Filed under: Ruang Belajar, Spatial Corner | Tags: BPPT, Indramayu, padi, rekam spektral, skipsi, Subang
Tiap objek dimuka bumi mempunyai “ciri khas” masing-masing. Seperti sidik jari manusia, loreng hitam putih zebra, atau corak pada tubuh jerapah. Jika dipindai dengan sistem pemindai inderaja, objek-objek dimuka bumi akan menunjukkan kekhasannya yang ditunjukkan oleh nilai spektral. Sederhananya nilai spektral merupakan nilai pantulan objek yang terkam oleh sensor inderaja.
Berkenaan dengan kegiatan penelitian ketahanan pangan yang dilakukan oleh Pusat TISDA (Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam) BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) yang bekerja sama dengan ERSDAC Jepang yang salah satu rangkaian kegiatannya adalah perekaman spektral padi. Dan sungguh sebuah kebanggaan terlibat dalam kegiatan mereka pada proses ‘kecil’, perekaman spektral padi. Terlibat untuk kepentingan penulisan skripsi
Tim rekam spektra yaitu pak hartanto sanjaya (BPPT) dan saya disupiri oleh pak bambang berangkat ke lokasi pada 11 agustus 2008. Kebetulan ada tim lain yang berangkat ke Indramayu, tapi melakukan “hal” lain. Ini sudah kedua kalinya setelah yang pertama kami lakukan pada awal bulan Mei 2008. Lokasi perekaman spektral padi dipusatkan sekitar Indramayu dan Subang yang merupakan lumbung padi nasional.
Objek yang direkam akan dipengaruhi oleh parameter-parameter baik dari dalam objek itu sendiri maupun yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Kondisi cuaca saat pengukuran sangat mempengaruhi hasil rekaman spektra objek. Idealnya pengukuran dilakukan saat penyinaran matahari tidak terhalang oleh awan pukul 10-14.
Senjata lapangan yang dibawa yaitu seperangkat spectrometer type USB4000 dari oceanoptic, tablet PC, serta GPS handheld untuk rekam posisi.
Design sample telah disusun sebelumnya oleh tim BPPT yang disesuaikan oleh tujuan dan sasaran penelitian. Target awal perekaman yaitu nilai spektral padi pada berbagai tingkatan umur dan tidak terikat oleh ruang.
Tiap stage padi diukur nilai spektralnya dengan cara sebagai berikut : (lebih lengkap tentang perekaman spektral –mangrove- diulas oleh httsan )
- Pastikan spectrometer terhubung dengan baik ke PC, jalankan software kemudian
- Ukur referensi putih dan hitam
- Ukur relectance objek sesuai kebutuhan
Ditemani Pak Nurdin dari Dinas Pertanian Indramayu hari-hari pertama dilapangan pada bulan Mei dihabiskan untuk mengenal alat lebih dalam dan coba tembak sana-sini sesuai prosedur pengukuran. Hasilnya belum benar. Hari kedua mulai coba-coba ukur lagi -khususnya untuk referensi putih- tapi hasilnya kurva spektra belum menunjukkan bentuk yang sesuai dengan harapan. Besar dugaan masalah terdapat pada alat yang kurang lengkap. Hari ketiga mulai lagi dengan tambahan collimating lens pada lensa spectrometer, dan hasilnya…YES! senyum manis terukir dibibir kami.
Berbekal pengalaman pada survey 3 bulan lalu, kami berangkat agustus ini lebih siap dan mantap. Alat oke, tim siap, tinggal cari lokasi yang sip untuk ngukur. Untuk efisiensi waktu yang sempit ini lokasi yang dicari adalah sawah yang mempunyai beberapa variasi umur padi. Syukurnya diperbatasan antara Kecamatan Anjatan dan Haurgelis, Desa Wanguk kami mendapatkan hamparan sawah yang variasi umurnya lengkap sesuai tujuan kami. Jadilah kami turun dan bergrilya disini.
Terjun ke lapangan berarti harus siap dengan kondisi-kondisi yang kurang menyenangkan dan menghambat pekerjaan seperti matahari ngumpet dibalik awan (ini ga bisa diapa-apain lagi karena tangan Tuhan yang bekerja disini) atau koneksi spektrometer ke PC putus sehingga harus mulai dari mengukur referensi putih lagi –yang ga sebentar-, atau nunggu kurva sampai stabil, juga kadang mesti becek-becekan disawah (menjaga alat agar tetap kering) mencapai site yang diinginkan.
