Sebuah tempat yang sangat tidak asing bagiku. Namanya Jl. Kebon Jahe. Kalo dari Monas atau gambir naik bajaj bilang “kebon jahe, tenabang lima, Bang!” sekitar 6-8rb perak, atau kalo dari bandara cengkareng naik DAMRI bandara turun di Jatibaru, ya bayar tarif DAMRI lah.., 15rb kalo ga salah. Atau kalo gamau ribet naik taxi, tarif normal (ga macet) sekitar 80-100rb belom termasuk tariff tol.
Secara teknis aku tidak tinggal di sini, tapi kalo aku melakukan perjalanan ke Jakarta selalu tempat ini dapat dijadikan “rumah” nemplok semetara untuk sekedar main bercandatawa dengan sodara-sodara atau cuma pengen ngemil kue rangi. Itu loh..kue yang dibuat dari adonan terigu dan kelapa dikukus sebentar trus kalo udah jadi ditaburin gula aren/jawa yang dilelehkan diatasnya. Rasanya? Cuma lidah yang tau,
satu loyang (10strip kue) harganya 2rb perak, murah kan! Dulu nenek dan orang tuaku tinggal disini, bisa dibilang tempat kecil kami (keluargaku) atau kampung lah sebelum akhirnya migrasi. Jadi ya wajar saja kalau terdapat ikatan yang kuat antara tempat ini dan keluargaku.
















![A I U E [ t o p e n g ] A I U E [ t o p e n g ]](http://farm3.static.flickr.com/2430/3813491004_62fd91b5c4_t.jpg)