Skip to content
June 9, 2008 / anakkutu

Tomyam vs Diare

Tomyam.

Makan malam dengan tomyam yang asam-nya gak umum dan kondisi perut yang memang sudah kembung duluan (telat makan) berakibat buruk bagiku *ngutip sebuah lirik tembang dangdut*.

Jam 11 malam itu juga hasrat ingin buang air timbul. 1 jam pertama :

1 kali…..

2 kali…..

3 kali…..

Mulai mikir ada yang tidak beres

4 kali….

Kesimpulan : Positif diare.

Segera turun ke dapur mencari gula dan garam untuk pertolongan pertama. Karena gak pernah mengelami diare sebelumnya jadi aku gak terpikir menyediakan obat diare dikotak P3K-ku. Mulailah aku meracik sendiri oralit, celakanya aku lupa takarannya dan ternyata lagi aku ga menemukan gula di dapur. Gak enak bangunin orang tengah malem gini. Tengok kanan kiri bongkar-bongkar lemari ternyata nihil. Aku ingat2 dulu dirumah kl berak-berak gini aku dikasih teh pait, jadi aku buat teh pait. Seduh 3 bungkus celup sariwangi sekaligus. Sampai sini perasaanku mulai tenang.

Tapi apakah ngaruh?

Hoho.. yang terjadi tengah malam itu sampe jam 6 pagi adalah BAB-ku gak berenti-berenti, ngucur kaya pipis yang berisi *** (maap jorok). Teh pait-nya ga ngefek. Badanku mulai lemas kurang cairan dan pusing ga tidur semalaman.

Paginya langsung ke dokter GMC (Gama Medical Centre) UGM trus dikasih obat diare; Diaform dan obat untuk lambung; Vitazim. Ke-2 obat ini tidak boleh diminum bersamaan, minimal berselang 2 jam. Yang aku minum perama kali tentu saja si Diaform, dengan harapan BAB-ku berenti. Ternyata eh ternyata efek obat diare itu membuat perutku ga karuan dikocok-diremas-diputer habis, mules ga jelas. Mual.

Setelah ini kejadiannya adalah cairan tubuhku tidak hanya keluar dari anus tapi juga setiap aku minum obat diare itu mual bukan main jadilah keluar juga dari atas. Begitu seterusnya seharian itu sampai aku tak sadarkan diri. Tepar. *tinut tinut tinut…terdengar bunyi ambulans ditelingaku*

Oleh seorang teman aku diberi obat diare lain (bukan resep dokter). Norit. Isinya karbon aktif, menyerap racun tanpa efek samping. Bentuknya seperti arang dan ***kambing, hitam bulat-bulat. Tapi manjur sodara-sodara!! Hari ke-3 diareku berangsur-angsur berhenti. Kondisi perut membaik dan tidur malam mulai nyenyak (ga diganggu hasrat ingin `eek).

Selidik punya selidik, si Diaform (obat diare dari dokter) ternyata selain obat diare juga obat cuci perut. Aku diberi tau temanku yang anak farmasi kandungan si obat apa aja. Mungkin dikira dokter aku sedang melangsungkan program diet. Jadi biar lancar dikasih juga obat pencahar. Arg!! Gak mungkinlah.. badan udah ceking gini pake diet segala. Yang ada setelah diare menyerangku 3 hari ga abis-abis beratku turun 4 kilogram.

Hampir saja aku tewas karena diare (berlebihan).

Hikmahnya buatku: sadar bahwa tubuh sangat butuh istirahat. Berbulan-bulan belakangan ini aktifitas padat, makan teratur (2-3kali sehari) tapi ga tau bersih apa engga, tidur kurang, olahraga apalagi. Berhari-hari tak berdaya, Cuma bisa tiduran (lemas) sambil megangin henpon kl ada apa-apa langsung panggil orang. Beruntung ada fahmi, nana, dan mbak welly yang disela-sela kesibukannya mereka sempatkan nemenin aku selama sakit (kepaksa, :D thanks guys). Mulai dari nganter2 ke dokter, bikinin oralit, dan beliin makanan minuman. Juga teman-teman lain yang udah memberikan dukungan moril (halah) lewat sms “semoga lekas sembuh”nya.

Pesan cerita :

1. Makanlah makanan yang bersih (bukan yang mahal)

2. Cuci tangan sebelum makan itu penting, kawan. Bukan cuma iklan.

3. Tomyam di Bee`s itu enak (kalo ga pake diare :D )

4. Sedia Norit dikotak P3K

About these ads

3 Comments

Leave a Comment
  1. yudhi14 / Jun 9 2008 11:36 am

    wah ada bakat jadi dokter tuh
    bisa juga yah meracik obat
    mbak tomyam kalo di daerah saya apa yah
    saya kurang tau
    ma,lum wong ndeso.

  2. Laporan / Jun 9 2008 8:54 pm

    dan jangan lupa berdoa sebelum makan…..)

  3. lisaontheblog / Jun 10 2008 7:59 am

    *yudhi* gw sama sekali ga bakat jadi dokter, sumpah! kl gw jadi okter malah repot urusannya, pasien gw ga ada yang idup :D

    *laporan* hehe.. makasih ditambahin pesannya :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 781 other followers

%d bloggers like this: