan jauh". Maka kemudian blog ini pun isinya seputar urusan menjadi ibu dan urusan remeh temeh tentang peta. Enjoy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s