Hasil rekam sementara yang berhasil kami dapatkan adalah
Padi (http://www.knowledgebank.irri.org/ses/Growth_Stages_of_Rice_Plants.htm):
- vegetative 1 (~20 hari) : 45 sample
- vegetative 2 (~35 hari) : 57 sample
- generative, (~60 hari) : 75 sample
- ripening (~95 hari) : 72 sample
Lain-lain
- Rumput : 9 sample
- Jerami : 11 sample
- Air : 24 sample
- Tanah : 21 sample
- Lumpur : 5 sample
Sementara hasil-hasil ini belum diolah lebih jauh, baru sampai tahap beres-beres data. Harapannya kedepan akan menghasilkan pustaka spektral yang bisa digunakan untuk aplikasi dibidang pertanian yang informatif sebagai bekal pengambilan kebijakan yang terkait dengan ketahanan pangan (dan supaya ga ada lagi warga Indonesia yang makan nasi akik).
Akhirnya kembali kedunia saya, dengan bekal data lapangan ini mudah-mudahan jalan didepan sana akan lebih mudah (skripsi.red). Terimakasih kepada Pak Hartanto Sanjaya, Pak Nurdin (yang udah nemenin lapangannya) dan tim lt.10 BPPT (Pak Bekti, Pak Andi, Pak Gatot, Pak Lajung, Mbak Fauziah, Mbak Emil, dan bapak-bapak lain –yang lupa aku sebutkan namanya-) yang telah menerima ‘kehadiran’ saya dengan baik sekali dan mengijinkan saya terlibat dalam kegiatan ini. Ohya satu lagi, Pak Bambang as a driver, sangat-sangat membantu perjalanan muter-muter Indramayu-Subang
9 Comments so far
Leave a comment
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
















![A I U E [ t o p e n g ] A I U E [ t o p e n g ]](http://farm3.static.flickr.com/2430/3813491004_62fd91b5c4_t.jpg)


penyelidikan yang hebat nih…..
Comment by yakhanu August 21, 2008 @ 5:45 amkapan yah sawah di kampung ku di teliti mbak???
Bukti kekuasaan Sang Maha Pencipta, bahwa setiap obyek mempunyai “ciri khas” yang tidak sama. sungguh luar biasa.
bener om. masih banyak loh bukti kekuasanNya selain “ciri khas” makhlukNya
Comment by sulaiman September 23, 2008 @ 9:17 amtugas manusialah mengkaji ilmuNya
[...] Cerita lain yag terkait ada di blog mbak Lisa: Merekam Spektral Padi. [...]
Pingback by Matahari, nggak pake awan « Catetan kecil httsan September 26, 2008 @ 2:38 am[...] WEW! langsung spechless “ga kebayang”. Karna ga pernah ngitung luas petak sawah waktu lapangan kemaren, juga sulit membayangkan sawah seluas itu berapa petak dan berapa hektar *manyun deh* . Pertanyaan [...]
Pingback by Satu Tahap Lewat Sudah « anakkutu October 11, 2008 @ 3:15 pm[...] untuk penelitian aku pakai endmember dari spetral library. Perekaman endmember dilakukan di lapangan. Baca : Merekam Spektra Padi. [...]
Pingback by Tetang LSU « anakkutu October 11, 2008 @ 3:45 pm[...] Mojokerto, dan sebagian Kediri. Rabu pagi dianter orang lokal (baca:supir) bernama Pak Bambang *bertanya-tanya apakah kebanyakan supir namanya Bambang ??* meluncur ke kantor BPN Propinsi Jatim guna mendapatkan Titik Kontrol Orde 3 yang telah [...]
Pingback by Syarat dan Ketentuan Berlaku « anakkutu November 14, 2008 @ 8:38 amboleh dunk lihat grafik spectralnya
Comment by La An March 28, 2009 @ 4:33 pmboleh ya…. hehehehe…
[...] dalam rangka pengukuran spektral daun padi. Ini adalah kegiatan lanjutan dari kegiatan tahun lalu, Merekam Spectral Padi. Tahun lalu kegiatan di sawah fokus pada pengumpulan spectral library fase pertumbuhan padi di [...]
Pingback by Sidik Padi ber-OPT [Karawang] « anakkutu May 2, 2009 @ 6:19 amkapan dunk giliran nya wanguk …
Comment by ega October 1, 2009 @ 9:19 am